Pria Banyuwangi Ajak Para Tetangga Ternak Kambing Perah, Awalnya 10 Ekor Kini Jadi 600 Ekor Auto Kaya Berjemaah

Setiap peternak bisa mengantongi Rp3,75 juta per dua pekan dari hasil menjual susu kambing, belum termasuk keuntungan jika kambing melahirkan

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Pria Banyuwangi Ajak Para Tetangga Ternak Kambing Perah, Awalnya 10 Ekor Kini Jadi 600 Ekor Auto Kaya Berjemaah
Ilustrasi kambing etawa (© 2024 merdeka.com/Indonesia Travel)

Setiap peternak bisa mengantongi Rp3,75 juta per dua pekan dari hasil menjual susu kambing, belum termasuk keuntungan jika kambing melahirkan

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/freepik

Kerja keras Antok (37), pria asal Banyuwangi, Jawa Timur merintis peternakan kambing perah dengan sistem gotong-royong membuahkan hasil manis. Kini, tidak hanya dia yang panen rezeki, para tetangga yang ikut jadi peternak pun memiliki penghasilan menjanjikan.

Merintis Usaha

Antok memulai bisnis peternakan kambing perah pada tahun 2021 silam. Ia membelanjakan uang Rp75 juta sebagai modal awal. Uang itu digunakan untuk membeli 10 ekor kambing jenis sapera dan etawa, serta membangun kandang di area perkebunan kopi.

Selama sekitar satu tahun, kambing-kambing tersebut ia ternak secara mandiri. Seiring berjalannya waktu, jumlah kambing yang dimiliki Antok bertambah banyak. Ia pun mulai mengajak tetangga untuk beternak bersama. 

"Kambing betina yang hamil saya titipkan ke warga untuk dirawat. Nanti hasil susunya saya beli. Kalau kambingnya beranak, hasilnya dibagi," jelasnya, dikutip dari situs banyuwangitourism.com.

Banyak Tetangga Bergabung

Banyak Tetangga Bergabung
© 2024 merdeka.com/Pemkab Banyuwangi

Awalnya hanya satu-dua warga yang bekerja sama dengan Antok. Lambat laun, semaki banyak tetangganya yang berminat beternak kambing perah. Kini, peternak yang bekerja sama dengan Antok tidak hanya warga Telemung yang tinggal satu desa dengannya.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Universitas Airlangga

Ada juga warga dari desa sekitar seperti Pesucen dan Bangsring. Saat ini, ada sekitar 40 peternak yang bekerja sama dengan Antok. Mereka merawat lebih dari 500 ekor kambing perah.

Penghasilan

Setiap peternak yang terdaftar sebagai mitra Avatar Farm milik Antok merawat lebih dari 10 ekor kambing perah. Sementara itu, Antok sendiri merawat 35 ekor kambing. 

"Setiap dua minggu sekali, satu peternak bisa menyetorkan sekitar 250 liter susu segar," jelas Antok, dikutip dari Liputan6.com.

Harga susu kambing di tingkat peternak seharga Rp15 ribu per liter. Artinya, satu peternak bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp3,75 juta per dua pekan.

Menurut penjelasan Antok, susu kambing segar dari ratusan kambing itu ia setor ke pabrik di Yogyakarta. Guna memaksimalkan kualitas dan kuantitas susu kambing perah, Avatar Farm rutin berbagi ilmu budi daya kepada para peternak mitra. Adapun dari hasil penjualan susu, Avatar Farm sebagai pemilik kambing memperoleh bagi hasil dari penghasilan peternak mitra. 

Sementara itu, peternak mitra tidak hanya mendapatkan penghasilan dari penjualan susu kambing. Setiap kali kambing betina melahirkan, mereka akan mendapatkan bagi hasil dari Avatar Farm.

Teladan

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi apa yang dilakukan Antok melalui Avatar Farm. Apalagi ia berhasil mengajak puluhan tetangga menaikkan taraf hidup mereka. Ipuk menuturkan, dunia peternakan memiliki potensi cukup besar jika dijalani serius dan penuh inovasi. Antok, kata Ipuk, bisa jadi teladan bagi orang muda yang ingin terjun ke dunia bisnis peternakan. 

Rekomendasi