Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Mohammad Nasih menyatakan pihaknya menemukan lima kombinasi obat yang lebih efektif atasi COVID-19 dibandingkan obat lainnya.
Dikutip dari Antara (15/6), Nasih menjelaskan bahwa obat yang dimaksud bukan obat baru. Melainkan obat-obat yang sudah ada sebelumnya.
Advertisement
Bukan Obat Baru
"Kami bukan mencari obat baru, tapi masyarakat, dokter sekarang kan bisa coba-coba. Bayangkan, mana ada dokter menangani COVID-19 yang tidak menggunakan obat secara coba-coba. Nah, kami memberikan rekomendasi ini yang paling efektif dibanding obat lainnya," jelas Nasih di Surabaya, Senin (15/6).
Menurut Nasih, untuk periode jangka pendek, lima kombinasi obat yang sudah beredar di pasaran itu cukup efektif mengatasi COVID-19. Terlebih penelitiannya juga memiliki perkembangan bagus.
"Tidak harus menjadi obat baru. Yang penting dari kita adalah fungsionalnya," lanjutnya.
Advertisement
Langkah Praktis dan Taktis
Unair tidak melakukan uji coba ke makhluk hidup atau in vitro pada lima kombinasi obat COVID-19 yang ditemukan. Pilihan itu dilakukan karena uji coba membutuhkan waktu lama, sedangkan Indonesia perlu ada obat yang efektif dalam penanganan COVID-19.
"In vitro itu butuh waktu lama. Dari prinsipnya kan begitu. Kalau menunggu delapan bulan untuk uji klinis dan lain-lain, COVID-19 keburu pergi, sehingga harus ada langkah praktis dan taktis yang dilakukan," kata Prof Nasih.
Kendati tidak dilakukan uji coba ke mahkluk hidup, Nasih menjelaskan bahwasanya dalam meneliti keefektifan kombinasi lima obat COVID-19 tersebut, pihaknya melakukan langkah yang sangat hati-hati dan cermat.
Advertisement
Tahapan Penelitian
Pengujian yang dilakukan Unair yakni dengan menumbuhkan berbagai jenis sel yang menjadi sel target jenis virus. Seperti sel paru, sel ginjal, sel trakea, sel liver sebagai tempat untuk menumbuhkan sel virus SARS-CoV-2 yang merupakan sel COVID-19 asli Indonesia, yang didapatkan dari Institute of Tropical Disease (ITD) Unair.
"Kalau kita pakai tahapan yang itu (in vitro) ya tahun depan baru selesai," tutur Nasih.