Gejala Dermatitis Atopik yang Mudah Dikenali, Waspadai Penyebabnya

Jumat, 24 Juni 2022 17:53 Reporter : Edelweis Lararenjana
Gejala Dermatitis Atopik yang Mudah Dikenali, Waspadai Penyebabnya Ilustrasi Dermatitis Atopik. ©the-dermatologist.com

Merdeka.com - Penting mengetahui gejala dermatitis atopik sesegera mungkin agar Anda bisa segera mendapatkan penanganan dan perawatan medis yang tepat. Dermatitis atopik (DA) adalah jenis eksim yang paling umum menyerang banyak orang.

Dermatitis atopik adalah suatu kondisi yang membuat kulit memerah dan gatal. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat menyerang orang dari berbagai kalangan usia. Dermatitis atopik berlangsung lama (kronis) dan cenderung kambuh secara berkala.

Kondisi ini biasanya dapat disertai dengan asma atau demam. Masih belum ada obat yang ditemukan untuk menyembuhkan dermatitis atopik. Tetapi, beberapa tindakan perawatan diri dapat meredakan gatal dan mencegahnya berkembang.

Misalnya, hindari penggunaan sabun dengan bahan yang keras, selalu lembapkan kulit Anda secara teratur, dan oleskan krim atau salep obat untuk menanggulanginya. Lantas, apa saja gejala dermatitis atopik dan apa penyebab yang mendasarinya?

Berikut ulasan selengkapnya yang perlu Anda ketahui.

2 dari 5 halaman

Mengenal Penyakit Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik merupakan bentuk spesifik dari eksim. Ini adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang paling umum terjadi. Dermatitis atopik adalah bagian dari trias atopik (dermatitis atopik, rinokonjungtivitis alergika, dan asma) yang dapat dimulai secara bersamaan atau berurutan dalam apa yang dikenal sebagai "barisan atopik".

Penderita yang mengalami trias atopik memiliki penghalang yang rusak pada kulit, saluran pernapasan atas, dan saluran pernapasan bawah. Melansir laman nationaleczema.org, penelitian menunjukkan bahwa beberapa penderita eksim, terutama dermatitis atopik, memiliki mutasi gen yang bertanggung jawab untuk membuat filaggrin.

Filaggrin adalah protein yang membantu tubuh mempertahankan pelindung yang sehat di lapisan paling atas kulit. Tanpa filaggrin yang cukup untuk membangun penghalang kulit yang kuat, kelembapan dapat keluar dan bakteri, virus, dan banyak lagi dapat masuk. Inilah sebabnya mengapa banyak penderita dermatitis atopik memiliki kulit yang sangat kering dan rentan terhadap infeksi.

3 dari 5 halaman

Gejala Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik biasanya dimulai pada masa kanak-kanak, biasanya dalam enam bulan pertama kehidupan bayi. Meskipun ini adalah bentuk eksim yang umum, dermatitis atopik juga termasuk dalam gangguan kulit yang parah dan dapat bertahan lama.

Ketika Anda atau anak Anda menderita dermatitis atopik, kondisi ini terkadang membaik di satu waktu; namun nantinya dapat memburuk di lain waktu. Pada beberapa anak, gejala dermatitis atopik dapat berkurang seriring mereka tumbuh dewasa.

Dermatitis atopik biasanya beriringan dengan dua kondisi alergi lainnya, yakni asma dan demam (rinitis alergi). Orang yang menderita asma dan/atau hay fever atau yang memiliki anggota keluarga yang mengidap asma, lebih mungkin mengembangkan dermatitis atopik dalam hidupnya.

Melansir dari laman mayoclinic.org, tanda dan gejala dermatitis atopik (eksim) sangat bervariasi dari orang ke orang. Namun secara umum, gejala dermatitis atopik di antaranya adalah;

  • Kulit yang kering.
  • Gatal yang parah terutama di malam hari.
  • Bercak merah hingga abu-abu kecoklatan, terutama di tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, dada bagian atas, kelopak mata, di dalam lekukan siku dan lutut. Sementara pada bayi, di wajah dan kulit kepala.
  • Benjolan kecil yang menonjol, yang dapat mengeluarkan cairan dan mengeras saat tergores.
  • Kulit menebal, pecah-pecah, bersisik.
  • Kulit mentah, sensitif, bengkak karena garukan

Dermatitis atopik seringnya dimulai sebelum usia 5 tahun dan dapat bertahan hingga remaja dan dewasa. Bagi sebagian orang, kondisi ini dapat kambuh secara berkala dan kemudian hilang untuk sementara waktu, bahkan selama beberapa tahun.

4 dari 5 halaman

Penyebab Dermatitis Atopik

Kondisi kulit yang sehat dapat membantu mempertahankan kelembapan dan melindungi Anda dari bakteri, iritasi, dan alergen. Sementara, dermatitis atopik adalah eksim yang terkait dengan variasi gen yang mempengaruhi kemampuan kulit untuk memberikan perlindungan ini.

Kondisi ini memungkinkan kulit Anda dipengaruhi oleh faktor lingkungan, iritasi, dan alergen hingga menyebabkan dermatitis atopik. Pada beberapa anak, alergi makanan juga dapat berperan sebagai penyebab dermatitis atopik. Faktor risiko utama untuk dermatitis atopik adalah memiliki riwayat pribadi atau keluarga yang mengalami eksim, alergi, demam atau asma.

Komplikasi dermatitis atopik (eksim) di antaranya adalah;

  • Asma dan demam. Eksim terkadang mendahului kondisi ini. Lebih dari separuh anak kecil dengan dermatitis atopik mengalami asma dan demam pada usia 13 tahun.
  • Gatal kronis, kulit bersisik. Kondisi kulit yang disebut neurodermatitis (lichen simplex chronicus) dimulai dengan bercak kulit yang gatal. Menggaruk area tersebut membuatnya semakin gatal. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit yang terkena menjadi berubah warna, tebal dan kasar.
  • Infeksi kulit. Goresan berulang yang merusak kulit dapat menyebabkan luka terbuka dan retak. Ini meningkatkan risiko infeksi dari bakteri dan virus, termasuk virus herpes simpleks.
  • Dermatitis tangan iritan. Ini terutama mempengaruhi orang-orang yang pekerjaannya mengharuskan tangan mereka sering basah dan terkena sabun, deterjen, dan desinfektan yang keras.
  • Dermatitis kontak alergi. Kondisi ini umum terjadi pada orang dengan dermatitis atopik.
  • Masalah tidur. Siklus gatal-garuk dapat menyebabkan kualitas tidur yang buruk.
5 dari 5 halaman

Pencegahan Dermatitis Atopik

Kiat-kiat berikut dapat membantu Anda mencegah serangan dermatitis (flare) dan meminimalkan efek pengeringan;

  • Lembapkan kulit setidaknya dua kali sehari.

Krim, salep, dan losion menyegel kelembapan. Pilihlah produk yang cocok untuk Anda. Menggunakan petroleum jelly pada kulit bayi dapat membantu mencegah perkembangan dermatitis atopik.

  • Identifikasi dan hindari pemicu yang memperburuk kondisi.

Hal-hal yang dapat memperburuk reaksi kulit seperti keringat, stres, obesitas, sabun, deterjen, debu dan serbuk sari perlu dihindari. Kurangi paparan Anda terhadap pemicu dermatitis ini.

Bayi dan anak-anak mungkin mengalami flare dari makan makanan tertentu, termasuk telur, susu, kedelai dan gandum. Untuk itu, Anda harus tahu apakah anak Anda atau Anda sendiri memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

  • Batasi waktu mandi.

Batasi waktu mandi Anda menjadi 10 hingga 15 menit. Dan gunakan air hangat, bukan air panas saat mandi.

  • Berendam.

Merendam tubuh dari leher ke bawah atau hanya area kulit yang terkena dermatitis selama sekitar 10 menit juga dapat membantu. Namun, pastikan untuk tidak merendam kepala Anda juga.

  • Pilih sabun berbahan lembut.

Gunakan produk sabun dengan bahan yang lembut. Sabun deodoran dan sabun antibakteri dapat menghilangkan lebih banyak minyak alami dan mengeringkan kulit Anda.

  • Keringkan diri dengan hati-hati.

Setelah mandi, keringkan kulit Anda dengan handuk lembut dan oleskan pelembap segera saat kulit masih lembap.

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini