Meramal Nasib Daihatsu Xenia, setelah Sigra, Xpander, & Wuling Confero

Sabtu, 11 November 2017 10:10 Reporter : Syakur Usman
Meramal Nasib Daihatsu Xenia, setelah Sigra, Xpander, & Wuling Confero New Daihatsu Xenia Custom. ©2017 Merdeka.com/M Syakur Usman

Merdeka.com - Kontribusi penjualan Xenia di keluarga Daihatsu turun peringkat menjadi nomor tiga sejak ada Sigra berdasarkan penjualan per Oktober lalu. Padahal selama ini Xenia bersama kembarannya, Avanza, dikenal sebagai mobil sejuta umat, lantaran penjualannya merajai segmen low MPV dan terbesar kontribusinya bagi masing-masing mereknya.

Mau lebih jelas, coba lihat penjualan ritel Daihatsu periode Januari-September lalu. Disebutkan total penjualan Sigra mencapai 34.264 unit atau berkontribusi terbesar; 26 persen, terhadap total penjualan Daihatsu yang 134.230 unit.

Xenia? Kalah pamor dari sang adik, Astra Daihatsu Sigra, yang diluncurkan Agustus tahun lalu. Kini Xenia hanya berkontribusi ketiga (20 persen) dengan penjualan 26.390 unit. Secara rata-rata, penjualan per bulan Xenia hanya 2.900 unit, sedangkan Sigra lebih dari 3.800 unit.

Kondisi ini semakin sengit dengan pemain baru di segmen low MPV, seperti Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero. Pasar mobil low MPV, yang memang masih segmen pasar tergemuk di bisnis otomotif Indonesia, semakin sempit dengan semakin banyaknya merek baru masuk ke segmen ini.

Itu dari sisi pemasaran. Dari sisi produk, Daihatsu Xenia bersama kembarannya, Toyota Avanza, tak banyak melakukan perubahan signifikan, sejak generasi keduanya lahir pada 2011. Tampilan barunya tidak bikin wow effect alias minim perbedaan atau hanya menambah varian baru seperti New Xenia Custom yang diluncurkan pada Jumat (10/11).

Dengan 'tekanan' tersebut, bagaimana daya saing Xenia dan nasibnya di masa depan?
Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, mengakui penjualan Daihatsu Sigra saat ini signifikan bagi Daihatsu. Namun, itu tidak menyurutkan konsumen memilih Xenia.

"Xenia dulu dominan, tapi sekarang kontribusinya tinggal 20 persen, nomor ketiga di Daihatsu setelah Sigra dan Gran Max Pickup. Tapi bukan berarti penjualannya turun. Masih baik-baik aja kok dengan penjualan 2.900-3.000 unit per bulan," ujar Hendrayadi menjawab Merdeka.com, di sela-sela peluncuran New Xenia Custom di kawasan BSD City, Tangerang, Jumat (10/11) sore.

Hendrayadi memaparkan saat ini penjualan Xenia di bawah Sigra yang mencatat penjualan hampir 4.000 unit per bulan. Sedangkan Xenia berada di level 3.000 unit per bulan.

"Nah lihat dari itu (penjualan), masa depan Xenia tidak suram. Masih baik masa depannya, masih nomor dua di Daihatsu," yakinnya.
Lantas kapan Xenia generasi ketiga lahir, karena generasi keduanya berusia hampir 7 tahun alias lahir 2011?

Soal ini, Rudy Ardiman, Corporate Planning Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjawab, Daihatsu pasti akan mengeluarkannya. Hanya saja, Xenia generasi ketiga akan hadir sesuai dengan harapan para konsumen.

"Tunggu tanggal mainnya (Xenia generasi ke-3)," ucapnya.Hal senada juga diungkapkan Lili Herman, Aftersales & Logistic Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation. Prinsipnya, Daihatsu selalu melakukan pengembangan produk. "Kapan? tunggu tanggal mainnya." [tsr]

Topik berita Terkait:
  1. Daihatsu Xenia
  2. Mobil Baru
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini