Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sopir Ambulans hingga Kepala Dinas di Jatim Meninggal Covid-19, Ini Kronologinya

Sopir Ambulans hingga Kepala Dinas di Jatim Meninggal Covid-19, Ini Kronologinya Ambulans JSPS Pemkot Bengkulu Antar Pasien Kanker Payudara ke Rumah Sakit Palembang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Probolinggo Sudiman (52) meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan medis di RSUD dr Moh. Saleh.

Dilansir dari Liputan6.com, Sudirman dirawat di RSUD dr. Moh. Saleh sejak Minggu (4/10). Ia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (7/10) kemarin.

Kabar duka sejenis juga datang dari Kota Surabaya. Seorang sopir ambulans Puskesmas Medokan Ayu Surabaya Alil Arof juga meninggal karena Covid-19. Begini kronologi lengkapnya.

Kondisinya Sempat Membaik

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo, dr Abraar Kuddah memberikan keterangan terkait kronologi berpulangnya Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat.

"Beliau dibawa ke ruang isolasi, kami berikan oksigen, injeksi, obat radiomavir. Pada hari Senin, 5 Oktober 2020 mengambil plasma (aferesis), kemudian terapi konvalesen pada Selasa, 6 Oktober 2020," ujar dr Abraar Kuddah di Probolinggo, Rabu (7/10/2020), seperti dikutip dari Antara.

dinas pertanian ketahanan pangan dan perikanan kota probolinggo

©2020 Merdeka.com/Miftahul Ulum Store

Saat dirawat pertama kali, saturasi oksigen Sudirman 68 persen, sedangkan seseorang dalam kondisi normal memiliki saturasi oksigen 96 hingga 100 persen. Ia mengalami vibrosis di kedua parunya, selain itu hasil IGM (Immunoglobulin) dan IgG reaktif.

"Pada hari Senin, 5 Oktober 2020, kondisi Sudiman sempat membaik. Tes usap dilakukan pada Senin, 5 Oktober 2020 pagi dan sore, hasilnya sudah keluar dan dinyatakan positif Covid-19," lanjutnya.

Imbauan kepada Warga Kota Probolinggo

Selanjutnya, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo itu meminta seluruh masyarakat tidak menghakimi pasien Covid-19.

"Saya berharap kepada masyarakat Kota Probolinggo tidak menghakimi pasien Covid-19 adalah aib. Stop stigma dan judge pasien Covid-19 adalah aib," ujar dia.

ilustrasi covid 19

Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Abraar mengatakan tenaga kesehatan tidak pernah memberikan stigma seperti itu. Sebaliknya, justru masyarakat yang menghakimi demikian. Pihaknya pun memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak meremehkan Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Virus corona itu memang benar-benar ada dan tidak perlu menyikapi berlebihan, namun juga jangan meremehkan. New normal hidup lebih sehat yakni istirahat cukup, makan yang bergizi dan periksakan diri saat sakit," pintanya.

Sopir Ambulans Meninggal karena Covid-19

Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyampaikan kabar duka mengenai sopir ambulans Puskesmas Medokan Ayu Surabaya, bernama Alil Arof yang tutup usia akibat terpapar Covid-19.

"Iya benar, meninggalnya Selasa 6 Oktober kemarin siang karena terpapar COVID-19," ujar Febri, Rabu (7/10/2020).

ambulans jsps pemkot bengkulu antar pasien kanker payudara ke rumah sakit palembang

©2020 Merdeka.com

Menurut keterangan Febri, almarhum sempat dirawat di RSUD dr Soewandhie selama 12 hari. Sebelum akhirnya meninggal dunia di usia 43 tahun.

"Dirawat di Soewandhie mulai 25 September, meninggal karena ada penyakit penyerta, asma sama hipertensi," ungkapnya.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP