Banyak pemilik motor matic masih berpegang pada mitos perawatan yang beredar dari bengkel jalanan. Secara teknis, kebiasaan ini kerap keliru, berpotensi bikin boros, bahkan mengganggu keselamatan berkendara.
Mengutip laman Wahana Honda, Sabtu (10/10), berikut tiga mitos perawatan skutik yang sebaiknya ditinggalkan agar mesin tetap awet dan biaya operasional tidak membengkak.
- Manasin Motor Injeksi Harus 15 Menit
Anggapan ini merupakan warisan era karburator. Pada mesin injeksi modern, pompa oli dirancang untuk langsung menyalurkan pelumas ke seluruh komponen hanya dalam hitungan detik setelah mesin hidup. Memanaskan motor cukup 1–2 menit. Membiarkan mesin idle hingga 15 menit hanya membuang bahan bakar, meningkatkan risiko overheat, dan menambah emisi tanpa manfaat.
- Kurangi Tekanan Ban Saat Hujan Agar Tidak Licin
Tekanan ban justru tidak boleh diturunkan. Alur ban berfungsi memecah dan membuang air saat melintasi genangan. Jika tekanan dikurangi, profil ban menjadi terlalu lembek dan alur menyempit, sehingga pembuangan air terhambat dan memicu aquaplaning (ban seperti mengambang di atas air). Selalu jaga tekanan angin sesuai standar pabrikan pada stiker dek motor.
Advertisement
Mitos Goyang Motor Saat Isi Bensin
- Goyang-Goyangkan Motor Saat Pengisian BBM
Motor tidak perlu diguncang ke kanan-kiri saat pengisian. Bensin sebagai cairan akan mengisi seluruh ruang kosong tangki secara alami, sementara udara di dalamnya terdorong keluar saat BBM masuk. Menggoyangkan motor tidak menambah volume bensin dan justru berisiko terjadi tumpahan serta memicu bahaya kebakaran akibat percikan listrik statis.
Pahami fakta teknis di balik mitos perawatan skutik ini. Utamakan panduan resmi pabrikan ketimbang kabar dari bengkel jalanan agar kendaraan tetap awet dan dompet aman.