Susah menghapus rajah
Merdeka.com - Lendir mendadak keluar dari lubang hidung Shinta Dewi, beberapa menit setelah punggungnya disuntik 10 botol mini obat penghilang rasa nyeri. Dia juga mengeluh pusing. Pelayan toko emas ini lantas pingsan setelah tubuhnya kejang-kejang di ruangan praktek penghapus tato di Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu siang pekan lalu. Nahas, perempuan asli Semarang yang berencana menghapus rajah itu mati dalam perjalanan ke rumah sakit.
Cerita Shinta meninggal ketika hendak menghapus tato itu sontak menjadi bahan gunjingan. Salah satunya Awiyanto, penggila rajah di Jakarta. Dia mengaku kaget ada orang senekat itu. Tapi memang ada beberapa orang bernyali menghapus tato menggunakan segala cara, misalnya diiris atau disiram dengan soda api. Sebab, biaya menghapus tato ke dokter mahal, bisa belasan juta. ”Kalau dihapus sendiri jelek, muncul bekas luka seperti ini,” tutur dia sambil menunjuk bekas luka siraman soda api pada tanganya.
Kisah Shinta dan Awiyanto jelas berbeda dengan cerita artis Nikita Mirzami. Perempuan seksi ini mengaku merogoh dompet hingga Rp 30 juta untuk menghapus tato di dadanya menggunakan teknik laser. Dia menjalani penghapusan itu di Ali Tattoo Sulam, Mal Mangga Dua Square. Hasilnya tentu jauh lebih aman ketimbang cara dipilih Shinta dan Awiyanto. Kulit dada Niki, demikian sapaan gaulnya, kembali normal. ”Dia memang ke sini. Butuh empat kali pelaseran untuk menghapus tatonya,” kata Susanto, pentato di Ali Tattoo.
Mengutip situs WebMD, DoctorOz dan BBC, Minggu (24/4/2011), setidaknya ada lima cara menghapus tato. Pertama dermabrasi atau menghapus tato memakai sejenis amplas atau butiran pasir buat menggosok kulit hingga lapisan paling luarnya terkelupas. Tinta rajah di bawah lapisan itu kemudian dikikis menggunakan pisau bedah oleh dokter kulit. Meski mudah dan murah, cara ini menimbulkan rasa sakit luar biasa, terutama buat rajah berukuran besar. Teknik ini juga berisiko menyebabkan luka dan meninggalkan bekas jaringan parut.
Kedua adalah mengiris kulit yang ada tatonya. Risiko terbentuknya jaringan parut pada teknik ini lebih besar dibandingkan dermabrasi, sehingga hanya dilakukan pada tato tidak terlalu besar. Metode ini harus dilakukan oleh dokter. Mengiris kulit hanya dilakukan pada tato berukuran besar jika cara lain gagal. Misalnya, karena tinta terlalu dalam meresap ke bawah kulit atau tintanya memang sulit dihilangkan.
Teknik ketiga, yakni cryotherapy, menggunakan nitrogen cair bersuhu di bawah titik beku. Jaringan kulit ditetesi cairan itu akan membeku dan hancur, kemudian luruh bersama tinta tato pada lapisan di bawahnya. Kelemahan teknik ini adalah memicu kerusakan kulit serius. Dokter tidak bisa menghancurkan tinta rajah di bawah kulit tanpa merusak permukaan terluar dengan hanya meneteskan nitrogen cair di atasnya.
Keempat menggunakan Krim anti-tato, cara ini mirip cryotherapy. Krim ini menghancurkan tinta tato agar bisa luruh dari permukaan kulit. Krim semacam ini umumnya berisi larutan trichloroacetic acid (TCA) yang akan bereaksi dengan tinta namun lebih aman bagi kulit. Harga krim ini relatif mahal, sekitar USD 100 atau setara Rp 863 ribu untuk pemakaian rutin dua bulan. Selain itu, efektivitasnya relatif rendah sehingga lebih tepat disebut menyamarkan tato karena bekas rajah tidak hilang sama sekali.
Kelima memakai laser. Teknik ini paling aman bagi kulit, terutama buat tato berukuran besar. Prinsipnya adalah mengurai partikel tinta di bawah permukaan kulit agar dapat dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh alami manusia. Meski aman, teknologi ini cukup mahal dan kadang butuh waktu lebih lama menghilangkan warna tertentu, misalnya hijau, oranye, dan putih. Beberapa orang berkulit sensitif dianjurkan memakai tabir surya setelah menjalani prosedur ini.
Menurut Santi, perawat di Ela Skin Jakarta, tempat praktek dokter kulit, selama ini jasa menghapus tato lewat laser memang lebih aman ketimbang cara lain. Buktinya, banyak dokter menggunakan teknik ini meski biayanya relatif lebih mahal, antara Rp 400 ribu hingga Rp 4 juta. Belum lagi biaya obat tambahan. ”Laser memang tidak membahayakan, tapi butuh waktu lama menghilangkan tato,” ujarnya.
(mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya