Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Isuzu Siap Terapkan Standar Euro 4 dan Masa Depan Mesin Diesel di Indonesia

Isuzu Siap Terapkan Standar Euro 4 dan Masa Depan Mesin Diesel di Indonesia Isuzu Traga di GIICOMVEC 2020. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Mobil di masa depan adalah mobil yang ramah lingkungan. Selain mobil listrik yang tidak memiliki gas buang (emisi), mobil masa depan adalah mobil yang emisinya rendah sehingga membuat lingkungan lebih sehat.

Indonesia pun mengikuti tren dunia tersebut. Sebagai warga dunia, republik ini berperan aktif menjadikan bumi yang dipijak menjadi bumi yang lebih baik di masa depan, bagi generasi mendatang. Pengikat warga dunia termasuk Indonesia adalah Perjanjian Paris (Paris Agreement), hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB, pada medio Desember 2015.

Paris Agreement menjadi kesepakatan internasional sebagai komitmen bersama dunia untuk melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca yang diberlakukan pasca 2020. Salah satu isinya adalah negara-negara di dunia berkomitmen menjaga ambang batas kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat celcius (2C) dan berupaya menekan hingga 1,5C.

Maka itu, pemerintah Indonesia segera bergerak untuk merealisasikan Paris Agreement tersebut. Target pemerintah Indonesia adalah menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 29 persen pada 2030. Basis penurunan emisi tersebut berdasarkan business as usual (BAU).

Demi mewujudkan target itu, satu sektor yang disentuh pemerintah adalah industri otomotif dengan membuat Peta Jalan Industri Otomotif Nasional hingga 2035. Di Peta Jalan tersebut, pemerintah mendorong pabrikan otomotif di Indonesia memasarkan dan memproduksi kendaraan low carbon emission vehicle (LCEV), battery electric vehicle (BEV) hingga fuel cell electric vehicle (FCEV).

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, menjelaskan kendaraan masa depan adalah kendaraan ramah lingkungan. Untuk memenuhi syarat ramah lingkungan, saat ini pemerintah melakukan dua modifikasi di industri otomotif, yakni sisi mesin dan bahan bakar.

Modifikasi tersebut memiliki tujuan jangka pendek, yaitu mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) berbasis minyak sawit mentah (CPO) lokal, selain meningkatkan ketahanan energi nasional dengan mengurangi impor solar, serta menekan defisit neraca perdagangan.

Konkretnya, pemerintah meluncurkan program wajib biodiesel B30 pada akhir Desember 2019. Harapannya, program tersebut mampu menyerap bahan bakar biodiesel dalam negeri sebesar 9,6 juta kiloliter pada tahun ini. Kemudian mengurangi impor bahan bakar solar sebesar 3 juta kiloliter, meningkatkan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp 13,81 triliun, serta mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 14,25 juta ton CO2 atau setara 52.010 bus kecil.

“Selain mesin, pemerintah mengatur sisi bahan bakar dengan menerapkan standar emisi Euro-4 untuk mesin diesel pada tahun depan,” ujar Putu saat diskusi pintar bersama Isuzu dan Forum Wartawan Otomotif Indonesia di pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di Jakarta, Jumat (6/3).

Standar emisi Euro 4 ini, kata Putu, efektif diberlakukan pada mesin diesel pada 7 April 2021. Lebih lambat dari mesin bensin yang diberlakukan sejak Oktober 2018 silam. Rujukannya adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.20/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau dikenal Standar Emisi Euro 4.

Bahan bakar diesel standar emisi Euro 4 memiliki spesifikasi antara lain Angka Setana (CN) minimal 51, kandungan sulfur maksimal 50 ppm, kandungan air maksimal 200 miligram per kilogram, gas CO 0,74 gram per kilometer, dan sebagainya.

Menurut Putu, bahan bakar biodiesel 30 (B30) menggunakan bahan baku minyak nabati atau fatty acid methyl ester (FAME) untuk menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan, karena minyak nabati tidak mengandung sulfur dan logam berat sehingga lebih bagus dibandingkan diesel fosil. Simpelnya, semakin besar kandungan FAME di biosolar, maka untuk mencapai standar Euro 4 lebih mudah.

"Bahkan angka Setana biodiesel itu bisa mencapai 60, lebih tinggi dari 51 yang menjadi standar Euro 4," ujar Putu.

jokowi resmikan ekspor perdana isuzu traga©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Euro 4 dan Negara Tujuan Ekspor

Tujuan lain pemerintah menerapkan emisi Euro 4 mesin diesel adalah mendorong ekspor kendaraan niaga lebih besar lagi, seperti ke Australia. Penerapannya mulai 7 April 2021 membuat daya saing pabrikan otomotif di Indonesia di pasar ekspor meningkat, karena negara-negara tujuan eksporIndonesia sudah menerapkan emisi Euro 4.

Sehingga pabrikan jadi makin kompetitif dan semakin kompetitif di masa mendatang seiring penerapan standar emisi lebih tinggi seperti Euro 5, 6, dan seterusnya.

"Perubahan standar bahan bakar ini mesti diikuti oleh produsen otomotif. Sebab produk kendaraan niaga kita mesti comply dengan negara tujuan ekspor," pungkasnya.

Isuzu Siap Euro 4

isuzu traga di giicomvec 2020

2020 Merdeka.com

Dukungan pabrikan otomotif menjadi krusial dan strategis dalam kesuksesan standar emisi Euro 4 mesin diesel mulai tahun depan. Salah satu pabrikan yang sudah siap merealisasikan emisi Euro 4 itu adalah PT Isuzu Astra Motor Indonesia, anak usaha PT Astra International Tbk, produsen kendaraa niaga mesin diesel terbesar di Indonesia.

Harmoko Setyawan, Departemen Head Prototype and Test Departement Isuzu Astra Motor Indonesia, dengan tegas mengatakan secara prinsip, sebagai produsen, akan mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Penyesuaian mencakup ambang batas gas buang sampai penggunaan bahan bakar nabati disesuaikan dengan regulasi berlaku.

Hingga kini, Isuzu sudah melakukan serangkaian riset dan pengembangan untuk mesin yang cocok dengan standar emisi gas Euro 4 dan B30 serta kini sudah bisa digunakan oleh konsumen di Tanah Air.

Meski untuk itu, Isuzu Indonesia mesti menambah beberapa komponen teknologi mesin demi memenuhi standar emisi Euro 4 tersebut. Seperti penambahan komponen pendingin exhaust gas recirculation (EGR) untuk menurunkan kandungan emisi NoX. Lalu, penambahan VGS turbocharger dan silencer DOC yang dipasang di knalpot supaya emisinya hanya air (H2O) dan karbon dioksida (CO2).

Harmoko mencontohkan truk ringan Traga yang diproduksi di pabrik Isuzu Karawang sudah diekspor sejak tahun lalu karena sudah memenuhi emisi Euro 4.

Penambahan komponen mesin untuk memenuhi emisi Euro 4 memang meningkatkan biaya produksi. Namun, Isuzu berusaha semaksimalkan mungkin kenaikan biaya ini kecil dampaknya kepada konsumen.

Kami masih diskusikan dengan prinsipal supaya kenaikan biaya ini tidak berdampak langsung kepada konsumen setia Isuzu indonesia, ujarnya.

"Isuzu siap menerapkan standar emisi Euro 4 dan B30, yang dibuktikan dengan jaminan teknologi Common Rail di mesin Isuzu Giga yang ada sekarang sudah kompatibel sebenarnya. Bahkan Isuzu menilai standar emisi Euro 4 wajib segera diterapkan demi kemajuan Indonesia,"ujar Harmoko pada kesempatan serupa.

Masa Depan Mesin Diesel di Indonesia

isuzu traga di giicomvec 2020

2020 Merdeka.com

Sebagai "Rajanya Diesel", Isuzu juga meyakini masa depan mesin diesel di Indonesia masih panjang di tengah tuntutan mobil di masa depan semakin ramah lingkungan. Di tengah era mobil listrik dan beberapa negara Eropa sudah melarang penggunaan mobil bermesin diesel.

Namun, sesuai kodratnya, teknologi mesin diesel berkembang setiap waktu. Buktinya hari ini teknologi mesin diesel sudah memenuhi standar emisi Euro 5 hingga 5 di Eropa. Mesin berbahan bakar nabati (B30 dan seterusnya) juga akan berkembang di Indonesia.

Adalah fakta juga bahwa kendaraan niaga listrik masih menjadi tantangan tersendiri, karena bobot baterainya akan sangat berat untuk menopang lajunya. Mesin diesel dan transmisi kendaraan niaga masih lebih ringan dibandingkan baterai di kendaraan niaga listrik

"Isuzu memandang peluang mesin diesel masih sangat besar di Indonesia," pungkasnya.

(mdk/sya)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP