Gunung Semeru Kembali Erupsi, Ini 4 Fakta di Baliknya

Warga diminta waspada terhadap bencana susulan akibat letusan Semeru.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Ini 4 Fakta di Baliknya
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Ini 4 Fakta di Baliknya (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gunung Semeru terus bergejolak dalam beberapa pekan terakhir. Terbaru gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada Minggu (31/12) dini hari. Letusannya disertai lontaran abu yang mengarah ke arah selatan dan barat daya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Petugas pos pengataman Gunung Semeru di Gunung Sawur, Lumajang, Ghufron Alwi, mengatakan bahwa erupsi yang terekam pada pukul 01.30 WIB itu tercatat di seismograf memiliki amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 207 detik.

Tinggi Letusan

Menurutnya, tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak Semeru atau sekitar 4..476 meter di atas permukaan laut. Selain itu, selama periode pengamatan Minggu pukul 00.00 hingga 06.00 WIB kawah utama gunung teramati mengeluarkan asap putih tipis setinggi 100 meter dari puncak.

Gempa Gunung Semeru

Dalam kurun waktu itu Gunung Semeru terekam mengalami 11 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitude 12-22 mm selama 71-170 detik, satu kali gempa awan panas letusan dengan amplitudo 22 mm selama 207 detik, dan empat kali gempa embusan dengan amplitudo 4-8 mm selama 50-62 detik.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di samping itu, Gunung Semeru mengalami satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 3 mm selama 267 detik serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8-10 mm selama 52-274 detik.

Status Masih Siaga

Berdasarkan kondisi ini, PVMBG masih menempatkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Warga dilarang untuk beraktivitas di sektor Tenggara terutama di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari puncak.

Imbauan PVMBG

PVMBG juga meminta warga tidak melakukan aktivitas di area berjarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 17 km dari puncak karena berpotensi terkena dampak awan panas dan aliran lahar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu warga juga diminta tidak melakukan aktivitas di area dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terdampak lontaran batu pijar.

PVMBG juga mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta anak-anak sungai di Besuk Kobokan.

Rekomendasi