Mengunjungi Pantai Parang Semar Banyuwangi, Dulu Tempat Pembuangan Sampah Kini Destinasi Wisata Cantik

Salah satu daya tarik pantai ini adalah musim penyu bertelur.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Mengunjungi Pantai Parang Semar Banyuwangi, Dulu Tempat Pembuangan Sampah Kini Destinasi Wisata Cantik
Pantai Parang Semar Banyuwangi (© 2024 merdeka.com/Google Maps)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kabupaten Banyuwangi dikenal dengan keindahan alam dan budaya yang memikat. Salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi adalah Pantai Parang Semar di Dusun Purwosari, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung.

Dulu Tempat Pembuangan Sampah

Sebelum terkenal karena eksotisme ombak yang mencirikan pantai selatan, kawasan Pantai Parang Semar dulunya merupakan tempat pembuangan sampah. Saat itu, kawasan pantai ini terbengkalai.

Gotong Royong

Gotong Royong
Dok. Istimewa

Pada tahun 2019, pendeta GKJW Banyuwangi, Trisulo Agus Widodo mengajak masyarakat Dusun Purwosari membersihkan sampah. Setelah pantai bersih, Agus punya ide lain.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Agus mengajak para warga setempat yang tergabung dalam Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) untuk mengelola wisata Pantai Parang Semar. Destinasi ini dibangun dengan konsep wisata edukasi, terutama tentang mencintai lingkungan, melestarikan alam hingga konservasi.

Nama Pantai

Agus menceritakan, nama Parang Semar dilatarbelakangi oleh adanya parang atau karang besar berbentuk menyerupai lakon pewayangan Semar. Karang setinggi sekitar 30 meter itu menjadi penangkal gelombang besar. Mengutip Liputan6.com, pada tahun 1980-an, parang berbentuk semar itu masih menyatu dengan daratan dan bisa dijangkau. Seiring waktu, bibir pantai kian terkikis akibat dampal abrasi. Akibatnya, kini parang berbentuk semar tenggelam di dasar laut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Masyarakat sini mempercayai Parang Semar itu sebagai sebuah petunjuk, karena dinilai dari watak tokoh pewayangan Semar Itu sendiri,” jelas Agus, pengelola wisata Pantai Parang Semar.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk
Dok. Istimewa

Wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Parang Semar cukup membayar uang retribusi sebesar Rp5 ribu. Uang ini dijadikan sebagai dana swadaya untuk pengembangan wisata.

Daya Tarik

Pantai Parang Semar yang fokus pada wisata edukasi dengan menampilkan kelestarian alam. Wisatawan bisa belajar tentang vegetasi seperti pohon mangrove, pohon stigi langka hingga diajak belajar lebih mencintai lingkungan. Pantai ini jadi pilihan cocok bagi pengunjung yang ingin melakukan camping serta membuat kegiatan terkait alam dan peduli lingkungan.

Selain memiliki camping ground, Pantai Parang Semar juga kerap menjadi tujuan penyu bertelur. Pengelola wisata Pantai Parang Semar berharap bisa membuat tempat konservasi penyu sebagai perlindungan telur penyu dari ancaman binatang dan manusia yang kurang bertangung jawab. 

“Di sini (Pantai Parang Semar) biasanya pada bulan 4 sampai bulan 8 musim penyu bertelur,” jelas Agus.

Pengunjung juga tak perlu khawatir kelaparan. Pasalnya, di kawasan pantai ini ada banyak UMKM milik masyarakat sekitar yang menjual makanan dan minuman.

Pantai Parang Semar juga jadi tempat yang cocok untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan tenggelam.

Rekomendasi