Penyebab Bronkitis Kronis Serta Cara Mencegahnya, Tangani Secepat Mungkin
Merdeka.com - Ada kalanya kamu perlu waspada jika saat ini mengalami batuk yang berkepanjangan dengan adanya lendir berwarna kuning keabu-abuan ataupun kehijauan. Bisa jadi, kamu sedang terkena bronkitis.
Memang, di masa pandemi virus corona seperti saat ini, kita dituntut untuk selalu waspada begitu diri kita sendiri ataupun orang lain di sekeliling kita sedang mengalami gangguan kesehatan. Satu di antara gangguan kesehatan yang bisa mucnul adalah batuk.
Batuk yang terutama berjenis batuk kering dapat menjadi gejala atau awal dari berbagai penyakit. Namun, jika batuk sendiri telah menghasilkan lendir berwarna kuning keabu-abuan ataupun berwarna kehijau-hijauan, maka waspada hal ini merupakan satu dari penyebab bronkitis kronis.
Mungkin bagi beberapa orang, masih ada yang belum mengetahui mengenai perihal bronkitis. Bronkitis kronis sendiri juga berbeda dari asma serta pnemonia.
Bronkitis sendiri merupakan suatu peradangan pada cabang tenggorokan (bronkus) di paru-paru. Sementara bronkus adalah pipa tabung pernapasan, yang merupakan cabang trakea atau batang tenggorokan.
Trakea berfungsi membawa oksigen ke paru-paru, baik kanan maupun kiri. Dinding bronkus memproduksi lendir sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk menangkap debu atau partikel lain yang dapat menyebabkan iritasi. Saat terjadi penyakit bronkitis, iritasi dan peradangan membuat dinding bronkus memproduksi lebih banyak lendir.
Agar dapat mengetahui dengan rinci, berikut ini kami telah rangkum penyebab bronkitis kronis serta cara mencegahnya, yang dilansir dari Bola.com:
Jenis Penyakit Bronkitis

©medicalnewstoday.com
Sebelum kita mengetahui penyebab bronkitis kronis itu sendiri, kita juga wajib tahu bahwa bronkitis sendiri sebetulnya miliki beberapa macam jenis penyakitnya. Bronkitis sendiri dapat dibedakan menjadi 2 yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis.
Bronkitis akut adalah suatu peradangan yang terjadi sementara. Gejala bronkitis akut, seperti batuk dan produksi lendir yang berlebih. Hal ini dapat berlangsung hingga tiga minggu. Infeksi akut ini dapat menyerang semua golongan usia.
Namun, anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun merupakan golongan yang lebih sering terkena bronkitis akut. Penyakit bronkitis akut ini lebih sering akan terjadi saat tiba musim dingin dan juga kerap berkembang setelah sakit tenggorokan serta flu.
Sedangkan, bronkitis kronis sendiri merupakan batuk produktif yang menghasilkan banyak lendir. Penyakit bronkitis jenis ini dapat berlangsung selama tiga bulan dalam setahun dan setidaknya terjadi dalam dua tahun beruntun.
Bronkitis kronik lebih berpeluang menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun dan terkadang berhubungan dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Gejala Penyakit Bronkitis Kronis

©www.essentialoilspedia.com
Penyebab bronkitis kronis juga tak akan terlepas dari berbagai gejala yang timbul yang dapat kita ketahui. Gejala bronkitis lainnya mirip dengan flu biasa atau sinusitis.
Ada juga gejala bronkitis lainnya yang perlu kamu ketahui, seperti:
Penyebab Bronkitis Kronis
Penyebab bronkitis kronis sendiri dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Bronkitis yang disebabkan virus lebih banyak terjadi. Virus yang sering menyebabkan bronkitis umumnya adalah virus flu biasa. Virus ini terdapat pada lendir yang berada pada hidung atau mulut seseorang ketika bersin atau batuk.
Lendir bervirus ini dapat menyebar pada orang lain yang berada hingga kisaran jarak satu meter. Bronkitis juga bisa terjadi karena bahan yang mengiritasi seperti kabut asap, asap rokok, produk rumah tangga, butiran debu, tekstil (serat kain), amonia, asam kuat, dan klorin.
Rokok merupakan penyebab utama bronkitis kronis. Tak hanya menyerang perokok aktif, bronkitis bisa menyerang perokok pasif.Setiap isapan rokok akan berpotensi merusak bulu-bulu kecil yang ada di dalam paru-paru yang disebut dengan rambut silia.
Setelah beberapa lama, kandungan rokok bisa menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus. Saat ini sedang terjadi, kotoran tidak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru membuat sistem pernapasan menjadi lebih rentan terserang infeksi.
Langkah Pencegahan Bronkitis Kronis
Penyebab bronkitis kronis sendiri memang dapat kita kenali melalui gejalanya. Namun, jika kita juga mengetahui mengenai apa saja langkah pencegahan yang dapat dilakukan juga akan lebih baik.
Satu di antara langkah yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari penyakit bronkitis adalah dengan rajin mencuci tangan. Hal ini dapat membantu mencegah serta menurunkan risiko bronkitis. Kamu juga bisa mengenakan masker hidung-mulut yang memadai jika bekerja di tempat yang banyak mengeluarkan bahan iritan seperti serat kain atau asap.
Vaksin flu juga dianggap bermanfaat untuk menurunkan risiko bronkitis kronis. Selain itu, berhenti merokok sangat dianjurkan. Asap dan bahan kimia dalam rokok dapat membuat bronkitis kronis menjadi makin parah. Merokok dan menjadi perokok pasif merupakan faktor risiko tinggi penyebab bronkitis kronis dan PPOK.Makin dini menghindari kedua hal tersebut, maka akan makin baik manfaatnya bagi kesehatan paru-paru.
(mdk/raf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya