Lilik Sugiawati, lansia asal Kota Madiun, Jawa Timur sangat akrab dengan rumah sakit. Sudah puluhan tahun ia membaktikan dirinya menjadi penunggu pasien di rumah sakit. Sudah banyak orang merasakan uluran tangan Lilik.
Advertisement
Sudah 30 tahun Lilik menyediakan jasa menunggu pasien di rumah sakit. Jalan ini dipilih karena pengalamannya di masa silam. Saat anaknya kecelakaan, Lilik seorang diri menunggui sang buah hati di rumah sakit. Saat itu, ia merasa sangat kerepotan karena tidak ada yang membantu. Pengalaman itu membuat Lilik paham bahwa menjaga pasien di rumah sakit butuh waktu dan tenaga. Sementara itu, tidak semua orang bisa melakukannya.
Sejak saat itu, Lilik bertekad akan membantu siapapun yang membutuhkan uluran tangan. Ia bahkan siap 24 jam menunggu pasien di rumah sakit jika memang dibutuhkan.
Advertisement
Lansia yang tinggal di Kelurahan Winongko tidak mematok tarif khusus untuk orang yang menggunakan jasanya.
"Seiklhasnya, sesuai kemampuan keluarga pasien," ungkapnya, mengutip madiuntoday.id.
Khusus wilayah Madiun, Lilik membebaskan para pengguna jasa membayar berapapun. Namun, jika menunggu pasien di rumah sakit luar kota, ia punya tarif tersendiri. Hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan.
Advertisement
Sudah banyak pasien yang ia rawat selama di rumah sakit. Di antara mereka ada yang sekarang bak saudara Lilik sendiri.
Nenek yang memiliki enam cucu itu mengaku akan terus membantu orang lain selama dirinya masih sehat. Kini, meski usianya sudah tidak muda, Lilik masih segar bugar.
Advertisement
Lilik membeberkan rahasia segar bugar meski usianya sudah tua. Rupanya, ia rutin mengonsumsi jamu tradisional.
"Juga menjaga kesehatan psikis dengan menjauhi masalah, tidak memikirkan yang tidak perlu," terangnya.