Sengaja Bikin Daerah Kekeringan, Begini Kisah Sunan Bonang Ditolak Warga Kediri

Wali yang terkenal dengan dakwah melalui kesenian ini ternyata pernah berdakwah pakai cara kekerasan.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Sengaja Bikin Daerah Kekeringan, Begini Kisah Sunan Bonang Ditolak Warga Kediri
Sunan Bonang (© 2024 merdeka.com/Wikimedia)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Sunan Bonang adalah tokoh penting dalam sejarah Islam di Nusantara. Sebelum cara dakwahnya melegenda, ada kisah kelam di baliknya. Ia pernah ditolak warga Kediri karena berdakwah dengan cara kekerasan.

Kedatangan

Awalnya, Sunan Bonang datang ke Kediri dengan niat tulus untuk menyebarkan ajaran Islam. Saat itu, kedatangannya disambut dengan sikap skeptis karena sebagian besar penduduk Kediri masih memegang teguh agama Buddha dan Hindu. Apalagi ditambah dakwah Sunan Bonang saat itu memakai cara kekerasan, salah satunya sering menghancurkan arca yang dipuja masyarakat setempat. Hal itu membuat warga Kediri semakin getol menolak dakwah Sunan Bonang.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/freepik jcomp

Tak hanya menghancurkan arca, Sunan Bonang juga sengaja mengubah aliran Sungai Brantas yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Akibatnya, daerah yang menolak dakwah Islam Sunan Bonang mengalami kekeringan.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Wikimedia

Akibat berdakwah dengan cara kekerasan, Sunan Bonang ditolak warga Kediri melalui wujud konflik maupun pertarungan fisik. Setelah mendapatkan penolakan terus-menerus, Sunan Bonang pindah ke Demak.

Belajar dari Pengalaman

Penolakan yang dialami Sunan Bonang di Kediri menjadi titik balik perjalanan dakwahnya. Sunan Bonang merenungkan dan menyadari bahwa pendekatan lembut dan asimilatif jauh lebih efektif daripada cara kekerasan yang ia gunakan di Kediri. Mengutip Instagram @tuban_bercerita, berbekal pengalaman dakwahnya yang gagal di Kediri, ia lantas melakukan pendekatan asimilatif (peleburan) corak Islam dalam budaya Jawa. Dia memantapkan kepiawaiannya dalam kesusastraan dan kesenian untuk berdakwah di tempat lain.

Transformasi

Sunan Bonang memutuskan memanfaatkan kesenian dan kebudayaan Jawa sebagai sarana dakwah. Mengutip situs ejournal.iaintuban.ac.id, Dia mengubah tembang-tembang Jawa menjadi sarana penyampaian ajaran Islam. Ia menggubah gending-geding dan memainkannya dengan alat musik Bonang ciptaannya.

Mengutip artikel Merdeka.com, selama berdakwah di Tuban, Jawa Timur, Sunan Bonang mengajarkan tembang-tembang yang berisikan ajaran Islam di dalam Masjid Astana.

Sepulangnya dari masjid, masyarakat menghafalkan tembang itu di rumah. Sanak saudara mereka pun turut menyanyikan tembang itu karena tertarik akan kemerduan lagunya.

Demikianlah cara Sunan Bonang berdakwah sehingga santrinya tersebar di berbagai penjuru Nusantara.

Keberhasilan Dakwah

Keberhasilan Dakwah
© 2024 merdeka.com/freepik

Berkat pendekatan moderat dan asimilatif,  Sunan Bonang berhasil memperluas pengaruh Islam di wilayah-wilayah lain, terutama di Demak. Keberhasilannya membangun Masjid Agung Demak menjadi salah satu bukti nyata dari transformasi dakwahnya.

Rekomendasi