Pembersih Kaca Gedung (4): Jadi joki siasati gaji
Merdeka.com - Pendapatan Hasan sebagai pembersih kaca gedung Rp hanya 1,2 juta tiap bulan. Jumlah itu tentu saja tidak cukup memenuhi kebutuhan keluarganya. Untungnya, Hasan punya kiat jitu mengakali gajinya yang jauh dari cukup.
“Dari gaji tersebut, 600 ribu untuk kebutuhan motor dan bensin, sisanya rumah dan kebutuhan sekolah anak,” katanya kepada merdeka.com, Kamis (8/3). Untuk makan siang di kantor, Hasan seperti teman kerjanya mengutang di warung langganan. Saban habis gajian, dia harus membayar Rp 150 ribu.
Warung itu terletak di Jalan Teluk Betung, sekitar 300 meter dari gedung the City Tower (TCT), tempat Hasan bekerja. Selain tempat makan dan ngobrol bersama teman-temannya, di warung itu pula Hasan menitip kardus, kertas, dan botol air kemasan yang dia kumpulkan dari kantor. Dari penjualan barang-barang bekas itu, dia bisa memperoleh Rp 600 ribu per bulan yang dibagi rata dengan seorang temannya yang ikut membantu.
Hasan tidak sekadar makan di warung itu. Dia juga membantu pemilik warung melayani pembeli dan mencuci piring dan gelas kotor. Pekerjaan itu biasanya dia lakoni selepas pulang kerja pukul tiga sore. Sebab itu, dia bebas makan apa saja menu yang tersedia di warung itu.
Biasanya, sekitar pukul 16.30, Hasan menuju ujung Jalan Teluk Betung untuk menjadi joki 3 in 1 hingga Bundaran Senayan. “Lumayan, nambah-nambah, sehari bisa sampai 30-60 ribu bila untung," ujarnya.
Namun nahas, sore itu dia ditelepon oleh seseorang untuk menuju ke lantai bawah tanah gedung TCT. Dia diminta mencuci mobil. Dengan sigap dia segera meminjam lap karet kepada seorang koleganya yang juga suka nongkrong di warung itu.
Satu setengah jam kemudian, Hasan balik lagi ke warung. Wajahnya tidak terlihat lelah. Setelah meneguk segelas kopi, dia bergegas keluar menuju tempat para joki berjajar di sepanjang Jalan Teluk Betung.
Dia melambai-lambaikan tangan kirinya ke arah mobil yang melintas. Setelah satu jam berdiri, sebuah Avanza warna perak berhenti. Tanpa kompromi, dia langsung masuk mobil.
Saat adzan magrib berkumandang, Hasan sudah balik lagi ke warung. Dia beristirahat sambil berbincang dengan pemilik warung. Asap rokok kretek tak berhenti mengepul dari mulutnya. Selepas itu, dia melakukan tugas terakhirnya sebelum pulang, yakni mencuci seluruh piring dan gelas kotor bekas makan. Semua dikumpulkan di bawah keran di luar warung.
Piring dan gelas yang sudah bersih dia susun di sebuah rak dalam warung. Setelah mengelap tangan, dia langsung menuju lokasi parkir motornya untuk dipanaskan. Tanpa banyak obrolan dengan pemilik warung, sekitar pukul 19.30 Hasan meluncur pulang. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya