MotoGP tak lagi seru seperti 20 tahun lalu

Juara dunia GP500 1993, Kevin Schwantz meyakini para pebalap MotoGP masa kini dimudahkan oleh perangkat elektronik yang makin mendominasi performa motor hingga membuat persaingan kurang seru.

Otosia.com
Oleh Otosia.com - Reporter
MotoGP tak lagi seru seperti 20 tahun lalu
Kevin Schwantz (c) MotoGP.com

Juara dunia GP500 1993, Kevin Schwantz meyakini para pebalap MotoGP masa kini dimudahkan oleh perangkat elektronik yang makin mendominasi performa motor hingga membuat persaingan kurang seru. Hal ini disampaikan Schwantz melalui wawancaranya bersama PTI.

Pria asal Texas ini mengaku heran saat menonton World SBK Laguna Seca beberapa bulan lalu, yakni ketika ia mendapati dua pebalap dengan motor yang sama saling menyalip menggunakan bantuan elektronik. "Di dunia balap motor, tombol itu digunakan di tikungan, sementara pebalap Formula 1 menggunakannya di lintasan lurus dengan DRS," ujarnya.

"MotoGP makin membosankan. Kejuaraan ini tidak lagi seseru 20 tahun lalu dan sangat dikendalikan oleh perangkat elektronik, makin memudahkan pebalap. Teknik dan skill membalap yang seharusnya ada, kini tak lagi berfungsi. Saya rasa mengendarai motor jauh lebih sulit di masa lalu," tambahnya.

Schwantz pun yakin dengan menghapuskan aturan ban tunggal bisa mengatasi stagnasi persaingan di MotoGP. Andai punya kuasa, ia juga mengaku akan menerapkan beberapa aturan teknis yang membuat pebalap lebih berperan dalam mengendalikan motor ketimbang perangkat elektronik.

"Masih ada banyak cara untuk membuat pertunjukan tetap seru. Salah satunya adalah mengembalikan kompetisi terbuka antar merek ban. Jika saya punya kuasa, saya akan membuang fuel injection, memakai karburator, dan melepas semua perangkat elektronik. Dengan begitu pebalap harus bekerja ekstra keras!" tutupnya.

(kpl/kny)
Rekomendasi