Lihatlah negeri kita
Yang subur dan kaya raya
Sawah ladang terhampar luas
Samudera biruTapi rataplah negeri kita
Yang tinggal hanyalah cerita
Cerita dan cerita, terus cerita…(cerita terus)Reffrain:
Pengangguran merebak luas
Kemiskinan merajalela
Pedagang kaki lima tergusur teraniayaBocah-bocah kecil merintih
melangsungkan mimpi di jalanan
Buruh kerap dihadapi penderitaanInilah negeri kita
Alamnya kelam tiada berbintang
Dari derita dan derita menderita…(derita terus)Sampai kapankah derita ini (au-ah)
Yang kaya darah dan air mata
Yang senantiasa mewarnai bumi pertiwiBegitu lirik dari Marjinal di album Partai Marjinal dirilis pada 2009. Realitas kehidupan coba dituangkan ke dalam lagu-lagu mereka. Meski Orde Reformasi sudah satu dasawarsa, namun nyatanya rakyat masih menderita hingga
Berganti dari rezim fasis dan rasis era Orde Baru, Indonesia justru dinilai lebih menderita. "Banyak tragedi, perang saudara, buruh diperas, dieksploitasi, rumah sakit dan pendidikan begitu komersial," kata Mike kepada merdeka.com Kamis pekan lalu. Mike mengaku kecewa dengan sistem demokrasi saat ini. Dia menganggap pemilihan umum sekadar transaksi kekuasaan. "Mau saat ini pemilihan presiden sama aja kalau sistemnya tidak diubah. Itu sama aja bohong."Bagi Mike dan Bob, pemilu tak ubahnya seperti mencari pasar. Ketika masa kampanye mereka berjualan dan ketika jadi mereka melupakan janji. "Sampai saat ini gue nggak rasain apa yang dilakukan presiden. Justru gue malah diasingin dengan dandan kayak gini," ujar Mike geram. "Kalau ada calon presiden mau buat komunitas kayak gini, menampung dan memberikan banyak makan anak-anak punk sampai 17 tahun, baru gue coblos."Meski demikian, Mike tidak pernah melarang anggota komunitas Taring Babi mencoblos. Dia juga melaksanakan hak pilihnya 9 April lalu. "Banyak yang tidak mengerti datang ke TPS untuk apa? Itu memilih nasib. Jadi jangan main-main datang ke TPS dan asal coblos," tuturnya. Mike mengaku datang ke TPS untuk menghormati mendiang ayahnya. "Semuanya saya coblos, orang saya nggak kenal. Saudara bukan, teman bukan," katanya seraya tertawa.