Air tak lagi dekat di Babakan Pari
Merdeka.com - Berbeda dengan Desa Tangkil yang sawahnya masih menghijau, persawahan di Babakan Pari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kering kerontang. Program penyaluran air bersih dari Aqua tidak terurus. Bak penampung air dan pipa penyalur tergeletak dalam kondisi rusak di pekarangan rumah warga.
Di pojok kampung terdapat bekas MCK (mandi, cuci, dan kakus) kini menjadi sarang serangga dan tempat sampah. "Itu sudah jarang dipakai, biasanya buat buang air besar dan kecil. Dari situ airnya mengalir sampai kampung bawah terus hingga tampian dipakai sehari-hari," kata Wawan, warga setempat menemani merdeka.com berkeliling desa Selasa pekan lalu.
Masuk di Kampung Kuta, kekeringan kian jelas. Ribuan hektare tanah terlihat tandus dan berubah menjadi kebun singkong. Di kampung ini, gelap gulita saat matahari rebah karena belum ada lampu penerangan jalan.
Jalan masuk ke kampung itu tidak nyaman. Lebarnya kurang dari setengah meter. Sepeda motor melintas hampir tidak bisa berpapasan. "Sekarang selain sumur kering, sawah di kampung bawah pasti kering. Penghijauan juga beberapa kali dilakukan orang kelurahan lewat program CSR tapi kenyataan enggak sesuai," ujar Wawan.
Dia menceritakan terakhir kali program CSR dilakoni PT Aqua Golden Mississipi adalah menanam singkong pada 2007. Terus ke arah utara kampung ada tiga mata air telah mengering. "Dulu umur 15 tahun, saya masih suka mancing di sini. Anak-anak masih suka main air," tutur Wawan mengenang.
Semakin ke bawah, hamparan sawah seluas seperempat hektare juga tandus. Di samping sawah tandus itu, berdiri MCK usang dua kamar. Sekarang tinggal satu mata air bisa digunakan untuk mandi warga sekitar.
Tak jauh dari sana, Wawan menunjukkan tampian atau kolam penampung air dipakai warga mulai berkurang debitnya. Pemandangan serupa ditemui hampir di setiap kampung dalam Desa Babakan Pari. Menara air dibangun Aqua sudah rusak dan tidak ada setetes pun mengalir. Warga kini mengandalkan kolam penampung air keruh.
Kepala Dinas Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Kabupaten Sukabumi Adi Purnomo mengakui selama ini kurang ada pengawasan dan pemeliharaan terhadap fasilitas sumbangan air bersih dari PT Aqua Golden Mississippi. "Sebetulnya diperlukan organisasi masyarakat bisa mengawasi dan memelihara. Kalau dibebankan ke perusahaan itu sendiri akan sulit," katanya.
Kekeringan dan susah air ini seolah membuktikan air kian menjauh dari Babakan Pari. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya