Lingkungan yang Kotor dan Tidak Sehat Akan Mengakibatkan Penyakit, Ini Ulasannya
Merdeka.com - Anda pasti sudah tahu bahwa lingkungan yang kotor dan tidak sehat akan mengakibatkan banyak penyakit dan masalah sosial seperti sampah yang menggunung, bau tak sedap, dan sebagainya. Kondisi ini akan sangat memengaruhi kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.
Mengamati lingkungan yang kotor dan tidak sehat akan mengakibatkan kemunculan banyak pertanyaan mengenai mengapa hal tersebut bisa terjadi? Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap keadaan lingkungan tersebut? Dan bagaimana cara mengatasinya?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, diperlukan kesadaran diri terlebih dahulu akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat bagi kebaikan sendiri maupun bersama. Jika seseorang sudah paham tentang keutamaan hidup bersih dan sehat, maka akan lebih mudah baginya untuk menyadari adanya penyimpangan dari kondisi fisik lingkungan di sekitarnya.
Lingkungan yang Kotor dan Tidak Sehat Akan Mengakibatkan Penyakit
Lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena mereka tinggal atau bekerja di lingkungan yang kotor dan tidak sehat, mengutip health.org. Keberadaan polutan di lingkungan yang kotor dan tidak sehat akan mengakibatkan banyak masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.
Faktor-faktor yang memengaruhi masalah kesehatan tersebut di antaranya adalah pencemaran udara, air, dan tanah. WHO juga merujuk pada asap rokok, paparan bahan kimia, perubahan iklim, dan radiasi ultraviolet sebagai penyebab lainnya. Faktor lingkungan tersebut berkontribusi pada lebih dari 100 jenis penyakit dan cedera di masyarakat.
Masyarakat berpendapatan rendah lebih cenderung tinggal di daerah yang tercemar dan memiliki akses ke sumber air minum yang tidak aman. Dan, anak-anak serta wanita hamil berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan terkait polusi di daerah ini.
Dan memang, jumlah kematian tertinggi terkait lingkungan yang kotor dan tidak sehat berasal dari negara berpenghasilan rendah hingga menengah di Asia Tenggara, Pasifik Barat, dan Afrika. WHO juga melaporkan persentase kematian yang tinggi terkait dengan penyakit kardiovaskular dan kanker. Kasus-kasus ini ditemukan di negara-negara berpenghasilan tinggi di Eropa, Amerika Selatan, dan Amerika Utara.

ilustrasi ©2013 Merdeka.com/arie basuki
Mengutip WHO, lingkungan yang sehat menopang populasi yang sehat. Jika negara tidak mengambil tindakan untuk membuat lingkungan tempat masyarakat hidup dan bekerja menjadi sehat, jutaan orang akan terus jatuh sakit dan mati muda.
Melacak sumber polutan lingkungan adalah kunci untuk mencari tahu di mana dan bagaimana masyarakat bisa sampai terpapar polutan. Hukum dan kebijakan pemerintah untuk mengurangi berbagai jenis polusi adalah sarana utama yang dapat membantu mencegah banyak masalah kesehatan yang serius dan menekan angka kematian akibat hal ini. Itulah kenapa menjaga agar tidak terjadi lingkungan yang kotor dan tidak sehat itu penting.
Dampak Lingkungan yang Kotor dan Tidak Sehat dan Cara Mengatasinya
Lingkungan yang kotor dan tidak sehat akan mengakibatkan banyak dampak buruk. Dampak buruk tersebut dapat memengaruhi manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Salah satu dampak lingkungan yang kotor dan tidak sehat adalah pencemaran air.
Air dapat tercemar ketika sampah rumah tangga dan limbah industri dibuang ke sungai atau pabrik. Pembuangan sampah dan limbah di sumber air juga dapat menghambat proses air tanah yang sangat penting bagi manusia.
Pencemaran air sebagai akibat dari lingkungan yang kotor dan tidak sehat masih banyak terjadi di kawasan-kawasan pemukiman padat penduduk atau desa-desa yang sulit dijangkau. Dampak lain dari lingkungan yang kotor dan tidak sehat adalah perkembangbiakan berbagai bakteri dan virus pembawa penyakit.
Untuk itu, terdapat beberapa cara sederhana yang dapat Anda lakukan guna mengatasi lingkungan yang kotor dan tidak sehat di sekitar, yakni:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya