Heboh Kasus Pelajar Titipan Warnai PPDB 2022 Sidoarjo, Pengakuan Sekolah Tuai Sorotan

Kamis, 30 Juni 2022 13:55 Reporter : Rizka Nur Laily M
Heboh Kasus Pelajar Titipan Warnai PPDB 2022 Sidoarjo, Pengakuan Sekolah Tuai Sorotan Ilustrasi pelajar SMP. ©2022 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 di masing-masing wilayah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menerapkan sistem zonasi.

Sistem ini diharapkan menjamin penerimaan peserta didik baru berlangsung objektif, transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan berkeadilan demi mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kini pelaksanaan sistem zonasi PPDB di Kabupaten Sidoarjo diperluas. Kebijakan tersebut menimbulkan berbagai dugaan kecurangan.

2 dari 3 halaman

Dugaan Pelajar Titipan

ilustrasi siswa smp

©2021 Merdeka.com/dikominfo.purbalinggakab.go.id

Salah satu sekolah yang diduga curang dalam pelaksanaan PPDB 2022 di Kabupaten Sidoarjo adalah SMP Negeri 2 Candi. 

Bahkan, Humas SMP Negeri 2 Candi Kabupaten Sidoarjo tidak menampik dugaan terjadinya kecurangan di satuan pendidikan tersebut.

"Saat ini ada berbagai titipan dari berbagai sumber agar tetap lolos," ujarnya, dikutip dari akun Instagram @beritaseputarsidoarjo, Rabu (29/6/2022).

Dia menambahkan, ada lebih dari 10 pelajar titipan dari berbagai sumber yang dipicu adanya perluasan zonasi ini.

“Adanya perluasan zonasi sekarang ini, kami hanya melaksanakan tugas dari Dinas pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Perlu Pengawasan Ketat

arab saudi
rt.com ©2014 Merdeka.com

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Zahlul Yussar mengungkapkan, pelaksanaan program zonasi sudah sesuai peraturan. 

“Apabila implementasinya salah, perlu dievaluasi dan dibenahi biar lebih baik lagi," tegasnya.

Menurut dia, pemerintah daerah dan para pihak terkait seharusnya waspada dan mengawasi dengan ketat pelaksanaan zonasi. Terlebih kasus pelajar titipan sudah sering terjadi. Beberapa kasus diduga masih memiliki hubungan kerabat atau keluarga dengan pemangku kebijakan di daerah. 

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini