16 Oktober Hari Pangan Sedunia, Ini Sejarah dan Cara Memperingatinya

Tak hanya dirayakan untuk mengapresiasi segala jenis makanan luar biasa yang telah Anda konsumsi setiap hari, Hari Pangan Sedunia juga bertujuan untuk menyebarkan kesadaran tentang orang-orang yang harus berjuang keras untuk mendapatkan makanan setiap harinya.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
16 Oktober Hari Pangan Sedunia, Ini Sejarah dan Cara Memperingatinya
Ilustrasi makanan. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Nitr

Tanggal 16 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Hari ini diperingati untuk menandai ulang tahun berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB pada tahun 1945. Banyak organisasi lain yang peduli akan ketahanan pangan seperti Program Pangan Dunia, Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian juga merayakan Hari Pangan Sedunia ini.

Tak hanya dirayakan untuk mengapresiasi segala jenis makanan luar biasa yang telah Anda konsumsi setiap hari, Hari Pangan Sedunia juga bertujuan untuk menyebarkan kesadaran tentang orang-orang yang harus berjuang keras untuk mendapatkan makanan setiap harinya.

Disampaikan oleh Direktur Jendral Organisasi Pangan Sedunia (FAO), Qu Dongyu, ada banyak tantangan ketahanan pangan yang kompleks. "Kita mengalami pandemi selama tiga tahun, di antara krisis ekonomi, konflik dan perang, krisis iklim, terputusnya rantai pasokan internasional, di antaranya meningkatnya ketidaksetaraan dan kenaikan harga pangan," ujarnya dikutip dari YouTube resmi FAO, Sabtu (15/10/2022).

Dirayakan oleh Lebih dari 150 Negara

Ide perayaan Hari Pangan Sedunia diusulkan oleh mantan Menteri Pertanian dan Pangan Hongaria Dr Pal Romany. Sejak itu, Hari Pangan Sedunia dirayakan oleh lebih dari 150 negara di seluruh dunia.

Sebagian besar tema Hari Pangan Sedunia selama bertahun-tahun berkisar pada pertanian dan investasi di sektor ini untuk meningkatkan produksi. Investasi di bidang pertanian, bersama dengan pendidikan dan kesehatan, dapat membantu membalikkan situasi kelaparan.

Dunia saat ini memang tengah menghadapi dua masalah besar. Salah satunya adalah masalah penyediaan makanan sehat yang mempengaruhi baik orang kaya maupun orang miskin yang menyebabkan masalah gaya hidup seperti obesitas dan diabetes, mengutip laman Business Standard.

Di sisi lain, muncul isu kelaparan yang berujung pada malnutrisi, kematian, dan pertumbuhan abnormal pada anak. Hari Pangan Sedunia adalah momentum untuk merayakan sekaligus membangkitkan kesadaran masyarakat dari seluruh belahan dunia agar lebih peduli terhadap isu ketahanan pangan dan menilik lingkungan sekitarnya yang masih berjibaku dengan masalah pangan harian.

Tema Hari Pangan Sedunia 2022

Tema Hari Pangan Sedunia 2022 adalah 'Leave NO ONE behind' dengan bentuk pelaksanaan tema melalui produksi pangan yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik.

Gerakan ini sekaligus menyerukan solidaritas global untuk mengubah sistem agrifood dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, mengatasi ketidaksetaraan, meningkatkan ketahanan, dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

Mengutip laman resmi FAO, aksi kolektif di 150 negara di seluruh dunia membuat Hari Pangan Sedunia menjadi salah satu hari PBB yang paling dirayakan dalam kalender PBB. Ratusan acara dan kegiatan penjangkauan menyatukan pemerintah, bisnis, CSO, media, publik, bahkan pemuda.

Mereka mempromosikan kesadaran dan tindakan di seluruh dunia bagi kalangan yang menderita kelaparan dan kebutuhan untuk memastikan diet sehat untuk semua, tanpa meninggalkan siapa pun (Leave NO ONE Behind).

#Hari Pangan Sedunia 2022 ditandai dengan berbagai tantangan global termasuk pandemi yang sedang berlangsung, konflik, perubahan iklim, kenaikan harga, dan ketegangan internasional. Semua ini mempengaruhi ketahanan pangan global.

Cara Indonesia Memperingati Hari Pangan Sedunia

Salah satu cara masyarakat Indonesia dalam memperingati Hari Pangan Sedunia tercermin dalam penyelenggaraan sebuah festival bertajuk Eathink Market Fest 2022 digelar pada 15-16 Oktober 2022 untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pangan yang berkelanjutan.

Mengutip laman Liputan6, festival yang terbuka untuk umum ini menyoroti efek dari konsumsi makanan yang kurang bertanggung jawab terhadap kesehatan di mana makanan-makanan ini berdampak pada peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, diabetes, dan kanker. 

Hari Pangan Sedunia juga membantu upaya global dalam memerangi limbah yang berasal dari sisa-sisa makanan. Limbah sisa makanan diketahui telah menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah di dunia. Bahkan, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai penyumbang limbah makanan atau Food Loss and Waste (FLW) terbesar di dunia.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap timbunan sampah sisa makanan di Indonesia pada 2000-2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun. Setara dengan 115-184 kilogram per kapita per tahun. Bahkan jumlah tersebut pun setara dengan dampak ekonomi mencapai Rp213 triliun sampai Rp551 triliun per tahun.

Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan masalah limbah makanan sisa ini di Hari Pangan Sedunia, bersamaan dengan kepedulian terhadap distribusi pangan yang kurang merata di kalangan masyarakat, terutama kepada masyarakat kelas bawah dan juga kesadaran akan konsumsi jenis makanan yang dapat membawa dampak membahayakan bagi tubuh.

Rekomendasi