Mengenal Penyakit Anoreksia, Kondisi Gangguan Makan yang Berbahaya Bagi Tubuh
Merdeka.com - Tubuh yang sehat ideal secara fisik dapat dilihat dan dinilai dari penampilan luar seseorang. Penilaian setiap orang tentunya berbeda, namun secara umum orang biasanya menilai tubuh yang sehat dan ideal melalui postur tubuh, sikap dan tutur kata serta interaksi orang tersebut dengan orang lain.
Hampir tidak ada gadis remaja yang terobsesi untuk mempunyai bentuk tubuh yang gemuk. Bahkan para remaja ini rela untuk menahan lapar melakukan diet yang ketat demi tercapainya cita-cita mendapatkan tubuh yang 'ideal'.
Obsesi media massa terhadap para model bertubuh kurus telah memberikan kontribusi bagi perkembangan gangguan makan pada gadis-gadis remaja. Penyakit gangguan makan disebut anoreksia nervosa.
Pada artikel ini, akan dibahas secara lengkap mengenai penyakit anoreksia nervora atau gangguan makan yang banyak dialami oleh para gadis remaja yang terobsesi untuk memiliki tubuh yang langsing serta 'ideal'.
Mengenal Penyakit Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa merupakan salah satu gangguan makan (eating disorder) yang banyak diderita wanita. Orang yang mengidap anoreksia memiliki ketakutan yang berlebih jika berat badannya naik. Mereka akan berusaha menguruskan badan, dan tidak menyadari bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan kecenderungan anoreksia nervosa dan berujung pada kematian.
Anoreksia nervosa ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat, penyimpangan pandangan terhadap tubuh, ketakutan ekstrem menjadi gemuk, dan perilaku makan yang sangat terganggu.
Pencitraan diri pada penderita AN dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi) dan memengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya.
Anoreksia Sebagai Gangguan Psikologis
Gangguan makan merupakan kondisi psikiatrik dengan akibat psikologis dan medis yang serius. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders mengklasifikasikan tiga jenis gangguan makan yaitu anorexia nervosa (AN), bulimia nervosa (BN), dan binge-eating disorder (BED).
AN merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal. Pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGT, hingga disfungsi hati akut pada tingkat lanjut.
Gejala Penyakit Anoreksia
Penderita gangguan makan anoreksia biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti di bawah ini;
Faktor Penyebab Penyakit Anoreksia
Adapun faktor penyebab gangguan makan anorexia nervosa adalah sebagai berikut;
1. Faktor sosio-kultural
Tekanan yang berlebihan pada wanita muda untuk mencapai standar. Kurus yang tidak realistis menyebabkan seseorang lalu mengalami penyakit anoreksia atau gangguan makan. Hal ini dilakukan demi memenuhi ekspektasi sosial mengenai bagaimana seharusnya bentuk tubuh seseorang.
2. Faktor psikologis
Diet yang kaku atau sangat membatasi dapat mengakibatkan berkurangnya kontrol yang diikuti dengan pelanggaran diet dan menghasilkan makan berlebihan yang bersifat bulimik. Selain itu, terdapat pula ketidakpuasan pada tubuh, yang memicu dilakukannya cara-cara yang tidak sehat untuk mencapai berat badan yang diinginkan.
Merasa kurang memiliki kontrol atas berbagai aspek kehidupan selain diet juga menjadi penyebabnya. Kesulitan berpisah dari keluarga dan membangun identitas individual dan adanya kebutuhan psikologis untuk kesempurnaan dan kecenderungan untuk berfikir secara dikotomis/hitam putih juga adalah penyebab seseorang menderita anoreksia.
3. Faktor keluarga
Keluarga dari pasien gangguan makan seringkali memiliki karakteristik yang sama yaitu adanya konflik, kurang kedekatan dan pengasuhan, serta gagal dalam membangun kemandirian dan otonomi pada diri anak perempuan mereka.
Dari perspektif sistim keluarga, gangguan makan pada anak perempuan dapat memberi keseimbangan pada keluarga yang disfungsional dengan mengalihkan perhatian dari masalah keluarga ataupun masalah pernikahan.
4. Faktor biologis
Adanya ketidakseimbangan yang mungkin terjadi pada sistem neurotransmitter di otak yang mengatur mood dan nafsu makan. Selain itu ada pula kemungkinan pengaruh genetis.
Dampak Anoreksia
Menderita penyakit anorexia dapat mengganggu kestabilan kerja sistem tubuh sehingga menimbulkan beberapa dampak buruk, antara lain; penyusutan tulang, kehilangan mineral, rendahnya suhu tubuh, detak jantung yang tidak teratur, gangguan permanen terhadap pertumbuhan badan, rawan terkena osteoporosis, bahkan juga bulimia nervosa.
Selain itu, ada dampak lebih buruk lagi apabila seorang penderita anoreksia mengonsumsi laksatif karena laksatif sangat berbahaya bagi tubuh. Laksatif adalah substansi yang akan memaksa tubuh mengeluarkan cairan serta makanan yang masih diproses di dalam usus sehingga nutrisinya tidak terserap sempurna. Penggunaan laksatif dalam jangka panjang bisa mengakibatkan gangguan permanen pada kestabilan sistem pencernaan serta menyebabkan tubuh kekurangan banyak nutrisi.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya