Niat Sholat Sunnah Mutlak Beserta Tata Cara dan Waktu Pelaksanaannya

Senin, 8 Agustus 2022 16:30 Reporter : Edelweis Lararenjana
Niat Sholat Sunnah Mutlak Beserta Tata Cara dan Waktu Pelaksanaannya Ilustrasi salat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Sholat sunnah mutlak adalah salah satu amalan pelengkap penambah pahala yang dapat dikerjakan oleh umat muslim. Jika Anda bertanya-tanya apa itu sebenarnya sholat sunnah mutlak, maka artikel ini akan mencoba menyajikan jawabannya kepada Anda.

Sholat sunnah mutlak secara definisi adalah sholat sunnah yang dilakukan tanpa terikat oleh waktu, mengutip NU Online. Sholat sunnah mutlak juga dilaksanakan tanpa ada sebab tertentu dan tanpa jumlah rakaat yang tertentu, tak seperti sholat wajib 5 waktu.

Sholat sunnah mutlak juga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja dengan catatan tidak dilaksanakan pada waktu-waktu yang dilarang seperti setelah sholat subuh, ashar, dan waktu istiwa’ selain di Tanah Haram, Makkah. Berikut informasi selengkapnya mengenai sholat sunnah mutlak, yang penting untuk diketahui.

2 dari 4 halaman

Hukum Sholat Sunnah Mutlak

Melansir laman NU Online, disebutkan bahwa dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda;

الصَلَاةُ خَيْرُ مَوْضُوْعٍ فَمَنْ شَاءَ اِسْتَكْثرْ وَمَنْ شَاءَ اِسْتَقلْ

Artinya: “Sholat adalah sebaik-baiknya apa yang yang disyariatkan. Barang siapa yang berkehendak maka perbanyaklah dan barang siapa yang berkehendak maka sedikitkanlah” (HR Ibnu Hibban).

Para ulama ahli fiqih menjadikan hadis ini sebagai landasan hukum bahwa pelaksanaan sholat sunnah mutlak memiliki hukum sunnah. Sebagai ibadah sunnah, maka sholat ini jika dikerjakan akan mendapat pahala namun jika tidak dikerjakan pun tak akan mendapat dosa.

Mengacu pada hadit tersebut pula, nampak bahwa sholat sunnah mutlak adalah salah satu dari sekian banyak ibadah sunnah dalam agama Islam yang dianjurkan. Hal ini karena amalan-amalan sunnah seperti sholat sunnah mutlak dapat menjadi manifestasi bahwa dengan melaksanakannya, maka seorang umat muslim menunjukkan adanya keinginan untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT. Sholat sunnah mutlak juga mampu meningkatkan derajat seorang umat di mata Allah SWT.

3 dari 4 halaman

Niat dan Tata Cara Sholat Sunnah Mutlak

Seperti saat hendak mengerjakan sholat lainnya dalam Islam, Anda diwajibkan untuk melafalkan bacaan niat terlebih dahulu. Berikut ini adalah bacaan niat sholat sunnah mutlak, dilansir dari dream.co.id;

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى  

Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla  

Artinya: “Saya niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Pembacaan niat sholat sunnah mutlak sebenarnya tak harus ditentukan (menggunakan kata mutlak), juga tak harus menyebutkan kata sunnah (sunnatan). Namun, cukup dengan mengucapkan lafal ushalli (saya sholat).

Hanya saja, meski bukan sebuah keharusan, penyebutan niat seperti yang tertulis di atas dianggap lebih baik karena setiap pekerjaan yang disertai dengan niat akan memiliki nilai yang lebih baik dan lebih sempurna (Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Bairut: Darul Fikr, 2005], halaman 55).

Untuk tata cara sholat sunnah mutlak sebenarnya takjauh berbeda dengan tata cara sholat wajib dan sunnah pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada bacaan niat saja. Untuk bilangan rakaatnya, Anda bisa mengerjakan dalam dua rakaat salamdan dapat diulang dengan jumlah yang tak terbatas.

Dari Ibnu Umar RA, ada seseorang yang mendatangi Nabi SAW dan bertanya, ‘Bagaimana cara sholat di malam hari?’ Beliau menjawab: “Dua rakaat-dua rakaat, dan jika khawatir mendekati Subuh, kerjakanlah witir satu rakaat, sebagai pengganjil untuk semua sholat yang telah dikerjakan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk sholat sunah mutlak yang dikerjakan siang hari, bisa juga dikerjakan empat rakaat dengan salam sekali, tanpa duduk tasyahud awal.

4 dari 4 halaman

Waktu Pelaksanaan Sholat Sunnah Mutlak

Untuk waktu pelaksanaannya, sholat sunnah mutlak bisa Anda lakukan pada malam hari atau siang hari. Yang terpenting, tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang sebagaimana seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Dan, perlu diketahui bahwa sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari lebih diutamakan. Pun untuk tempat pelaksanaannya, dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja (Imam Nawawi, Raudhatuth Thalibin, [Baitu: Darul Kutub al-Ilmiah, 1996], juz 1, halaman 338).

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Paling utamanya sholat (sunnah) setelah sholat wajib adalah sholat (yang dilakukan) di malam (hari).”

Melalui hadis tersebut, Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairami al-Mishri (1131-1221 H) menyampaikan bahwa sholat malam yang dimaksud adalah sholat sunnah mutlak yang dilakukan saat malam hari, dan bukan pada siang hari.

Artinya, meski telah disebut bahwa waktu pengerjaan sholat sunnah mutlak tak terikat oleh waktu alias bisa dilakukan kapan saja, melaksanakannya di malam hari lebih dianjurkan karena memiliki keutamaan yang lebih besar (Syekh Sulaiman al-Bujairami, Hasiyatul Bujairami alal Khatib, [Bairut: Darul Minhaj, 2000], juz IV, halaman 9).

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini