Ketahui Penyebab Cacingan pada Anak Beserta Gejalanya, Kenali dan Cegah Secepatnya
Merdeka.com - Cacingan pada anak adalah salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi, terutama di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Bahkan, penyakit infeksi cacingan diketahui sebagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan masalah status ekonomi sosial penduduk.
Cacingan merupakan salah satu di antara 10 besar penyakit anak. Dampak cacingan pada anak yaitu dapat menurunkan kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas penderitanya sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian.
Cacingan menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia (Departemen Kesehatan, 2006).
Cacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh masuknya parasit berupacacing ke dalam tubuh manusia. Cacing yang sering menginfeksi tubuh manusia terdiri atas dua golongan besar yaitu Platyhelminthes dan Nemahelminthes. Platyhelminthes terdiri dari Cestoda dan Trematoda, sedangkan Nemahelminthes adalah Nematoda.
Beberapa faktor umum penyebab cacingan pada anak adalahkebersihan lingkungan, kebersihan pribadi, penyediaan air bersih, kebersihan lantai rumah, penggunan jamban sehat, serta kebersihan makanan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab cacingan pada anak yang perlu diketahui agar dapat dilakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.
Penyebab Cacingan pada Anak
Infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah adalah salah satu infeksi paling umum di seluruh dunia dan mempengaruhi komunitas miskin dan tertinggal. Infeksi ini ditularkan melalui telur yang ada di kotoran manusia yang pada gilirannya mencemari tanah di daerah yang sanitasinya buruk.
Spesies utama yang menginfeksi manusia adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale,mengutip dari World Health Organization (WHO)
Anak-anak bisa terkena cacingan jika telur cacing yang ada di tangan tertelan secara tidak sengaja. Ini mungkin terjadi jika mereka bersentuhan dengan orang yang terkena cacing atau dengan debu, mainan, atau sprei yang terinfeksi cacing. Setelah tertelan, telur masuk ke usus kecil anak-anak, di mana mereka menetas dan bertelur lebih banyak di sekitar anus. Hal ini bisa membuat pantat anak menjadi sangat gatal. Terkadang cacing masuk ke vagina anak perempuan dan membuat area ini menjadi gatal juga. Jika anak-anak menggaruk pantatnya lalu menyentuh mulutnya, mereka bisa menelan telur lagi, menyebabkan siklus ini berulang.
Sudah jelas bahwa penyebab cacingan pada anak adalah kurangnya kebersihan di sekitar, dan ketidaksengajaan memegang hal-hal yang kotor. Penyebab cacingan pada anak yang lain adalah karena mengonsumsi daging yang kurang matang dari hewan yang terinfeksi, seperti sapi, babi, atau ikan. Mengutip dari healthline.com, penyebab cacingan pada anak selanjutnya juga meliputi:
Cacing gelang biasanya ditularkan melalui kontak dengan tanah dan kotoran yang terkontaminasi. Setelah mengonsumsi zat yang terkontaminasi, parasit masuk ke usus. Kemudian mereka berkembang biak dan tumbuh di usus. Begitu mereka berkembang biak dan menjadi lebih besar dalam jumlah dan ukuran, gejala mungkin muncul. Jika anak-anak menyentuh barang-barang di sekitar rumah tanpa mencuci tangan, telur tersebut bisa menyebar ke orang lain di rumah juga.
Gejala Cacingan pada Anak
Infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah tersebar luas di banyak wilayah. Cacingan menghasilkan berbagai gejala termasuk manifestasi usus (diare, sakit perut), malaise umum dan kelemahan.
Cacing tambang menyebabkan kehilangan darah usus kronis yang mengakibatkan anemia. Kebanyakan infeksi cacing kremi tidak akan menimbulkan gejala apa pun. Tetapi, mengutip raisingchildren.net.au, tanda-tanda dan gejala cacingan pada anak secara umum biasanya meliputi;
Beberapa gejala langka lainnya termasuk:
Anak yang cacingan mungkin juga mengalami disentri. Disentri adalah ketika infeksi usus menyebabkan diare dengan darah dan lendir di dalam tinja. Cacing usus juga bisa menyebabkan ruam atau gatal di sekitar rektum atau vulva. Dalam beberapa kasus, cacing akan keluar dari tinja saat buang air besar.
Cara Mengatasi Cacingan pada Anak
Mengutip dari rch.org.au, untuk mengetahui penyebab cacingan serta cara mengobati dan mengatasinya, Anda sebagai orang tua dapat berkonsultasi dengan apoteker tentang pilihan pengobatan yang dijual bebas. Obat-obatan seperti pyrantel (Combantrin) atau mebendazole (Banworm) sangat aman dan sering direkomendasikan. Ikuti petunjuk pada paket, dengan mengingat tindakan pencegahan khusus dapat diberikan untuk anak di bawah usia dua tahun dan wanita hamil.
Jika peru, obati semua anggota keluarga juga meskipun mereka tidak menunjukkan gejala apa pun. Orang dewasa juga bisa terkena cacing kremi. Sayangnya, infeksi cacing kremi berulang sangat umum terjadi. Untuk membantu mengurangi hal ini dan mencegah cacing kremi menyebar ke orang lain, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan berikut:
Jika Anda telah mencoba pengobatan cacing kremi untuk anak dan gejalanya belum membaik, bawalah ke dokter umum. Dokter akan memeriksanya dan mungkin akan melakukan tes darah atau feses (kotoran). Bawa juga anak Anda ke dokter jika:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya