Sosok Sanggramawijaya Tunggadewi, Putri Mahkota Kerajaan Medang Kahuripan yang Memilih Jadi Pertapa dan Tak Menikah

Putri mahkota Kerajaan Medang Kahuripan memilih meninggalkan kemewahan duniawi demi tujuan mulia.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Sosok Sanggramawijaya Tunggadewi, Putri Mahkota Kerajaan Medang Kahuripan yang Memilih Jadi Pertapa dan Tak Menikah
Sosok Sanggramawijaya Tunggadewi, Putri Mahkota Kerajaan Medang Kahuripan yang Memilih Jadi Pertapa dan Tak Menikah (Merdeka.com)

Ia meninggalkan kemewahan duniawi demi tujuan besar.

Putri Sulung Raja

Sanggramawijaya Tunggadewi merupakan putri sulung Raja Airlangga. Ia punya dua adik laki-laki yang kelak terlibat perang saudara. Sebagai putri mahkota, Sanggramawijaya justru meninggalkan kerajaan dan melepas semua privilese yang ia miliki.

Jadi Pertapa

Pewaris takhta Kahuripan itu memilih mengundurkan diri dari kerajaan. Meninggalkan kemewahan hidup di istana, sang putri mahkota menjadi pertapa di tempat yang sunyi.

Ia memilih tempat bertapa di Goa Selomangleng yang berada di kaki Gunung Klotok. Suasana di sana sangat sunyi dan cocok bagi misi pertapaan Sanggramawijaya Tunggadewi. Di sana, ia menghabiskan waktu bertapa mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi.

Dewi Kilisuci

Dewi Kilisuci
Dok. Istimewa

Setelah selesai bertapa, ia diberi gelar Dewi Kilisuci yang artinya pertapa yang bersih atau suci. Ia rela mengorbankan segala kemewahan duniawi, takhta kerajaan, dan kekayaan.
Lebih memilih hidup jadi pertapa untuk melindungi masyarakat Kediri dari bahaya.

Legenda Gunung Kelud

Konon, dulu saat dilamar Lembu Suro, Dewi Kilisuci meminta sang pangeran membuat sumur di lereng Kelud. Setelah sumur selesai dibuat, Dewi Kilisuci meminta Lembu Suro masuk ke dalam sumur untuk mengecek kedalamannya. Saat Lembu Suro berada di dalam sumur, Dewi Kilisuci memerintahkan para prajuritnya untuk menimbun sumur tersebut dengan bebatuan sehingga terciptalah Gunung Kelud.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sikap Dewi Kilisuci membuat Lembu Sura marah. Ia mengutuk Kediri, Blitar, dan Tulungagung. Guna menghindari kutukan Lembu Sura, masyarakat Kediri rutin menyelenggarakan selamatan, yaitu Larung Sesaji yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Sura.

(Foto: Instagram @drg.dentadio)

Tak Menikah

Hingga akhir hayatnya, Sanggramawijaya Tunggadewi memilih hidup sendiri dan tak menikah. Mengutip digilib.isi.ac.id, ia juga tak mengalami menstruasi seperti perempuan pada umumnya.

Kepribadian Dewi Kilisuci

Dewi Kilisuci dikenal sebagai sosok yang rendah hati, serta tidak mengharapkan harta dan takhta. Ia dianggap suci karena perbuatan dan perilaku positif.

Rekomendasi