Crime Story

Terbunuh di Tangan Praka MPCC

Rabu, 10 Juni 2020 10:26 Reporter : Yan Muhardiansyah
Terbunuh di Tangan Praka MPCC Praka MPCC bersama selingkuhannya jalani rekonstruksi pembunuhan istri. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Malam hari di jalanan gelap penuh semak. Lewat seorang Praka MPCC sedang berboncengan motor dengan Ayu Lestari, istrinya. Jalur itu sengaja dipilih tentara itu. Ada niat busuk sudah direncanakan.

Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Dalam perjalanan, Ayu merasa tidak nyaman. Suasana begitu mencekam. Mereka melewati Jalan Baru, Kelurahan Sihaporas, Tapanuli Tengah.

Dari belakang, dua orang berboncengan sepeda motor mulai mendekat. Kemudian Memepet sepasang suami istri itu. Ketakutan itu pun terjadi. Seorang pengendara itu kemudian memukul kepala Ayu menggunakan besi hingga tersungkur.

Dalam keadaan tak berdaya, tanpa diduga Praka MPCC ikut menghabisi istrinya. Dua kali pukulan menggunakan besi ulir ke arah kepala. Benda ternyata sudah dia siapkan. Ayu tak bisa melawan. Hanya melihat sang suami tega ikut memukuli dirinya.

Nyawa Ayu melayang. Dua orang diduga begal tadi ternyata teman perempuan dan selingkuhan Praka MPCC. Mereka adalah SMS, 30 tahun, dan WNS, 29 tahun. Memang sudah lama Praka MPCC dan WNS menjalin hubungan terlarang. Ada dugaan aksi keji mereka berlatar belakang asmara.

1 dari 2 halaman

Skenario Jahat

Setelah tak bernyawa, wanita 26 tahun itu diseret Praka MPCC ke arah semak. Kemudian mengambil ponsel milik istrinya. Mencoba menghilangkan jejak. Pembunuhan pada 9 April 2020 itu pun berjalan lancar. Mereka kemudian kabur.

Sepekan selang kejadian. Praka MPCC mencoba membuat skenario. Anggota Korem 023/KS itu melaporkan kepada kepolisian bahwa istrinya hilang. Keluarga Ayu pun ikut khawatir mendengar kabar itu. Mereka belum menyadari akal bulus dilakukan tentara itu.

Mereka mencari keberadaan Ayu yang hilang tanpa kabar. Sekitar tanggal 20 Mei 2020, petugas mendapat petunjuk. Mereka menemukan tulang belulang diduga dari jasad Ayu. Dari temuan itu, bau pembunuhan tercium dalam kasus ini.

Semua saksi diperiksa. Termasuk Praka MPCC. Kepolisian terus mendalami dugaan kasus pembunuhan ini. Mereka juga dibantu Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/2 Sibolga, Sumatera Utara.

Satu per satu saksi lain turut diperiksa. Hingga merujuk pada nama SMS dan WNS. Dari sekian pemeriksaan, petugas mulai yakin kasus ini merujuk pada satu nama sebagai otak pembunuhan. Dengan segala bukti dimiliki, petugas meminta Praka MPCC mengaku dan menyerahkan diri sebagai tersangka pembunuhan istrinya sendiri.

"Dugaan awal adalah kasus asmara," ungkap Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dedy Arifianto.

2 dari 2 halaman

Kamis, 4 Juni 2020. Reka ulang pembunuhan dilakukan. Banyak fakta baru terungkap. Salah satunya tentang di mana akal jahat itu dirancang.

SMS dan WNS sebelum malam kejadian, mereka berembuk bersama Praka MPCC. Skenario pembegalan dibuat di Indekos Pandan. Mereka merancang bahwa pembunuhan nanti merupakan ulah begal.

Cukup lama mereka rembukan. Rencana pembunuhan pun sebisa mungkin tidak meninggalkan jejak. Praka MPCC kemudian menyerahkan duit sebesar Rp2,5 juta kepada WNS. Uang itu diduga sebagai imbalan agar mau ikut menghabisi nyawa Ayu Lestari.

"Kita lihat ada juga unsur perencanaan sehingga ada di situ status dan perannya masing-masing," ujar Nicolas Dedy Arifianto di sela-sela reka ulang.

Dalam kasus ini, polisi hanya mengamankan tiga pelaku. SMS dan WNS langsung diperiksa kepolisian. Berbagai alat bukti sudah dipegang yang menunjukkan keterlibatan dua sahabat ini.

SMS dan WNS dijerat Pasal 340 (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam hukuman seumur hidup, minimal 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk anggota Praka MPCC, dikarenakan berstatus TNI, dia menjalani hukuman sesuai ketentuan militer. Praka MPNC pun ditahan di Denpom 1/2 Sibolga. Menunggu waktu pengadilan. [ang]

Baca juga:
Cemburu pada Mantan Pacar, CK Bunuh Kasim di Tempat Kerja
Masih Ingat Artis Lidya Pratiwi? Kini Sudah Ganti Nama Usai Bebas dari Penjara
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Kontrakan di Cakung
Setelah Membunuh Bibi, Pria di Nias Selatan Pura-Pura Datang Berlebaran
Reka Ulang Pembunuhan Desainer Jember, Pelaku Peragakan Saat Menusuk Punggung Korban
Majikan di Pakistan Bunuh Bocah Pembantu karena Burung Beo Peliharaan Lepas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini