Advertisement
Profil
Inggrid Wenas merupakan alumni Universitas Kristen (UK) Petra Surabaaya atau Petra Christian University (PCU).
Lulus kuliah, ia menginisiasi Studio Desain dan Branding dengan nama Ideologie.
Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra Surabaya, Bing Bedjo Tanudjaja, yang juga dosen Inggrid sewaktu kuliah di UK Petra mengungkapkan, Inggrid adalah mahasiswi yang rajin dan tidak menyerah setiap ada banyak revisi terhadap proyek desain tugas kuliahnya.
Advertisement
Perjuangan
Inggrid menceritakan proses mengikuti sayembara logo HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia yang digelar Kemenparekraf RI bekerja sama dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). Lomba ini menyasar enam kota di Indonesia, salah satunya Surabaya.
Studio Inggrid lulus mewakili Kota Surabaya untuk mengikuti sayembara logo HUT RI.
"Saya bersama tim yang isinya empat orang dikasih waktu satu bulan untuk mendesain logo ini, dari Februari sampai Maret harus sudah jadi desain logo dan elemen logonya harus sudah ada," ungkap Inggrid.
Advertisement
Makna Logo
Inggrid mengungkapkan, pesan makna logo desain HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia yang Ia dan timnya buat ini yakni Indonesia sebagai nusantara negara kepulauan dengan keindahan alam yang elok.
Pada logo yang didesain Inggrid dan timnya terdapar empat garis utama yang bermakna sebagai lambang empat pilar Kebangsaan Indonesia. Empat pilar tersebut adalah NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Jadi seperti aliran sungai yang mengalir. Aliran sungai itu nggak ada yang mengalir ke belakang, semua selalu ke depan. Nah itu harapan dan doa kami, supaya bangsa Indonesia terus maju, dan dinamis. Kenapa empat garis itu berkelok itu? maksudnya adalah dinamis dan elok, tapi tetap empat garis itu berpegang pada empat pilar," jelasnya.
Advertisement
Bikin Bangga
Dosen Inggrid semasa kuliah UK Petra Surabaya bangga karena anak didiknya memenangkan sayembara logo HUT Ke-79 Kemerdekaan Indonesia. Ia memberi apresiasi tinggi karya hasil Inggrid.
"Kebahagiaan seorang guru itu sangat luar biasa ketika ada muridnya yang jauh melebihi gurunya. Itu sudah enggak termilai, kalau buat saya," ungkap Bing Bedjo, Kamis (27/6/2024), dikutip dari situs resmi Kominfo Provinsi Jawa Timur.