Gubernur Jatim: Surabaya dan Malang Raya Zona Merah Corona
Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa menyebut Malang Raya dan Surabaya dalam status zona merah virus corona. Hal ini lantaran dua kota tersebut ada yang sudah positif virus corona.
"Surabaya dan Malang raya sudah ada yang positif (corona) sehingga masuk dalam kategori zona merah," ujarnya, Jumat (20/3).
Ia menambahkan, selain Surabaya dan Malang Raya, sejumlah daerah yang telah terdapat orang berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ditentukan dalam wilayah berkategori zona kuning.
"Yang sudah teridentifikasi atau ada sebaran PDP, maka dia sudah masuk kategori zona kuning," ujarnya.
Demi melindungi masyarakat dari resiko covid-19, maka Pemprov mengimbau agar pengelola lokasi ibadah dan setiap masyarakat di Jatim untuk memperhatikan informasi kondisi kedaruratan bencana penyakit akibat covid-19 dalam memutuskan pelaksanaan ibadah salat Jumat.
"Dan untuk yang melaksanakan supaya benar-benar memastikan untuk menjaga lokasi ibadah dari resiko penyebaran corona," tambahnya.
Salat Jumat Ditiadakan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comIa pun menegaskan, untuk pelaksanaan salat jumat di lingkungan instasi pemerintahan diganti dengan ibadah salah Dhuhur di kediaman masing-masing.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah meminta bantuan pada Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, maupun Lantamal, untuk turut melakukan tracing. "Saya dapat kabar dari pak Kapolda, bahwa akan ada tim yang di BKO kan untuk membantu melakukan tracing," tandasnya.
Terhitung hingga Kamis (19/3), pasien positif corona di Jatim sudah berjumlah 9 pasien, orang dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga turut naik. Pada Rabu (18/3) kemarin masih 11 orang naik menjadi 36 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari awalnya 29 orang kini menjadi 91 orang.
Jumlah PDP terbanyak yakni di Kota Malang delapan orang, Surabaya tujuh orang, Tulungagung empat orang dan Jember serta Sidoarjo masing-masing tiga orang.
Sedangkan ODP terbanyak tercatat di Surabaya yakni 17 orang, Malang dan Jember masing-masing enam orang, Sidoarjo sembilan orang, dan Mojokerto lima orang.
(mdk/paw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya