Gubernur Jatim Imbau Warga Sembelih Hewan Kurban di Rumah Potong, Ini Alasannya

Selasa, 28 Juni 2022 09:35 Reporter : Rizka Nur Laily M
Gubernur Jatim Imbau Warga Sembelih Hewan Kurban di Rumah Potong, Ini Alasannya Penyembelihan Hewan Kurban di RPH Dharma Jaya. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Masyarakat yang berada di wilayah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Jawa Timur (Jatim) diimbau untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di rumah potong hewan (RPH).

"Umat Islam yang berniat kurban dan berada di daerah wabah atau terluar dan daerah terduga PMK, diharapkan penyembelihannya di RPH setempat," imbau Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin (27/6).

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah wabah PMK, kata dia, pihak takmir masjid, musala, atau panitia kurban bisa menitipkan pembelian, penyembelihan dan distribusi hewan kurban kepada Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, atau lembaga lain yang memenuhi syarat.

2 dari 3 halaman

Cara Aman Sembelih Hewan Kurban

penyembelihan hewan kurban di rph dharma jaya

©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Sementara itu, jika ada keterbatasan jumlah, jarak, dan kapasitas RPH, maka penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di luar. Ketentuannya, penyembelihan hewan kurban harus dilakukan di area yang luas dan direkomendasikan instansi terkait.

Panitia penyembelihan hewan kurban juga diminta membatasi kehadiran pihak-pihak selain petugas penyembelihan hewan kurban dan orang yang berkurban.

Selanjutnya, petugas wajib menerapkan protokol kesehatan saat melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan hingga pendistribusian daging serta memastikan kesehatan hewan kurban melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Mantan Menteri Sosial RI itu juga mengingatkan umat Islam untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai kriteria yang diatur syariat.

"Paling penting, jaga agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan," imbaunya, dikutip dari Antara.

3 dari 3 halaman

Kriteria Hewan Kurban

hewan kurban
REUTERS

Pemerintah Pusat juga telah memberikan penjelasan sebagaimana tertuang pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi.

Menurut surat edaran tersebut, kriteria hewan kurban terdiri dari jenis hewan ternak yang meliputi unta, sapi, kerbau, dan kambing yang cukup umur. Rinciannya, unta minimal umur lima tahun, sapi dan kerbau minimal umur dua tahun dan kambing minimal umur satu tahun.

Hewan kurban juga harus dalam kondisi sehat. Kriterianya antara lain tidak menunjukkan gejala klinis PMK seperti lesu, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak termasuk lidah, gusi, hidung, dan teracak atau kuku.

Selain itu, tidak mengeluarkan air liur berlebihan dan tidak cacat, misalnya buta, pincang, patah tanduk, putus ekor atau daun telinganya rusak kecuali yang disebabkan untuk memberi identitas. 

Kemudian, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada waktu yang disyaratkan, yaitu Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) dan Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini