Gejala Kencing Manis yang Patut Diwaspadai, Kenali Juga Penyebabnya

Penting bagi Anda untuk mengenali apa saja gejala kencing manis, guna mendapatkan penanganan yang tepat. Penyakit kencing manis, atau yang juga akrab disebut sebagai penyakit diabetes, adalah salah satu jenis penyakit yang banyak menjangkiti orang-orang dari seluruh dunia. Ini selengkapnya.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Gejala Kencing Manis yang Patut Diwaspadai, Kenali Juga Penyebabnya
ilustrasi diabetes. ©www.huffingtonpost.com

Penting bagi Anda untuk mengenali apa saja gejala kencing manis, guna mendapatkan penanganan yang tepat. Penyakit kencing manis, atau yang juga akrab disebut sebagai penyakit diabetes, adalah salah satu jenis penyakit yang banyak menjangkiti orang-orang dari seluruh dunia.

Kencing manis mengacu pada sekelompok penyakit yang mempengaruhi tubuh menggunakan gula darah (glukosa). Penyebab yang mendasari kencing manis bervariasi menurut jenisnya. Tetapi, apa pun jenis penyakit kencing manis yang Anda miliki, semuanya dapat menyebabkan kelebihan gula dalam darah.

Meski gula darah atau glukosa sangat penting untuk kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel yang membentuk otot dan jaringan, terlalu banyak gula dalam darah dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai gejala kencing manis dan juga penyebabnya, yang menarik untuk Anda ketahui.

Penyebab Kencing Manis

Penyakit kencing manis atau diabetes terdiri dari beberapa jenis, dan masing-masing jenisnya memiliki penyebab yang berbeda. Namun, berikut penyebab penyakit kencing manis secara umum, dilansir dari laman National Institute of Diabetes and Dgestive and Kidney Diseases;

1. Kegemukan, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik

Seseorang berisiko untuk mengembangkan penyakit kencing manis apabila mereka tidak aktif secara fisik dan kelebihan berat badan atau obesitas. Berat badan ekstra terkadang menyebabkan resistensi insulin dan umum terjadi pada orang dengan penyakit kencing manis.

Lokasi lemak tubuh juga berpengaruh. Lemak perut ekstra terkait dengan resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung dan pembuluh darah.

2. Resistensi insulin

Penyakit kencing manis biasanya dimulai dengan resistensi insulin, yang merupakan suatu kondisi di mana otot, hati, dan sel-sel lemak tidak menggunakan insulin dengan baik. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak insulin untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel.

Pada awalnya, pankreas membuat lebih banyak insulin untuk memenuhi permintaan tambahan. Seiring waktu, pankreas tidak dapat lagi membuat cukup insulin, dan kadar glukosa darah pun meningkat sehingga menyebabkan penyakit kencing manis.

3. Gen dan riwayat keluarga

Gen tertentu dapat membuat Anda lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit kencing manis tipe 2. Penyakit ini cenderung diturunkan dalam keluarga. Jika orangtua Anda ada yang menderita kencing manis, kemungkinan besar Anda sebagai anak juga mengidapnya.

Gejala Kencing Manis

Gejala kencing manis bervariasi tergantung pada seberapa banyak gula darah dalam tubuh Anda meningkat. Beberapa orang, terutama mereka yang menderita pradiabetes atau diabetes tipe 2, terkadang tidak mengalami gejala apapun.

Beberapa tanda dan gejala kencing manis yang paling umum menghampiri adalah:

  • Rasa haus yang meningkat
  • Sering buang air kecil
  • Kelaparan yang ekstrem
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Kehadiran keton dalam urine (keton adalah produk sampingan dari pemecahan otot dan lemak yang terjadi ketika tidak ada cukup insulin yang tersedia)
  • Kelelahan
  • Sifat lekas marah
  • Penglihatan kabur
  • Luka yang lambat sembuh
  • Infeksi yang sering terjadi, seperti infeksi gusi atau kulit dan infeksi vagina

Penyakit kencing manis dapat berkembang pada usia berapa pun. Dan karena ada jenis kencing manis yang tak bergejala, ada baiknya Anda selalu mengontrol kadar gula dalam darah Anda secara teratur sebagai langkah preventif.

Jika Anda sudah didiagnosis menderita penyakit kencing manis, setelah menerima diagnosis Anda akan memerlukan tindak lanjut medis yang ketat sampai kadar gula darah Anda stabil kembali.

Cara Mengatasi Kencing Manis

Meski penyakit kencing manis tipe 1 tidak bisa dicegah, namun pilihan gaya hidup sehat dapat membantu mengobati kencing manis tipe lainnya. Berikut cara mengatasi kencing manis lewat perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan:

  • Makan makanan sehat.

Pilih makanan yang rendah lemak dan kalori serta tinggi serat. Fokus pada buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Usahakan untuk mendapatkan variasi pilihan guna mencegah kebosanan.

  • Lebih banyak aktivitas fisik.

Melakukan sekitar 30 menit aktivitas aerobik tipe sedang pada sebagian besar hari dalam seminggu, atau setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang seminggu sekali dapat membantu mengatasi kencing manis memburuk.

  • Turunkan berat badan berlebih.

Jika Anda kelebihan berat badan, melakukan program diet penurunan berat dapat mengurangi risiko diabetes. Namun, jangan mencoba menurunkan berat badan selama kehamilan. Selalu konsultasikan dengan dokter tentang berapa banyak berat badan yang sehat untuk Anda dapatkan selama masa kehamilan.

Untuk menjaga berat badan Anda dalam kisaran yang sehat, fokuslah pada perubahan permanen dalam kebiasaan makan dan olahraga. Motivasi diri Anda dengan mengingat manfaat menurunkan berat badan, seperti jantung yang lebih sehat, lebih banyak energi, dan tingkat kepercayaan diri yang baik.

  • Konsumsi obat.

Obat diabetes oral seperti metformin (Glumetza, Fortamet, lainnya) dapat mengurangi risiko kencing manis tipe 2. Meski demikian, pilihan gaya hidup sehat tetap penting. Periksakan gula darah Anda setidaknya setahun sekali untuk memastikan bahwa Anda tidak mengidap kencing manis tipe 2.

Rekomendasi