Kebenaran hanya milik Tuhan

Kebenaran tidak akan pernah tertukar.

Arbi Sumandoyo
Oleh Arbi Sumandoyo - Reporter
Kebenaran hanya milik Tuhan
Marjinal. facebook.com

Bagi komunitas Taring Babi, karya mereka berupa desain kaus atau lagu bebas diambil dengan percuma. Karena pada dasarnya semua ide itu berasal dari orang lain. Realita kehidupan tidak sengaja dicomot tanpa izin. Jadi, menurut Marjinal, pembajakan itu halal seratus persen. "Emang kita punya hak apa mengakui. Orang kita juga dapat dari orang lain. Ide itu ada karena orang," kata Mike, vokalis Marjinal, dengan berapi-api Kamis pekan lalu.Mike mengatakan pembajakan itu dilakukan oleh orang-orang merasa kehilangan. Seharusnya jujur jika ingin memperkaya diri dan jangan menyuarakan suara untuk kepentingan mayoritas. Bagi Mike, persoalan soal hak cipta sudah berbau kapitalis."Gue pun menghirup oksigen ini, bisa berbahasa orang Indonesia selain dari keluarga juga orang lain. Jadi yang berhak bilang pembajakan itu haram hanya Tuhan," ujarnya.Menurut Mike, penggunaan kata haram bagi pembajakan merupakan pembodohan. "Jujur aja, jangan di kapitalisasi. Ingat, kebenaran mayoritas belum tentu benar,"Sejatinya menurut Mike, sistem harus diubah. Masyarakat di Indonesia belum siap lantaran keadaan ekonomi. Dia juga mengkritik masih banyak penindasan terhadap kaum pedagang oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja. Sejatinya aturan itu membuat hidup makin tidak harmoni."Apa mereka tahu tetangganya ada yang nggak makan. Apa mereka tahu tetangganya kesulitan bayar sekolah," tutur Mike. Dia secara sadar mengakui pola pikir masyarakat akan berkembang jika masyarakat sudah hidup berkecukupan."Di negara maju, orang pasti lebih memilih barang asli ketimbang barang bajakan. Karena mereka tahu juga mana lebih berkualitas," katanya.Jika memang orang lain membajak karyanya, paling tidak Mike mengambil sisi positif memberi banyak makan orang. "Mike dan Bob selalu berpesan kebenaran tidak akan tertukar," ujar Mike dengan suara serak.

Rekomendasi