Bahas Soal Sahur di Tasbih Ramadan Abah & Leslar, Begini Penjelasan Ustaz Subki

Memasuki bulan Ramadan, umat islam di seluruh dunia tentu sudah sangat familiar dengan kata sahur. Namun, hal ini rupanya bukan hal yang mudah mengingat sepertiga malam terakhir adalah saat-saat tidur yang paling lelap. Beginilah penjelasan ustaz Subki Al Bughury soal keutamaan sahur.

Astuti Dwi Ramadhani
Oleh Astuti Dwi Ramadhani - Reporter
Bahas Soal Sahur di Tasbih Ramadan Abah & Leslar, Begini Penjelasan Ustaz Subki
keutamaan sahur Tasbih Ramadan Abah dan Leslar. ©2021 Merdeka.com/youtube.com

Memasuki bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia tentu sudah sangat familiar dengan kata sahur. Sahur merupakan bangun di sepertiga malam terakhir untuk makan dan minum yang menjadi bekal puasa seharian.

Namun, hal ini rupanya bukan hal yang mudah mengingat sepertiga malam terakhir adalah saat-saat tidur yang paling lelap. Tak heran jika banyak orang yang merasa malas untuk bangun dan makan sahur.

Namun dalam acara Tasbih Ramadan Abah & Leslar, ustaz Subki menjelaskan soal keutamaan sahur. Mau tahu? Begini penjelasan ustaz Subki Al Bughury soal keutamaan sahur.

Pada episode ini, Rizky Billar pun menanyakan soal sah tidaknya sahur jika seseorang hanya meminum air putih saja. Ustaz Subki pun menjawab dengan jelas.

“Sahur itu paling baik dilakukan di sepertiga malam yang terakhir. Nah kemudian, dia mau makan nasi atau makan berat silakan. Dan paling tidak kalau misalnya dia terlambat, itu paling tidak meminum air itu dia sudah dianggap mendapat keberkahan sahur,” jawab ustaz Subki.

Lantas Lesty juga bertanya kenapa saat puasa kita diwajibkan untuk sahur. Ustaz Subki pun menjelaskan jika sebenarnya sahur adalah sunah.

“Sebenernya nggak harus. Nabi sendiri melewati hari-hari Ramadan kadang tanpa sahur. Tapi saat umatnya mau nyontoh puasa nggak pake sahur, katanya ‘jangan, aku nggak sama dengan kalian’. Tapi kita sangat dianjurkan untuk sahur karena dapat berkah dan juga menguatkan badan kita,” jelasnya lagi.

Ustaz Subki juga menjelaskan soal batas waktu kita diperbolehkan makan saat sahur. Mungkin sebagian orang akan mengatakan jika batas kita diperbolehkan makan adalah saat imsak. Namun ternyata bukan lho.

“Kalau orang zaman dulu tu nggak kenal sahur. Misal mereka tidur jam 10 malem ya mereka baru boleh makan waktu ketemu buka. Nah ini adalah rahmat untuk umat ini ada makan di waktu sahur. Jadi sebelum azan subuh kita masih boleh makan,” jelasnya lagi.

Rekomendasi