Mengenal Bhaksi, Harimau Kebun Binatang Lamongan yang Viral karena Tampak Kurus
Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, rekaman video harimau tampak kurus sempat viral di media sosial hingga mendapat beragam respons dari warganet. Dikutip dari instagram @kementerianlhk (9/9), harimau yang terekam dalam video tersebut merupakan Bhaksi, harimau sumatra yang berada di lembaga konservasi Maharani Zoo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Menindaklanjuti tersebarnya video tersebut, Tim Wild Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur meninjau Lembaga Konservasi Maharani Zoo dan Goa untuk memastikan kondisi Bhaksi.
Badannya Sehat

©2020 Merdeka.com/Instagram @kementerianlhk
Tim WRU BBKSDA Jatim melakukan pengamatan terhadap kondisi dan morfologi harimau Sumatra dari jarak dekat. Dari hasil pengamatan tersebut, diketahui Bhaksi yang usianya mencapai 15 tahun memiliki banyak guratan di wajah dan pelipis matanya. Selain itu, rumbainya juga telah mengalami penipisan. Meski demikian, kondisi badannya sehat dan tidak kurus.
Berdasarkan data catatan medis satwa, tidak dijumpai adanya indikasi penurunan kesehatan maupun pengurangan pemberian pakan dan nutrisi lainnya. Semua diberikan sesuai porsi dan takaran untuk satwa usia tersebut.
Perawatan Satwa Tua

Instagram @ndorobeii ©2020 Merdeka.com
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Ditjen KSDAE KLHK, drh. Indra Exploitasia, M.Si. mengimbau pihak pengelola lembaga konservasi supaya lebih memperhatikan pengelolaan satwa berusia tua.
“Seluruh Lembaga Konservasi mempunyai kewajiban terkait pengelolaan satwa dengan memperhatikan kesejahteraan satwa, kepada seluruh pengelola Lembaga Konservasi di Indonesia, Khusus Lembaga Konservasi Maharani Zoo dan Goa agar lebih memperhatikan pengelolaan satwa usia tua, lebih intensif baik memantau kondisi kesehatannya, perlakuan khusus pada nutrisi, menjaga kestabilan kondisi badan sampai dengan penyediaan area khusus bagi perawatan satwa tua,” imbaunya.
Menurut dr. Indra, masing-masing satwa koleksi khusus jenis karnivora memiliki spesifikasi penanganan pakan dan kesehatan yang harus disesuaikan dengan Body Condition Scoring (BCS). Sehingga satwa berusia tua bisa mencapai kondisi idealnya, yang berbeda dengan kondisi ideal satwa muda atau dewasa. Prinsip kesejahteraan hewan diharapkan menjadi pedoman utama mengelola lembaga konservasi.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya