Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Intip Keseruan Nyandran di Makam Dewi Sekardadu, Warga Naik Perahu Menuju Tepi Laut

Intip Keseruan Nyandran di Makam Dewi Sekardadu, Warga Naik Perahu Menuju Tepi Laut Warga Balongdowo Kabupaten Sidoarjo nyadran ke makam Dewi Sekardadu. ©2023 Merdeka.com/Instagram @dolordarjo

Merdeka.com - Warga Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur berbondong-bondong naik perahu menuju makam Dewi Sekardadu yang terletak di tepi laut bagian ujung timur Kabupaten Sidoarjo pada Minggu (12/3/2023). Mereka hendak melakukan ziarah di makam ibunda Sunan Giri yang selama ini dihormati sebagai salah satu tokoh berpengaruh di daerah tersebut pada masa lalu.

Ziarah kali ini bukan ziarah biasa, melainkan nyadran atau tradisi memohon berkah dengan cara berdoa di makam tokoh dan dilanjutkan dengan makan bersama. Acara yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang itu diikuti oleh masyarakat dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga lansia.

Mereka tampak antusias naik perahu menyusuri sungai sembari membawa berbagai penganan menuju areal makam Dewi Sekardadu. Bahkan antusiasme itu tidak hanya tampak dari warga Desa Balongdowo yang hendak nyadran ke makam Dewi Serdadu, tetapi juga para warga yang daerahnya dilintasi perahu. Tak sedikit warga yang menonton dari atas jembatan bagaimana iring-iringan perahu membawa para warga Desa Balongdowo menyusuri sungai.

Kisah Hidup Dewi Sekardadu

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh SIDOARJO | dolorDARJO (@dolordarjo)

Masyarakat Sidoarjo mungkin sudah akrab dengan kisah mengenai Dewi Sekardadu. Ibu Sunan Giri itu adalah putri Raja Blambangan Banyuwangi, Menak Sembuyu.

Dia menikah dengan Syekh Maulana Ishak, laki-laki yang menyembuhkan penyakit yang bersarang di tubuh Dewi Sekardadu. Namun, ia kemudian terpisah dengan sang suami karena ulah Patih Bajul Sengara.

"Konon, ceritanya putra Dewi Sekardadu diculik dan dihanyutkan ke laut. Lalu ditemukan oleh nahkoda kapal dan diserahkan kepada pemilik kapal, yakni Nyi Ageng Pinatih seorang pengusaha kaya dari Gresik," jelas Eny Widijaningsih, pemerhati sejarah Sidoarjo.

Kemudian, putra Dewi Sekardadu diasuh Nyi Ageng Pinatihg diberi nama Joko Samodra. Anak laki-laki itu kemudian dikirim untuk belajar ke Surabaya, tepatnya di Pondok Pesantren Ampeldenta yang diasuh Sunan Ampel.

"Dewi Sekardadu akhirnya keluar dari istana untuk mencari putranya. Ada beberapa versi cerita tentang perjalanan pencarian Dewi Sekardadu mencari putranya," ungkap Eny, dikutip dari akun Instagram @dolordarjo, Minggu (12/3).

Meninggal Dunia

Ada cerita bahwa Dewi Sekardadu menumpang kapal menuju Kota Surabaya berharap mendapatkan informasi mengenai keberadaan buat hatinya. Namun, kapal yang ditumpangi dihantam ombak dan tenggelam.

Tubuh Dewi Sekardadu ditemukan oleh nelayan dan dibawa pulang ke Desa Kepetingan, Kabupaten Sidoarjo. Di sanalah akhirnya Dewi Serdadu tinggal menetap.

Cerita versi lain mengatakan bahwa usai Dewi Sekardadu mengetahui anaknya diculik dan dihanyutkan ke laut, dia mengejar putranya dengan menceburkan diri ke laut. Nahas ia tenggelam dan jasadnya terbawa ombak menuju Kabupaten Sidoarjo.

Konon, jasad Dewi Sekardadu didorong beramai-ramai oleh ikan keting hingga ke tepi pantai. Dari peristiwa tersebut, tempat itu kemudian dinamakan Ketingan atau Kepetingan.

Dewi Sekardadu dimakamkan di sana. Pemerhati sejarah Sidoarjo menjelaskan, banyak orang mengunjungi makam Dewi Sekardadu untuk berziarah dan berdoa, terutama pada upacara Nyadran.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP