Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Hasil Penjualan Isuzu di GIIAS 2022, Nilainya Ratusan Miliar Rupiah!

Ini Hasil Penjualan Isuzu di GIIAS 2022, Nilainya Ratusan Miliar Rupiah! Kegiatan Isuzu Indonesia di GIIAS 2022, ICE-BSD City, Tangerang.. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Isuzu Indonesia membukukan penjualan sebanyak 589 unit dengan total transaksi senilai Rp 300 miliar lebih diGIIAS 2022. Pameran ini sudah rampung pada Ahad lalu (21/8).

Selain itu, Isuzu Indonesia juga berhasil meraih the Best Booth for Commercial Segment dari penyelenggara pameran GIIAS.

"Kami berharap Isuzu dapat terus diterima oleh penggunanya, sebagai partner sejati dalam setiap perjalanan kustomer menuju sukses," ujar Attias Asril, General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), dalam rilisnya, Senin (29/8).

Selain itu, Isuzu juga fokus pada layanan purnajual, seperti menambah jaringan bengkel dan mengoptimalkan semua Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), bengkel mitra Isuzu (BMI), partshop, dan program kontrak aftersales service.

Termasuk menyediakan fasilitas Isuzu Link, yang mana kustomer bisa memantau kinerja kendaraan, serta juga bisa menghubungi tim Isuzu dengan mudah di manapun kendaraan berada.

Saat ini jumlah BIB, BMI, dan partshop Isuzu terus meningkat. Per Juli tahun ini, jumlah BMI mencapai 108 bengkel dari 25 bengkel pada 2019. Sementara jumlah BIB 157 bengkel dan partshop mencapai 1.615 partshop.

Penjualan Semester I Naik 25 Persen

kegiatan isuzu indonesia di giias 2022 ice bsd city tangerang

©2022 Merdeka.com

Di semester I, Isuzu Indonesia mencatat volume penjualan 14.956 unit, meningkat 25 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Menurut Attias Asril, dari hasil pertumbuhan penjualan tersebut, sekitar 50 persen kontribusi konsumen loyal Isuzu di seluruh Indonesia. Sebab mereka sudah mengenal banyak tentang keunggulan Isuzu.

"Kami terus berupaya memberikan pelayanan maksimal, fokus pada apa yang dibutuhkan konsumen. Apalagi, kendaraan Isuzu yang digunakan merupakan alat produksi yang sebisa mungkin tidak boleh stop operasi, sehingga performa harus terus prima,” ujar Attias.

Faktor pendukung pertumbuhan pasar kendaraan niaga tahun ini adalah kenaikan harga komoditas batubara, kelapa sawit, dan nikel. Belum lagi meningkatnya industri cold chain kala pandemi.

"Tahun ini Isuzu menargetkan bisa meraih peningkatan pangsa pasar untuk segmen Elf sebesar 25 persen, Giga 14 persen, dan Traga 35 persen," pungkas Attias.

(mdk/sya)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP