Ketua DPRD Surabaya Tegaskan Sedekah Bumi Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman, Ini Katanya

Minggu, 7 Agustus 2022 11:45 Reporter : Rizka Nur Laily M
Ketua DPRD Surabaya Tegaskan Sedekah Bumi Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman, Ini Katanya Kirab Sedekah Bumi. ©2014 merdeka.com/Imam Mubarok

Merdeka.com - Masyarakat di sejumlah wilayah di Kota Surabaya Jawa Timur rutin menggelar sedekah bumi setiap tahun.

Merespons masih kuatnya tradisi budaya warisan leluhur itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menyatakan bahwa sedekah bumi harus tetap lestari.

"Sedekah Bumi adalah ungkapan rasa syukur dari masyarakat terhadap Tuhan YME atas seluruh keberkahan dan keselamatan selama ini," tutur Adi Sutarwijono saat menghadiri malam tirakatan sedekah bumi di eks-Pedukuhan Jurang Indah RW 3 Kelurahan Putat Gede Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya, Sabtu (6/8/2022) malam.

2 dari 3 halaman

Merawat Adat Istiadat

sedekah bumi warga tanah merah

©©2012 Merdeka.com/imam buhori

Saat menyampaikan sambutan dalam acara tersebut, Adi menekankan pentingnya merawat adat istiadat warisan leluhur. 

Untuk itu, DPRD Kota Surabaya mendukung agar budaya-budaya lokal terus hidup. Merawat adat istiadat sedekah bumi, kata dia, memperkuat gotong-royong di kalangan masyarakat.

"Kami wariskan kepada generasi-generasi penerus, yang melanjutkan pelestarian budaya-budaya," ujar Adi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini, dikutip dari Antara.

3 dari 3 halaman

Tak Lekang oleh Zaman

ilustrasi tumpeng
©2020 Merdeka.com/solusicatering.com

Ketua RT 1 RW 3 Jurang Indah Kelurahan Putat Gede, Sutanto menjelaskan, sedekah Bumi di wilayahnya diselenggarakan rutin setahun sekali. Kegiatan tersebut merupakan adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur.

Menurut dia, budaya sedekah Bumi harus terus dirawat serta tidak boleh hilang seiring kemajuan zaman. 

"Zaman boleh berubah tetapi budaya harus tetap dilestarikan. Tanpa dukungan warga masyarakat tidak mungkin acara bisa terselenggara," ujar dia.

Malam itu, suasana guyub dan gotong-royong begitu kentara di eks-Pedukuhan Jurang Indah. Warga berduyun-duyun berkumpul di halaman balai pertemuan. Mereka membawa tumpeng dari rumah dari rumah masing-masing. Setelah didoakan, tumpeng-tumpeng itu dinikmati bersama-sama.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini