Puskesmas dan RS di Surabaya Diminta Tetap Buka saat Lebaran, Ini Alasannya

DPRD Kota Surabaya meminta puskesmas dan RS di kota setempat tetap buka selama libur Lebaran 2022. Ini alasannya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Puskesmas dan RS di Surabaya Diminta Tetap Buka saat Lebaran, Ini Alasannya
RSUD dr Soetomo. ©2014 Merdeka.com

Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Surabaya meminta layanan kesehatan di seluruh Puskesmas dan rumah sakit di kota tersebut tetap beroperasi saat libur Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah.

"Surabaya masih belum bisa dikatakan bebas dari Covid-19, masyarakat tetap harus patuh pada protokol kesehatan," imbau Ketua Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, Rabu (27/4).

Lebih lanjut, DPRD Kota Surabaya mengimbau puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap agar mengatur jadwal tugas para nakes, sehingga saat cuti bersama atau libur Lebaran, layanan kesehatan tetap beroperasi.

Permintaan DPRD Surabaya kepada Puskesmas dan RS di kota setempat agar tetap buka yakni sebagai antisipasi jika ada warga yang membutuhkan layanan kesehatan, petugas Puskesmas dapat memberikan penanganan dengan cepat meskipun dalam situasi cuti bersama. 

Khusnul menegaskan, selain layanan kesehatan di Puskesmas, layanan rumah sakit juga perlu tetap beroperasi di masa libur panjang lebaran 2022. 

Puskesmas dan RS diminta tetap buka selama libur Lebaran 2022 agar penanganan pascapandemi Covid-19 di sektor kesehatan tetap terjaga. Sehingga setelah Lebaran program Pemkot Surabaya bertajuk "Gass Pool" untuk pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

“Untuk ‘gass pool’ ekonomi diperlukan kondisi pasar di mana mobilitas masyarakat tidak lagi tersekat PPKM,” terangnya, mengutip dari ANTARA. 

Selain layanan kesehatan, fokus Pemkot Surabaya setelah Lebaran ialah pemulihan ekonomi. Hal ini ditunjukkan dengan postur APBD Surabaya di mana 40 persennya dialokasikan untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Jadi, kami minta kepada warga agar tetap patuh terhadap prokes, baik yang akan mudik maupun tidak mudik,” pungkas Khusnul.

Rekomendasi