Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala Sindrom Tourette, Simak Penyebab dan Cara Mengobatinya

Gejala Sindrom Tourette, Simak Penyebab dan Cara Mengobatinya Ilustrasi anak sedih. ©Shutterstock.com/mayur kotlikar

Merdeka.com - Sindrom Tourette merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang melakukan tic. Tic terjadi apabila orang tersebut membuat gerakan dan suara yang tidak disengaja. Misalnya, berulang kali mengedipkan mata, mengangkat bahu, mengeluarkan suara yang tidak biasa atau kata-kata yang menyinggung.

Gejala Sindrom Tourette umumnya muncul pada saat kanak-kanak, yakni antara usia 2 tahun hingga 15 tahun. Tidak ada obat untuk Sindrom Tourette, akan tetapi terdapat perawatan medis yang dapat dilakukan untuk mengelola gejala.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala Sindrom Tourette hingga pengobatan yang dapat dilakukan, simak penjelasannya berikut ini:

Mengenal Sindrom Tourette

ilustrasi anak sakit perut

©parenting.in

Sindrom Tourette adalah suatu kondisi gangguan saraf yang ditandai dengan munculnya tic, yakni gerakan tak terkontrol dan suara yang tidak disengaja. Tic dapat berupa gerakan atau suara yang sederhana maupun kompleks.

Penderita Sindrom Tourette mengalami penumpukan ketegangan ingin melakukan suatu gerakan atau mengeluarkan suara yang tak tertahankan dan akhirnya harus dilakukan. Sindrom Tourette menjadi semakin sulit untuk dikontrol apabila penderitanya sedang mengalami kelelahan, stres, atau kecemasan.

Gejala Sindrom Tourette biasanya muncul di awal masa kanak-kanak, dan bisa berlangsung sepanjang hidup terutama apabila gejala sindrom Tourette yang dialami berlangsung hingga satu tahun. Meskipun demikian, gejala-gejalanya bisa membaik seiring bertambahnya usia.

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan gejala Sindrom Tourette, namun terdapat beberapa terapi dan obat yang bisa membantu mengelola gejalanya. Sehingga orang yang mengidap Sindrom Tourette bisa hidup normal seperti orang lainnya.

Gejala Sindrom Tourette

Gejala Sindrom Tourette seringkali disalahartikan sebagai tanda kelainan perilaku atau kebiasaan gugup, yang sebenarnya tidak. Gejala Sindrom Tourette yang paling utama adalah tic, yakni gerakan yang tidak terkontrol dan suara yang tidak disengaja.

Tic ini bisa berupa gerakan sederhana atau gerakan kompleks, dan suara yang tidak disengaja bisa berupa suara yang tidak bermakna atau suara yang lebih kompleks. 

Tic pada gejala Sindrom Tourette dapat berupa gerakan sederhana atau gerakan kompleks, bergantung pada orang yang mengalami kondisi ini. Berikut adalah beberapa contoh gejala tic sederhana dan kompleks pada Sindrom Tourette:

  1. Tic gerakan sederhana meliputi:

  • Mengedipkan mata secara terus-menerus atau memicingkan mata 

  • Menggerakkan hidung atau bibir

  • Menggerakkan bahu

  • Merentangkan leher atau menggelengkan kepala

  • Memutar atau menekuk jari

  • Menekuk atau meluruskan lengan atau kaki. 

  •  

    1. Tic pada gerakan yang kompleks meliputi: 

  • Melompat-lompat atau menendang

  • Memutar atau melompat dengan posisi tertentu

  • Membuka dan menutup mulut dengan keras

  • Menarik napas dalam-dalam atau mengeluarkan suara tertentu

  • Menyentuh atau memukul orang atau benda-benda di sekitar

  • Sama seperti gejala tic gerak, pada gejala tic vokal juga berupa suara sederhana atau kompleks, yang terjadi secara tidak disengaja dan tidak terkontrol. Berikut adalah beberapa contoh gejala tic vocal sederhana dan kompleks pada Sindrom Tourette:

    1. Tic vocal sederhana meliputi: 

  • Mengeluarkan suara "hmm", "ahh", “tsk”, “uh”, “psst”, “ouch”, atau “oops”

  • Mendesis atau menghembuskan napas

  • Batuk

  • Berdeham 

  • Menirukan suara binatang

  •  

    1. Tic vocal kompleks meliputi: 

  • Mengulang kata-kata atau frasa yang didengar orang lain

  • Menirukan suara atau suara efek suara tertentu

  • Menyanyikan lagu atau irama yang ada di kepala

  • Mengucapkan kata-kata atau kalimat yang tidak pantas atau tidak sopan

  • Berbicara dengan cara yang cepat, terputus-putus, atau mengulang kata yang sama berulang kali.

  • Gejala tic sederhana atau kompleks pada Sindrom Tourette dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, dan dapat muncul dan hilang dengan tiba-tiba.

    ilustrasi anak kesulitan belajar

    neurologyadvisor.com

    Melansir pada tourette.org.au, beberapa orang memiliki gejala Sindrom Tourette lain, seperti: 

  • Masalah tidur

  • Sulit mengontrol emosi

  • Gangguan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD)

  • Kecemasan atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD)

  • Kesulitan dalam berhubungan sosial atau bersosialisasi

  • Masalah belajar atau kesulitan dalam memproses informasi

  • Obsesi atau khawatir yang berlebihan terhadap hal-hal tertentu

  • Penyebab Sindrom Tourette

    Penyebab Sindrom Tourette tidak diketahui dengan pasti. Anak laki-laki lebih mungkin terkena gejala Sindrom Tourette daripada anak perempuan. Meskipun penyebab pasti dari Sindrom Tourette belum diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga berperan dalam munculnya kondisi ini, di antaranya: 

    1. Faktor genetik

    Sindrom Tourette cenderung terjadi dalam keluarga, yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan adanya faktor genetik yang mempengaruhi kemunculan kondisi ini. 

    1. Gangguan neurokimia

    Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa Sindrom Tourette dapat terkait dengan ketidakseimbangan neurotransmitter di dalam otak, terutama dopamin, serotonin, dan asam gamma-aminobutirat (GABA).

    1. Faktor lingkungan

    Beberapa faktor lingkungan, seperti infeksi streptokokus pada saluran napas, dapat memicu munculnya tic pada beberapa orang dengan predisposisi genetik. 

    1. Faktor psikologis

    Beberapa Sindrom studi menunjukkan bahwa stres atau ketegangan emosional dapat memperburuk gejala Sindrom Tourette. 

    1. Kondisi saat mengandung

    Begitu pula dengan ibu hamil yang mengalami stres selama masa kehamilan, proses persalinan yang memakan waktu lama, juga bayi yang lahir di bawah berat badan normal memiliki risiko mengidap Sindrom Tourette

    Perlu diingat bahwa meskipun ada faktor-faktor tersebut, Sindrom Tourette masih dianggap sebagai kondisi yang kompleks dan belum sepenuhnya dipahami.

    Pengobatan Sindrom Tourette

    ilustrasi meditasi

    ©2012 Merdeka.com

    Gejala Sindrom Tourette dapat dikelola dengan melakukan beberapa perawatan seperti berikut:

    1. Terapi perilaku

    Terapi dilakukan untuk mengatasi perilaku dan kecemasan yang mungkin terkait dengan kondisi ini. Terapi perilaku dapat mencakup terapi perilaku kognitif, terapi perilaku eksposur, respon pencegahan, dan terapi keluarga.

    1. Terapi bicara

    Terapi bicara dapat membantu orang dengan Sindrom Tourette untuk mengurangi gejala tic vokal atau mengembangkan teknik untuk mengelola atau mengalihkan perhatian pada tic vokal.

    1. Mengonsumsi obat

    Beberapa obat dapat membantu mengurangi gejala tic pada Sindrom Tourette, contohnya antipsikotic, beta blocker, dan obat untuk mengobati ADHD. Namun, obat-obatan untuk Sindrom Tourette dapat memiliki efek samping serta efektivitas obat-obatan ini dapat bervariasi antara individu.

    1. Memperhatikan gaya hidup

    Melakukan olahraga, yoga, meditasi, tidur yang cukup, dan menjaga pola makan yang sehat, dapat membantu mengurangi gejala tic.

    Tidak semua tics menunjukkan Sindrom Tourette hal tersebut karena setiap individu dengan Sindrom Tourette memiliki pengalaman yang berbeda, sehingga pengobatan yang efektif dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan individu tersebut.

    Konsultasi dengan dokter atau psikolog dapat membantu menemukan pengobatan yang tepat untuk setiap individu dengan Sindrom Tourette.

    (mdk/jen)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP