Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lontong Rumo Gresik, Diolah dari Bahan Seadanya Kini Jadi Kuliner Legendaris

Lontong Rumo Gresik, Diolah dari Bahan Seadanya Kini Jadi Kuliner Legendaris Lontong Rumo Gresik. ©2021 Merdeka.com/jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id

Merdeka.com - Saat mendengar nama Gresik, ingatan tak bisa dilepaskan dari ragam kulinernya. Nama Lontong Rumo mungkin masih kalah populer dibandingkan dengan Nasi Krawu, padahal kuliner inilah yang justru murni lahir di Gresik.

Lontong Rumo berasal dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dulu, desa ini dikenal sebagai kawasan tambak bandeng dan tambak garam. Namun, kini desa tersebut menjadi kawasan pabrik.

Sejarah Lontong Rumo

lontong rumo gresik

©2021 Merdeka.com/jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id

Konon, dulu ada seorang perempuan yang kesusahan memenuhi kebutuhan hidup. Lalu, ia mendapat saran dari seseorang yang dianggap sakti untuk berjualan.

Perempuan tersebut kemudian membuat olahan makanan dari bahan-bahan yang ada di dapur. Makanan itu kemudian dijajakan dengan cara berkeliling. Saat keliling kampung itulah, sang penjual meneriakkan nama “Lontong Romo”. Sejak saat itu, makanan ini mulai dikenal masyarakat Desa Roomo dan sekitarnya.

“Makanan ini sudah tidak asing lagi di lidah saya, zaman masih kecil, ini merupakan menu favorit untuk sarapan. Dulu selalu ada di pagi hari mulai pukul 05.30 sampai sekitar pukul 10.00. Harganya pun murah meriah, zaman tahun 1990-an, hanya Rp250dan itu bikin kenyang,” ungkap lelaki paruh baya yang mengaku bernama Cumi, dikutip dari Majalah PUSPA Edisi 35, Desember 2013.

Ciri Khas

lontong rumo gresik

©2021 Merdeka.com/jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id

Kuliner ini wujudnya mirip bubur, namun bukan bubur. Biasanya disajikan dengan lontong atau nasi, sehingga ada pula yang menyebut kuliner ini sebagai Sega Rumo alias Nasi Rumo.

Makanan ini berupa lontong/nasi yang ditaruh di atas pincuk daun pisang. Di atasnya terdapat sayur kucuk (sejenis kangkung yang tumbuh di sawah) dan disiram dengan bubur berwarna coklat kemerahan.

Saat ini, sayur kucuk sangat sulit ditemukan, sehingga banyak penjual Lontong Rumo menggantinya dengan daun singkong.

Ciri khas Lontong Rumo terletak pada bubur penyiramnya. Bubur ini dibuat dari tepung beras, santan kelapa, tumbukan udang, cabai merah, bawang dan rempah-rempah lainnya.

Kelezatan Lontong Rumo dilengkapi dengan taburan kelapa sangria dan remasan kerupuk rambak.

Eksistensi Lontong Rumo

lontong rumo gresik

©2021 Merdeka.com/jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id

Lontong Rumo biasanya dijual pada pagi dan sore hari. Kebanyakan penjual menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling dari kampung ke kampung. Tak heran jika menemukan kuliner ini terbilang susah-susah gampang.

Sebenarnya, ada yang menjajakan dengan cara menetap di pinggir jalan, selasar toko, atau di ujung gang. Namun, jumlahnya sangat sedikit.

Selain itu, kini Lontong Rumo cukup sulit ditemui di Desa Rumo, daerah asalnya. Penjualnya bisa dihitung dengan jari. Meski demikian, para pencinta kuliner khas daerah bisa juga menemukannya di Desa Sukodono, kawasan Pasar Gresik Kota.

Jika mampir ke Gresik, kuliner ini teramat sayang dilewatkan begitu saja. Selain rasanya yang nikmat dan khas, harganya juga relatif terjangkau.  

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP