Intip Kesibukan Perajin Songkok di Lamongan saat Ramadan, Banyak Pesanan dari Luar Jawa, Kantongi Cuan Ratusan Juta Rupiah

Pesanan songkok naik tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Intip Kesibukan Perajin Songkok di Lamongan saat Ramadan, Banyak Pesanan dari Luar Jawa, Kantongi Cuan Ratusan Juta Rupiah
Ilustrasi songkok (© 2024 merdeka.com/Sarung Atlas dan Blibli)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/YouTube Liputan6

Ramadan disebut sebagai bulan berkah karena menjadi ladang rezeki bagi banyak orang, termasuk perajin songkok. Hal ini dirasakan oleh Ahmad Yasir, perajin songkok asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, setiap kali bulan Ramadan tiba.

Banjir Pesanan

Yasir mengungkapkan, pada Ramadan tahun ini pesannnya naik tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa. Pada hari biasa, ia biasanya melakukan pengiriman satu kali. Menjelang maupun saat Ramadan seperti sekarang, ia bisa melakukan pengiriman tiga kali dalam sepekan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Biasanya cuma mengirim 50-60 kodi, menjelang Ramadan tiga kali lipat," ungkap Yasir.

Cuan

Cuan
Dok. Istimewa

Songkok buatan Yasir dan para pekerjanya dijual dengan harga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Harga yang cukup terjangkau jadi salah satu faktor songkok Lamongan banyak diminati konsumen.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada bulan suci seperti sekarang, Yasir banyak mendapat pesanan dari Madura, Lampung, hingga Kalimantan. Mengutip YouTube Liputan6.com, Yasir bisa mengantongi keuntungan ratusan juta dari penjualan songkok pada bulan Ramadan.

Simak kesibukan Yasir dan beberapa pekerjanya membuat songkok secara tradisional di Lamongan.

Perajin Songkok di Jawa Timur

Selain di Kabupaten Lamongan, perajin songkok tradisional yang terkenal di Jawa Timur ada di Kabupaten Gresik. Sebagaimana Yasir, perajin songkok asal Kabupaten Gresik juga kebanjiran pesanan setiap menjelang maupun saat Ramadan tiba.

Mengutip situs NU Online, salah satu perajin songkok di Kabupaten Gresik, Achmad Fathoni sudah  menggeluti usaha kerajinan songkok secara turun-temurun sejak tahun 1967. 

Masuknya model songkok dari berbagai negara seperti Arab Saudi, China, dan Malaysia yang dibuat dengan mesin canggih menjadi tantangan tersendiri bagi perajin songkok tradisional. 

Meski demikian, Fathoni yakin songkok yang terbuat dari tangan selalu mempunyai peminat sendiri dan tidak lengkang oleh waktu. Songkok buatan tangan memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumen.

Kreatif

Munculnya berbagai model songkok di pasaran tidak membuat sejumlah perajin di Gresik putus asa. Perajin songkok rumahan "Awing" di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Kota Gresik mengaku melakukan inovasi agar songkoknya tetap diminati konsumen. 

Salah satunya menambahi kain jala pada sudut atas bagian depan dan belakang songkok. Ide ini muncul karena umumnya pengguna berkeringat, penambahan kain jala bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi peggunanya.

Rekomendasi