Off-roader luar berhasil menguasai Bengkulu Xtreme Challenge (BXC) 2018 yang digelar di trek Pekan Sabtu, akhir pekan lalu. Dari tiga kelas yang dilombakan, kelas G4 dijuarai oleh Jack, off-roader asal Mataram yang berprofesi sebagai dokter. Sementara kelas G2 dan G1 masing-masing dimenangi oleh Andri Apau dari Tim Sukapura PSM 86 – Tasikmalaya dan Bujang Ali (SJI Bali). Off-roader tuan rumah Bengkulu belum bisa berbuat kali ini.
Mengendalikan tubular bermesin Cherokee stroker 4.500 cc, dengan gayanya yang agresif dr Jack menjadi juara dengan mengalahkan sejumlah off-roader papan atas lain, seperti Azis Yurianto dari Yogya, Nur Cahyo (Sukabumi), Joko Permana (Kalimantan Tengah), Vincet dan Chandra (Palembang), Abah Hari Emon, Donie Donkas, dan sebagainya.
"Trek yang dibikin Master Trek – Mendol Jeeper dari Surabaya mampu memaksa off-roader untuk mengeluarkan seluruh kemampuan nya. Karakter treknya bikin pertandingan makin seru. Saya suka sekali dengan lokasi ini,” kata dokter Jack yang juga Kepala RSUD Mataram, dalam rilisnya, kemarin.
Asep Sopyan, Ketua Pelaksana BXC 2018, menjelaskan selama dua hari akhir pekan kemarin trek Pekan Sabtu, Bengkulu, dipenuhi penggila off-road yang datang dari 13 kota dan provinsi. Total ada 77 starter yang mengikuti lomba ini.
"Terus terang saya cukup kaget dengan jumlah peserta yang membludak. Prediksi awal paling sekitar 60. Terima kasih kepada semua off-roader yang sudah menyukseskan dan berpartisipasi di BXC kali ini," katanya.
Ketika menerima seluruh peserta BXC 2018 di Gedung Daerah, Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, berkata, "Saya berharap event BXC bisa dijadikan agenda tahunan yang akan digelar di bulan sama. Karena terbukti dunia off-road memiliki multiplayer effect yang luar biasa, sehingga event BXC dirasa perlu masuk dalam APBD Provinsi Bengkulu 2019."
Sementara, Asisten 3 Pemda Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto, mewakili Plt Gubernur Bengkulu, saat menutup BXC 2018, mengharapkan agar off-roader mau datang lagi pada tahun depan, karena di lokasi seluas kurang lebih 8 hektare ini akan diperbaiki fasilitas penunjang, seperti jalan dan lokasi untuk paddock yang lebih luas.
"Yang jelas Pemda Provinsi Bengkulu mendukung penuh kegiatan ini karena memiliki dampak positif untuk seluruh masyarakat," pungkas Gotri.