Asal-usul Bangkalan Terkenal sebagai Kota Zikir dan Selawat, Bermula dari Kebiasaan Warga Berkumpul

Julukan Kota Zikir dan Selawat untuk Kabupaten Bangkalan tak bisa dipisahkan dari sosok Kiai Fakhrillah Aschal.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Asal-usul Bangkalan Terkenal sebagai Kota Zikir dan Selawat, Bermula dari Kebiasaan Warga Berkumpul
Asal-usul Bangkalan Terkenal sebagai Kota Zikir dan Selawat, Bermula dari Kebiasaan Warga Berkumpul (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dulu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur dikenal dengan sebutan sebagai Kota Salak. Pasalnya, ada beberapa desa di kabupaten ini yang jadi sentra buah salak. Kini, sebutan Kota Salak semakin tak terdengar. Bangkalan pun lebih dikenal sebagai Kota Zikir dan Selawat.

Cikal Bakal

Julukan Kota Zikir dan Selawat untuk Kabupaten Bangkalan tak bisa dipisahkan dari sosok Kiai Fakhrillah Aschal. 

Mengutip situs resmi Ponpes Syaichona Moh. Cholil, dulu Kiai Fakhrillah Aschal ingin Bangkalan memiliki julukan religius ini dengan berjuang melalui jalur formal. Seperti pembuatan peraturan daerah (perda) dan aturan wajib berjilbab bagi pelajar perempuan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ia kemudian mendapatkan arahan dari al-Habib Syaikh bin Abdul Qadir as-Segaf. Menurut al-Habib Syaikh, lebih penting mengajak masyarakat gemar berzikir dan selawat daripada membuat peraturan.

“Kalau sampean ingin menjadikan Bangkalan Kota Selawat, jangan berjuang lewat jalur perda. Ajak masyarakat berselawat sehingga mereka cinta dengan selawat, dengan sendirinya nanti masyarakat yang akan menjadikan Bangkalan kota selawat,” terang al-Habib Syaikh, dikutip dari syaichona.net.

Sejak saat itu, Kiai Fakhrillah Aschal mengumandangkan selawat dari satu tempat ke tempat lain, bersama Ahbabul Musthafa dan Jam’iyah Tariqah asy-Syadziliyah binaannya.

Seiring waktu, masyarakat pun makin sering berkumpul dalam acara selawatan maupun acara keagamaan lain.

Julukan Baru

Mohammad Makmub Ibnu Fuad (saat itu Bupati Bangkalan) memimpin deklarasi Kabupaten Bangkalan mendeklarasikan sebagai Kota Zikir dan Selawat pada 28 Agustus 2015 silam. Deklarasi tersebut digelar di Alun-alun Bangkalan.

Mengutip Liputan6.com, deklarasi menjadi Kota Zikir dan Shalawat adalah langkah menjadikan Kabupaten Bangkalan  lebih baik. Julukan itu diharapkan membuat masyarakat berkomitmen menjadi pribadi muslim yang berakhlak mulia, berhati lembut, serta bersih dari penyakit batin.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Pemkab Bangkalan

Deklarasi Kabupaten Bangkalan sebagai Kota Zikir dan Selawat yang dilakukan sembilan tahun silam dihadiri oleh santri, pengasuh pondok pesantren, ulama, hingga perwakilan dari organisasi massa Islam di Kabupaten Bangkalan.

Harapan

Kiai Fakhrillah Aschal berharap julukan ini membawa berkah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bangkalan.

“Supaya ketika ditemui  kemungkaran di Bangkalan, maka lebih mudah cara menegurnya kepada para pejabat-pejabat, karena sudah ada labelnya (Kota Zikir dan Selawat),” terang Kiai Fakhrillah.

Acara zikir dan selawat yang digelar di Bangkalan atau Madura selalu ramai dihadiri masyarakat

Rekomendasi