Gunung Semeru di Jawa Timur mengeluarkan asap kawah setinggi 500 meter di atas puncak kawah. Asap kawah itu terpantau secara visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru pada periode pengamatan Senin pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.
"Secara visual asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 500 meter di atas puncak kawah," terang petugas PPGA Semeru, Liswanto dalam laporan tertulisnya di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Secara visual gunung api tampak jelas. Selain itu, tercatat adanya guguran sebanyak tiga kali kejadian dengan amplitudo2-4 mm dengan durasi 20-30 detik.
"Status Gunung Semeru pada level III atau siaga, sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi)," imbuhnya, dikutip dari Antara.
Advertisement
Warga Diimbau Tak Lakukan Ini
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Pasalnya, jarak tersebut berpotensi terlanda luasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.
Liswanto menegaskan, masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, ada juga imbauan mengenai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.