Wawancara Khusus Prof Kusnandi

Kepala Tim Riset: Vaksin Corona Sinovac Sudah di Depan Mata

Rabu, 29 Juli 2020 09:06 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Kepala Tim Riset: Vaksin Corona Sinovac Sudah di Depan Mata vaksin corona. ©REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Merdeka.com - Harapan hadirnya vaksin Corona menjadi titik terang. Biofarma, perusahaan farmasi asal Indonesia, sedang melakukan tahap uji. Vaksin yang dihadirkan dari China. Bernama Sinovac.

Selama tahap uji klinis di Indonesia, rencananya ada 1.600an relawan yang akan mendapat vaksin tersebut. Mereka akan diuji coba untuk memastikan Sinovac aman demi menekan angka penyebaran.

Rencana ini langsung menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Kepala negara berharap penuh terhadap riset ini. Dalam uji klinis vaksi asal China tersebut, Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Unpad, Profesor Kusnandi Rusmil, sampai dipanggil ke Istana.

Berikut petikan wawancara Profesor Kusnandi dengan jurnalis merdeka.com Wilfridus Setu Embu melalui sambungan telepon pada Selasa, kemarin:

1 dari 2 halaman

Sejauh apa penelitian terhadap Sinovac yang diyakini menjadi vaksin corona?

Jadi kalau kita mau uji klinis vaksin itu ada tahapannya. Pertama preklinik kemudian klinik. Preklinik kita mencari bahan vaksinnya. Sudah ketemu bahan vaksinnya itu disuntikkan pada binatang. Disuntik pada binatang, binatang itu harus aman dan timbul zat anti. Sudah selesai pada binatang baru fase I. Sudah fase satu masuk fase II, fase III.

Fase satu adalah uji klinis untuk yang penting adalah keamanan vaksin ini. Fase I yang dilakukan di China diberikan pada 1400-1500 orang. Ternyata vaksin ini aman.

Aman itu dilihat dari dua aspek, reaksi lokal dan reaksi sistemik. Reaksi lokal itu kalau disuntik apakah timbul merah atau bengkak atau yang lainnya. Reaksi sistemik, apakah timbul panas atau pingsan atau lemas atau alergi (di) 30 menit pertama.

Pada vaksin ini dia disuntik memang ada timbul panas dan ada kemerahan. Tapi 30 menit pertama enggak ada yang pingsan, lemas, cuma nyeri di tempat suntikan yang ternyata nyeri itu hilang sendiri dan yang nyeri di tempat suntikan yang hilang sendiri setelah dua hari hanya 30 persen dari sampel yang ada. Yang lainnya aman. Fase dua, disuntikkan kepada kurang lebih 400 orang. Itu ternyata aman juga. Lulus lah vaksin ini untuk izin klinis fase III.

Fase III iti harus 1.000-an. Karena di samping untuk lihat aman kan sudah pasti. Terus mempunyai efek baik sudah pasti. Tapi dilihat efektivitasnya. Efektivitasnya dibandingkan yang dapat vaksin sama yang dapat tidak vaksin. Yang dapat vaksin berapa yang sakit (positif Covid-19), yang tidak dapat vaksin berapa orang yang sakit selama enam bulan diikuti.

Jadi dibandingkan. Dalam perhitungan kita dengan hitungan statistik, yang sakit selama 6 enam bulan itu kurang lebih 20 (orang). Tapi sebagian terutama semuanya yang bukan dapat vaksin.

Disuntik, (diikuti) selama 6 bulan ada 1.620, 810 dapat vaksin dan 810 dapat plasebo (tidak dapat vaksin) diikuti semuanya. Setelah 6 bulan berapa yang sakit berapa yang tidak. Terus berapa kadarnya terbentuk bagus atau tidak. Di samping keamanannya dilihat lagi. Itu secara garis besar.

Dari hasil uji vaksin, apa saja standarisasinya untuk menyatakan bahwa vaksin ini manjur?

Kan itu ada 1.620. 810 dapat vaksin 810 tidak dapat vaksin. Dari perhitungan pasti ada yang sakit. Dan yang sakit secara statistik ada 20 orang, dari total 1.620 itu. Dan kemungkinan semua dari yang tidak dapat vaksin. Setelah dapat vaksin, orang itu hidup normal saja. Mau ke mana kek silakan saja. Tidak ada hambatan.

Terkait 1.620 relawan, apa ada pantangan yang tidak boleh dikonsumsi setelah mereka disuntik vaksin?

Enggak ada. Hidup sehari-hari seperti biasa saja. Kalau ada apa-apa kan dia telepon. Kalau sakit dia berobat, nanti kan akan menghubungi kita dia sakit apa. Nanti akan dianalisa. Enggak ada (pantangan tidak boleh makan ini, itu).

Sejauh ini bagaimana soal keamanan vaksin Sinovac bagi para relawan?

Kan sudah diuji coba. Pasti aman. Sudah dua kali izin klinis kan sudah aman. Tidak mungkin saya kasih yang tidak aman. Sekarang saja sudah yang mau divaksin, saya belum mau. Kan belum mulai.

Memangnya sudah berapa orang yang mengajukan permohonan menjadi relawan?

Yang sudah minta saja dari satu puskesmas, kayak puskesmas Garuda yang daftar sudah 350 orang. Exited. Belum yang dari perusahaan-perusahaan, pemerintah, belum dari dosen, dari mahasiswa.

Bisa diceritakan bagaimana Presiden Joko Widodo meminta Anda menguji vaksin corona Sinovac dari China?

Enggak. Begini, kan Pak Jokowi dengar bahwa saya ditunjuk oleh Unpad untuk meneliti vaksin. Beliau dengar Unpad mau bikin vaksin. Kerja sama dengan Biofarma sehingga saya diundang sama Pak Jokowi, sama Pak Erick Thohir, Menkes Terawan, sama yang terkait untuk diskusi.

Dari diskusi itu pengen untuk bagaimana caranya orang Indonesia enggak kena yang besar, yang banyak. Tanya lah bagaimana proses bikin vaksin saya ceritakan. Terus target beliau, kan yang banyak kena sekarang kan orang Jakarta, Surabaya, Jawa Tengah, Jogja, Makassar. Daerah itu dulu yang dapat. Untuk mengurangi angka kematian.

Setelah itu baru di tempat-tempat yang lain. Karena kapasitas produksi Biofarma kan terbatas. Mula-mula cuma 40 juta dulu yang dibikin. Setelah itu baru 100 juta. Penduduk kita kan 200 sekian juta. Jadi bertahap. Jadi di daerah yang high risk dulu. Dibilangin sama Pak Jokowi begitu jadi kita semua ngerti.

Vaksin Sinovac itu kan itu kerja sama Biofarma sama Sinovak. Kemudian Biofarma menunjuk saya untuk melakukan uji klinis. Kan begitu ceritanya.

Apakah produksi 40 juta vaksin itu setelah uji klinis selesai?

Iya. Kapasitasnya kan segitu.

2 dari 2 halaman

Artinya memang Anda selama ini dengan Biofarma sudah terlebih dulu mengerjakan vaksin Covid-19 sebelum ada arahan presiden?

Bukan. Selama ini Unpad sudah kerja sama dengan Biofarma. Kan pabrik vaksin ada di Biofarma. Di Indonesia cuma Biofarma. Kebetulan uji klinisnya di Fakultas Kedokteran Unpad. Saya sudah 34 kali uji klinis vaksin Biofarma. Makanya Biofarma percaya. Jadi ditunjuk lagi untuk yang Covid-19.

Selain kerja sama dan sudah ada uji klinis, apa pertimbangan lain Biofarma pilih Sinovak yang diyakini sebagai vaksin Covid-19?

Karena yang sudah di depan mata jadi ya Sinovak. Sudah banyak yang meninggal kan di Jakarta, Surabaya. Itu dulu yang akan divaksin untuk mengurangi angka kematian.

Apa saja bahan yang terdapat dalam vaksi Covid-19 tersebut?

Vaksin yang kita pakai itu adalah virus Covid-19 yang sudah dimati. Jadi tidak akan menimbulkan penyakit dan distabilkan dengan menggunakan logam berat lah supaya stabil. Jadi ini kuman yang dimatikan tidak akan menimbulkan penyakit. Cuma ruginya kalau dimatikan itu tidak bisa sekali disuntik. Minimal dua kali.

Dikabarkan bahwa ada perbedaan tipe virus Corona di China dan Indonesia. Kenapa kita pakai vaksin yang dari China?

Yang baru ada kan Sinovak. Yang dari tempat lain belum ada. Biofarma kerja sama dengan Sinovak. Kalau yang lain sudah ada kita pakai yang itu uji cobanya. Vaksin kita yang merah putih kan belum uji klinis, fase I saja belum. Baru cari antigennya.

Belum lagi uji pada binatang. Uji pada binatang baru fase I, fase II, itu kan lama. Paling cepat itu 2-3 tahun. Padahal kita perlunya cepat. Akhir tahun ini harus ada vaksinnya. Nanti kalau vaksin kita sudah jadi, kita pakai yang kita punya.

Dari penjelasan ini, artinya negara Indonesia seharusnya bisa bikin vaksin sendiri?

Selama ini kan Biofarma bikin vaksin dan diekspor ke banyak negara. Ada 132 negara. Vaksin polio, tetanus itu bikinan siapa? Bikinan kita. Nanti kalau ini sudah jadi, kita akan kirim tapi nanti kalau ada strain yang lebih cocok untuk orang Indonesia, itu akan kita uji klinik lagi.

Tapi sebagai bahan, bahwa strain itu tidak mempengaruhi. Dia akan sama strain di sini dengan strain di Tiongkok itu sama.

Bisa dijelaskan apa yang dimaksud dengan 'Strain' itu sendiri, Prof?

Kan katanya ada virus Indonesia ada virus China. Itu dinding selnya sama, RNA MNA-nya sama, jadi cuma terjadi perubahan sedikit dan itu semuanya bisa di-cover oleh vaksin. Jadi enggak ada masalah mau pakai virus manapun asalkan Covid-19 itu tertangkap sama vaksin itu.

[ang]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini