Ini Salah Satu Sebab Jauh atau Tidaknya Jarak Tempuh Mobil Listrik

Jarak tempuh dan faktor penyebab mobil listrik yang perlu diperhatikan. Yuk simak!

Muhammad Aidil Sani
Oleh Muhammad Aidil Sani - Reporter
Ini Salah Satu Sebab Jauh atau Tidaknya Jarak Tempuh Mobil Listrik
Ini Salah Satu Sebab Jauh atau Tidaknya Jarak Tempuh Mobil Listrik (Merdeka.com)

Jarak tempuh dan faktor penyebab mobil listrik yang perlu diperhatikan. Yuk simak!

Dengan semakin meningkatnya popularitas mobil listrik, banyak orang mulai bertanya-tanya sejauh mana jangkauan mobil ini. Pertanyaan ini wajar muncul karena, seperti halnya ponsel pintar, mobil listrik juga memiliki baterai yang perlu diisi ulang saat habis.

Pertanyaan ini juga sangat relevan jika Anda berencana membeli mobil listrik. Jangan membeli tanpa memahami cara merawat dan menggunakannya dengan benar.

Agar tidak terjebak dalam informasi yang membingungkan di internet, simak ulasan berikut yang disampaikan melalui Auto2000 pada Senin, 27 Mei 2024.<br>
Dok. Istimewa

Diketahui bahwa mobil listrik beroperasi menggunakan motor dan baterai sebagai penyimpan energi listrik. Mirip dengan ponsel pintar, mobil listrik akan kehabisan daya jika terus digunakan tanpa diisi ulang secara berkala.

Tentang jarak tempuh mobil listrik, hal ini sebenarnya tergantung pada jenis mobilnya masing-masing. Tidak ada kriteria pasti yang digunakan dalam memilih kendaraan listrik. Ada mobil dengan jarak tempuh antara 160 hingga 320 km, sementara yang lain bisa mencapai 480 hingga 640 km.

Perbedaan dalam jarak yang dapat ditempuh oleh setiap mobil listrik sebenarnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang beragam. Penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi jarak tempuh, seperti yang disebutkan berikut ini:

Kapasitas baterai memiliki pengaruh besar terhadap jarak tempuh kendaraan listrik. Kendaraan listrik yang dilengkapi dengan baterai berkapasitas besar dapat menempuh jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan kendaraan yang menggunakan baterai berkapasitas lebih kecil.

Tidak dapat disangkal bahwa bodi mobil turut berperan dalam penggunaan energi. Ini dapat sedikit banyak mempengaruhi seberapa jauh mobil listrik bisa berjalan. Dengan bobot yang lebih ringan, mobil mungkin bisa menempuh jarak yang lebih jauh. Selain itu, peningkatan bobot dari penumpang dan bagasi juga mempengaruhi penggunaan energi.

Di jalanan yang rata dan mulus, mobil listrik dapat menempuh jarak yang lebih jauh daripada di jalanan yang bergelombang atau berlubang. Jalanan yang berlubang atau tidak rata akan menyebabkan mobil mengeluarkan tenaga lebih banyak dari biasanya.

Meskipun terkadang dianggap tidak penting, cuaca memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jarak tempuh mobil listrik. Saat hujan dan suhu turun, mesin bekerja lebih efisien, memungkinkan penggunaan tenaga secara optimal tanpa pemborosan yang berarti.

Sama seperti mesin bensin, gaya mengemudi yang agresif secara nyata menyebabkan penggunaan bahan bakar menjadi tidak efisien. Fenomena serupa juga terjadi pada mobil listrik, dimana berkendara dengan terlalu agresif dapat mempercepat pengosongan daya baterai. Pengereman yang terlalu keras secara berulang akan menguras energi dan berpotensi mengurangi jangkauan kendaraan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mobil listrik yang diproduksi memiliki keunggulan tersendiri dalam beberapa aspek. Selain dari kapasitas baterainya, desain yang diterapkan juga berperan penting dalam menentukan jarak tempuh mobil sebelum memerlukan pengisian daya kembali.

Rekomendasi