Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yatim Piatu sejak Kecil, Begini Perjuangan Pria Asal Tuban hingga Jadi Menteri Dalam Negeri

Yatim Piatu sejak Kecil, Begini Perjuangan Pria Asal Tuban hingga Jadi Menteri Dalam Negeri

Yatim Piatu sejak Kecil, Begini Perjuangan Pria Asal Tuban hingga Jadi Menteri Dalam Negeri

Pendidikannya sempat terhenti setelah sang ayah meninggal dunia

Sempat Putus Sekolah

Basuki Rahmat merupakan buah hati dari pernikahan Raden Soedarsono Soemodihardjo dan Soeratni. Mengutip buku Basoeki Rachmat dan Supersemar (1998) karya Dasman Djamaluddin, ayah Basuki merupakan asisten residen setempat. Basuki lahir di Kecamatan Senori pada 4 November 1921. Kebersamaan Basuki dengan kedua orang tuanya tak berlangsung lama. Saat usianya menginjak empat tahun, ibunya, Soeratni meninggal dunia. Selanjutnya, saat ia berusia 11 tahun, sang ayah meninggal dunia. Sepeninggal sang ayah, pendidikan Basuki sempat terhenti.

Yatim Piatu sejak Kecil, Begini Perjuangan Pria Asal Tuban hingga Jadi Menteri Dalam Negeri

Selanjutnya, Basuki tinggal bersama adik ayahnya di Yogyakarta. Ia menempuh pendidikan SMP dan SMA di sana. Basuki lulus dari SMA pada tahun 1942, saat Jepang mulai menduduki Indonesia.

Karier Militer

Pada tahun 1943, selama pendudukan Jepang di Indonesia, Basuki bergabung dengan Tentara Pembela Tanah Air (PETA), yang didirikan tentara Jepang untuk melatih tentara tambahan menghadapi invasi tentara Amerika Serikat ke Pulau Jawa. Basuki diangkat menjadi Komandan Kompi PETA. Usai Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Basuki bergabung dengan kelompok milisi yang dipersiapkan untuk membentuk tentara Angkatan Darat Indonesia.

Pada Oktober 1945, Basuki mendaftar menjadi anggota TKR di Kota Ngawi, Jawa Timur. Ia kemudian ditempatkan di KODAM VII/Brawijaya (kini Wilayah Militer V/Brawijaya). Mengutip buku Siapa Dia?: Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (1998) karya Harsja W. Bachtiar, Basuki pernah menduduki sejumlah jabatan penting militer. Mulai dari Komandan Batalyon di Ngawi (1945–1946), Komandan Batalyon di Ronggolawe (1946–1950), Komandan Resimen di Bojonegoro (1950–1953), Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium V/Brawijaya (1953–1956), dan Panglima Daerah Militer V/Brawijaya (1956).

Pada bulan September 1956, Basuki dipindahkan ke Melbourne, Australia. Di sana ia bertugas sebagai atase militer di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Basuki kembali ke Indonesia pada bulan November tahun 1959 dan menjabat sebagai Asisten IV/Logistik di bawah Kepala Staf Angkatan Darat Abdul Haris Nasution. Pada tahun 1960, Basuki kembali ke KODAM VII/Brawijaya dan menjabat sebagai Kepala Staf sebelum akhirnya menjadi Panglima pada tahun 1962.

Tokoh Penting Supersemar

Mengutip Instagram @tuban_bercerita, Mayjen Basuki Rahmat dan tiga rekannya memegang peran sentral atas terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Surat ini merupakan surat perintah yang ditandatangani Presiden Sukarno pada tanggal 11 Maret 1966. Konon, melalui surat itu Soekarno memberikan mandat kepada Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan dan kestabilan yang saat itu memburuk.

Yatim Piatu sejak Kecil, Begini Perjuangan Pria Asal Tuban hingga Jadi Menteri Dalam Negeri

Sebagai jenderal paling senior, Basuki dipercaya membawa surat keputusan tersebut dan diperintahkan menyampaikannya kepada Soeharto. Penyerahan Supersemar secara de facto memberi Soeharto kekuasaan eksekutif. Ia pun segera membentuk Kabinet yang lebih menguntungkan baginya.

Basuki Rahmat

Mendagri

Mendagri

Sejak Kabinet pertama Soeharto pada bulan Maret 1966 hingga ketika Soeharto secara resmi menjadi presiden pada bulan Juni 1968, Basuki ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri.

Basuki Rahmat meninggal dunia akibat sakit jantung pada usia yang masih terbilang muda yakni 40 tahun. Ia iberi gelar Pahlawan Nasional sehari setelah meninggal, yakni pada tanggal 9 Januari 1969.

Yatim Piatu sejak Kecil, Begini Perjuangan Pria Asal Tuban hingga Jadi Menteri Dalam Negeri
⁠Anak Yatim Piatu Lulus Jadi Prajurit TNI, Pesan dari Senior Bikin Merinding Soal Orangtua
⁠Anak Yatim Piatu Lulus Jadi Prajurit TNI, Pesan dari Senior Bikin Merinding Soal Orangtua

Seorang prajurit TNI yatim piatu menceritakan kisah sedihnya saat pelantikan karena tidak ada orang tua yang hadir dan memberikan ucapan selamat

Baca Selengkapnya
Pria ini Tiga Tahun Bekerja di Jepang Baru Bisa Mudik, Sampai Rumah Anaknya Bengong Diajak Salim
Pria ini Tiga Tahun Bekerja di Jepang Baru Bisa Mudik, Sampai Rumah Anaknya Bengong Diajak Salim

Tak terkira, sang putri justru nampak tertegun saat melihat sang ayah kembali.

Baca Selengkapnya
Momen Haru Pemuda Yatim saat Dilantik Jadi Bripda Usai Dua Kali Gagal, Ibunda: 'Semoga Almarhum di Surganya Allah Bangga'
Momen Haru Pemuda Yatim saat Dilantik Jadi Bripda Usai Dua Kali Gagal, Ibunda: 'Semoga Almarhum di Surganya Allah Bangga'

Sempat gagal dua kali, begini kisah perjuangan seorang pria untuk jadi polisi.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Wajah Tegar Prajurit TNI Pulang ke Rumah Melihat Ayahnya Meninggal Dunia, Momennya Terasa Pilu
Wajah Tegar Prajurit TNI Pulang ke Rumah Melihat Ayahnya Meninggal Dunia, Momennya Terasa Pilu

Reaksi prajurit TNI yang berusaha tegar melihat sang ayah meninggal dunia di rumah duka.

Baca Selengkapnya
Momen Pria Beri Kejutan untuk Calon Ayah Mertua, Reaksinya Curi Perhatian
Momen Pria Beri Kejutan untuk Calon Ayah Mertua, Reaksinya Curi Perhatian

Usai melihat isi bingkisan yang diberikan kekasih putrinya, ia langsung berdiri dan memeluk calon menantunya.

Baca Selengkapnya
Wanita Ini Beri Kejutan Orang Tua Pulang Tanpa Kabar Setelah Merantau 7 Tahun Lebih, Bikin Haru
Wanita Ini Beri Kejutan Orang Tua Pulang Tanpa Kabar Setelah Merantau 7 Tahun Lebih, Bikin Haru

Selama ia merantau 7 tahun lebih, ayah kandungnya ternyata meninggal dunia.

Baca Selengkapnya
Meninggal di Usia Muda, Begini Perjuangan Lettu Soejitno Anak Bupati Tuban Melawan Musuh Masyarakat
Meninggal di Usia Muda, Begini Perjuangan Lettu Soejitno Anak Bupati Tuban Melawan Musuh Masyarakat

Ia tewas sesaat setelah melakukan serangan kepada tentara penjajah

Baca Selengkapnya
Momen Haru Prajurit TNI Pulang Tugas Bertemu Anak
Momen Haru Prajurit TNI Pulang Tugas Bertemu Anak "Ku Pastikan Negara Ini Aman Untukmu Bermain"

Di tengah pertemuan, terdapat pesan menyentuh hati.

Baca Selengkapnya
Tinggal Kenangan, Intip Potret Kebersamaan Bimbim Slank dengan Mendiang Ayah
Tinggal Kenangan, Intip Potret Kebersamaan Bimbim Slank dengan Mendiang Ayah

Kabar duka menyelimuti Bimbim Slank lantaran sang ayah meninggal dunia pada Senin (4/3).

Baca Selengkapnya