Menopause terjadi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut dan tidak dapat lagi hamil secara alami. Menopause biasanya dimulai antara usia 45 dan 55 tahun, tetapi dapat berkembang sebelum atau setelah rentang usia ini.
Menopause dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman, seperti hot flashes dan penambahan berat badan. Bagi kebanyakan wanita, perawatan medis tidak diperlukan untuk menopause.
Menopause adalah proses biologis alami. Tetapi gejala fisik menopause tak dipungkiri dapat sedikit mengganggu aktivitas harian dan kondisi emosional Anda.
Ada banyak perawatan efektif yang tersedia bagi mereka yang kesulitan dalam mengatasi fase awal menopause. Perawatan tersebut mulai dari penyesuaian gaya hidup hingga terapi hormon.
Lantas, apa saja tanda atau gejala menopause yang harus diketahui? Melansir dari mayoclinic.org dan webmd.com, ini dia uraian selengkapnya.
Advertisement
Haid Menjadi Tidak Teratur
Gejala menopause yang pertama adalah fase haid menjadi tidak teratur. Haid yang tak lagi datang secara rutin dan teratur adalah gejala klasik bahwa Anda sedang menuju masa menopause.
Menjelang masa ini, haid terkadang datang lebih sering atau lebih jarang, lebih berat atau lebih ringan, atau berlangsung lebih lama atau lebih pendek dari sebelumnya.
Ketika Anda berada dalam masa perimenopause, sulit untuk memprediksi kapan periode haid berikutnya akan datang. Di masa ini, akan lebih sulit juga untuk mengukur berapa lama haid akan berlangsung atau apakah aliran darah haid akan berat atau ringan.
Anda juga akan sulit untuk hamil selama fase ini, tetapi kemungkinan itu masih ada selama Anda masih mengalami haid. Beberapa obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati kanker juga dapat membuat haid menjadi tidak teratur.
Pendarahan apa pun, bahkan hanya bercak, setelah fase menopause adalah hal yang tidak normal. Untuk itu, Anda perlu berbicara dengan dokter.
Advertisement
Serangan Panas dan Keringat di Malam Hari
Gejala menopause yang kedua adalah munculnya serangan rasa panas dan keluarnya keringat di malam hari. Serangan panas atau hot flashes dapat membuat Anda merasa hangat atau panas tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Kulit dapat memerah dan jantung berdetak lebih cepat. Kemudian, hal ini disusul dengan rasa dingin yang tiba-tiba.
Berkeringat di malam adalah serangan panas yang terjadi saat tidur. Hal ini bisa terjadi dengan sangat intens sehingga membangunkan Anda. Seperti banyak gejala menopause, serangan panas dan keringat malam dapat bervariasi dari wanita ke wanita.
Gejala menopause ini bisa bertahan 1 menit atau 5 menit, bisa ringan atau parah. Bagi beberapa wanita, gejala-gejala ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun setelah mereka berhenti menstruasi hingga waktu yang disebut pascamenopause.
Advertisement
Gangguan Tidur
Gejala menopause yang ketiga adalah gangguan tidur. Bangun di malam hari atau sulit tidur bisa terjadi karena banyak alasan. Tetapi jika Anda biasanya tidak mengalami masalah tidur, hal ini mungkin pertanda bahwa Anda sedang mendekati menopause.
Kadang-kadang, gangguan susah tidur ini bisa juga disebabkan oleh gejala menopause lainnya seperti keringat malam. Jika gangguan tidur yang Anda alami bertahan untuk waktu yang lama dan Anda tidak bisa menemukan alasan tepatnya, disarankan untuk segera menemui dokter agar mendapat penangan medis yang tepat.
Advertisement
Perubahan Suasana Hati
Gejala menopause yang keempat adalah adanya perubahan suasana hati yang cukup intens. Banyak hal yang dapat memengaruhi suasana hati, termasuk perubahan hormon yang terjadi di sekitar masa menopause.
Jika Anda pernah mengalami kecemasan atau depresi di masa lalu, gejala ini mungkin memburuk selama menopause. Jika suasana hati semakin menurun seiring waktu dan tak ada tanda-tanda perbaikan lebih dari beberapa minggu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Bersama-sama, Anda dapat memutuskan perawatan untuk membantu diri agar merasa lebih baik.
Advertisement
Menjadi Pelupa
Gejala menopause yang kelima adalah Anda menjadi mudah lupa. Baik pria maupun wanita dapat memiliki beberapa penyimpangan memori skala kecil selama usia paruh baya.
Biasanya, hal ini bukanlah masalah besar. Mudah lupa dapat berasal tidak hanya dari menopause tetapi juga dari stres. Jika Anda khawatir karena mendapati diri terlalu banyak melupakan berbagai hal dalam keseharian Anda, sebaiknya segera mencari bantuan medis untuk diagnosa lebih lanjut.
Advertisement
Gairah Seks Menurun
Gejala menopause yang keenam adalah menurunnya gairah seks. Beberapa wanita yang berada dalam fase ini mendapati bahwa mereka menjadi kurang tertarik pada seks atau mengalami kesulitan untuk terangsang ketika memasuki masa menopause.
Selama masa menopause, kulit di sekitar vagina menjadi lebih kering. Hal ini bisa membuat seks menjadi sesuatu yang menyakitkan dan menyebabkan luka.
Namun, karena setiap wanita berbeda, ada juga yang malah merasa lebih menikmati seks dan merasa lebih bebas dalam melakukannya karena tidak perlu khawatir tentang hal-hal seperti kehamilan.
Advertisement
Perubahan Fisik
Gejala menopause yang ketujuh adalah adanya perubahan fisik. Saat memasuki masa ini, wanita mungkin akan mendapati rambut dan kulitnya menjadi lebih kering dan tipis. Beberapa wanita bahkan ada yang mengalami kenaikan berat badan selama menopause.
Tubuh juga mungkin berubah sehingga Anda akan memiliki lebih banyak lemak di sekitar pinggang dan lebih sedikit otot secara umum. Anda mungkin juga merasa sedikit lebih sulit untuk bergerak, dengan persendian yang kaku atau persendian yang sakit.
Untuk itu, penting untuk menjaga tubuh agar tetap aktif dan bugar.