Asma adalah salah satu kondisi kesehatan yang umum terjadi dan berpotensi mengancam nyawa. Asma membuat saluran udara menjadi kejang yang menyebabkan sesak di dada. Lapisan saluran udara menjadi meradang dan menghasilkan dahak yang menyebabkan kesulitan bernapas.
Penderita asma dapat mengalami kekambuhan secara berkala akibat paparan pemicu asma seperti olahraga atau paparan udara dingin. Pertolongan pertama pada asma diperlukan ketika seseorang mengalami serangan asma secara tiba-tiba.
Serangan asma adalah memburuknya gejala asma dan fungsi paru-paru. Serangan asma dapat muncul secara perlahan, selama berjam-jam, berhari-hari bahkan berminggu-minggu, atau sangat cepat dalam beberapa menit saja.
Jika seseorang di dekat Anda mengalami serangan asma ringan secara tiba-tiba, Anda dapat mengikuti langkah-langkah pertolongan pertama pada asma berikut ini yang dilansir dari Better Health Channel oleh Departemen Kesehatan Australia. Namun jika serangan asma yang dialami bertambah parah, carilah pertolongan medis segera.
Advertisement
Mengenal Gejala Asma
Secara umum, gejala awal dari asma tidaklah terlalu parah hingga menghambat aktivitas sehari-hari. Tetapi, dengan mengenali tanda-tanda ini, Anda dapat menghentikan serangan asma di kemudian hari dan mencegahnya menjadi lebih buruk. Gejala peringatan dari serangan asma adalah:
- Sering batuk, terutama pada malam hari
- Pengurangan pembacaan peak flow meter
- Mudah sesak napas dan ngos-ngosan
- Merasa sangat lelah atau lemah saat berolahraga
- Mengi atau batuk selama atau setelah berolahraga (asma akibat olahraga)
- Merasa lelah, mudah kesal, atau murung
- Adanya penurunan atau perubahan fungsi paru-paru yang diukur pada pengukur aliran puncak
- Tanda-tanda pilek atau alergi (bersin, pilek, batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala)
- Kesulitan tidur di malam hari
Tingkat keparahan serangan asma dapat naik dengan cepat, jadi penting bagi Anda untuk segera menangani gejala-gejala yang terlihat setelah menyadarinya.
Advertisement
Penyebab dan Faktor Risiko Asma
Sistem kekebalan yang terlalu sensitif membuat saluran udara (saluran bronkial) menjadi meradang dan bengkak saat Anda terpapar pada pemicu tertentu. Pemicu asma berbeda dari orang ke orang. Namun, pemicu serangan asma yang umum meliputi:
- Serbuk sari, hewan peliharaan, tungau jamur dan debu
- Infeksi saluran pernapasan bagian atas
- Asap tembakau
- Menghirup udara dingin dan kering
- Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)
- Stres
Bagi banyak orang, gejala asma bertambah parah dengan infeksi saluran pernapasan, seperti yang disebabkan oleh flu biasa. Beberapa orang mengalami serangan asma yang disebabkan oleh sesuatu di lingkungannya. Terkadang, tidak ada penyebab yang jelas untuk serangan asma.
Siapapun yang menderita asma berisiko mengalami serangan asma. Anda mungkin berisiko tinggi mengalami serangan asma yang serius jika:
- Anda pernah mengalami serangan asma yang parah di masa lalu.
- Anda sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit atau dibawa ke ruang gawat darurat karena asma.
- Anda sebelumnya telah membutuhkan intubasi untuk serangan asma.
- Anda menggunakan lebih dari dua inhaler kerja cepat (penyelamatan) dalam sebulan.
- Serangan asma cenderung datang tiba-tiba sebelum Anda menyadari gejalanya telah memburuk.
- Anda memiliki kondisi kesehatan kronis lainnya, seperti sinusitis atau polip hidung, atau penyakit kardiovaskular atau paru-paru kronis.
Advertisement
Pertolongan Pertama pada Asma
Berikut ini adalah empat langkah pertolongan pertama pada asma yang wajib diketahui:
- Dudukkan penderita asma dengan tegak dan nyaman, kendurkan pakaian yang ketat.
- Berikan empat embusan cairan pereda biru. Pastikan Anda mengocok puffer, memasukkan satu isapan ke dalam pengatur jarak dan minta orang tersebut untuk mengambil empat napas dari setiap isapan melalui pengatur jarak.
- Jika orang tersebut memiliki obat asma seperti inhaler, bantu mereka menggunakannya. Lepaskan tutupnya dan kocok inhaler dengan baik.
- Masukkan inhaler ke dalam spacer. Minta orang tersebut untuk menghembuskan napas sepenuhnya dan meletakkan mulutnya erat di sekitar corong spacer.
- Tekan inhaler sekali untuk mengeluarkan isapan. Minta orang tersebut menarik napas perlahan melalui mulut dan menahan napas selama 10 detik. Berikan total empat isapan, tunggu sekitar satu menit di antara setiap isapan.
- Perlu diingat bahwa usahakan jangan meminjam inhaler milik orang lain. Karena obat di dalamnya mungkin berbeda pada masing-masing orang. Selain itu, menggunakan inhaler milik orang lain dapat berisiko menularkan infeksi.
- Setelah empat isapan, tunggu 4 menit. Jika orang tersebut masih kesulitan bernapas, berikan berikan empat embusan lagi.
- Jika tidak ada perbaikan yang signifikan, berikan empat hingga delapan isapan lahi setiap 20 menit sampai ambulans tiba, hingga 4 jam. Jika Anda masih menunggu bantuan setelah 4 jam, dosis yang dianjurkan adalah empat hingga delapan isapan sesuai kebutuhan setiap 1 hingga 4 jam.
- Jangan salah mengira rasa kantuk sebagai tanda membaiknya serangan asma, karena hali itu bisa berarti asma semakin parah.
- Jangan berasumsi bahwa asma orang tersebut membaik jika Anda tidak lagi mendengar suara mengi.
- Dokter ruang gawat darurat akan memeriksa tingkat keparahan serangan dan memberikan pengobatan, termasuk obat-obatan.
- Penderita asma tersebut dapat dipulangkan atau tinggal di rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut, tergantung pada tanggapan mereka terhadap pengobatan.