Gejala Demam Berdarah yang Tak Boleh Disepelekan, Cegah Sejak Dini

Rabu, 18 Maret 2020 19:19 Reporter : Rakha Fahreza Widyananda
Gejala Demam Berdarah yang Tak Boleh Disepelekan, Cegah Sejak Dini demam berdarah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Demam berdarah atau DBD merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Kementerian Kesehatan telah mencatat sedikitnya 17.820 kasus DBD dengan 99 kematian terjadi di Indonesia sejak Januari-Maret 2020.

Sebetulnya, kematian pada kasus DBD dapat dicegah dengan mengetahui gejala dan tanda-tanda presyok atau masa-masa gawat saat DBD. Direktur Pengendalian dan Pencegahan penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa presyok merupakan masa-masa rentan saat ketika virus dengue menggerogoti tubuh. Kondisi tersebut dikenal juga dengan Dengue Shock Syndrome atau DSS.

Untuk itu,agar terhindar dari bahaya demam berdarah, alangkah baiknya kita menghindari gigitan nyamuk. Untuk itu, agar dapat mengetahui secara dini tentang gejala demam berdarah, berikut kami rangkum gejala demam berdarah yang tak boleh disepelekanyang dilansir dari liputan6.com.

1 dari 5 halaman

Gejala Demam Berdarah Ringan

demam berdarah

Liputan6.com

Gejala demam berdarah ringan dapat muncul hingga 7 hari setelah digigit nyamuk yang membawa virus. Gejala tersebut biasanya hilang setelah seminggu, dan demam berdarah ringan jarang melibatkan komplikasi serius atau fatal.

Gejala tersebut meliputi :

- Otot dan sendi yang sakit
- Ruam tubuh yang bisa hilang kemudian muncul kembali
- Demam tinggi
- Sakit kepala hebat
- Rasa sakit di belakang mata
- Muntah dan merasa mual

2 dari 5 halaman

Gejala Demam Berdarah Dengue

demam berdarah

liputan6.com

Gejala demam berdarah memang awalnya mungkin ringan. Akan tetapi, secara bertahap memburuk dalam beberapa hari.

Seperti halnya gejala demam berdarah ringan, mungkin ada tanda-tanda perdarahan internal. Tanpa adanya perawatan segera, DBD akan bisa berakibat fatal.

Seseorang dengan demam berdarah dengue biasanya akan mengalami :

  • Pendarahan dari mulut, gusi, atau hidung
  • Kulit lembab
  • Kerusakan pada getah bening dan pembuluh darah
  • Pendarahan internal, yang dapat menyebabkan muntah hitam dan feses hitam
  • Jumlah trombosit yang lebih rendah dalam darah
  • Perut sensitif
  • Bintik-bintik darah kecil di bawah kulit
  • Nadi lemah
3 dari 5 halaman

Sindrom Syok Dengue

demam berdarah

Liputan6.com

Gejala demam berdarah pada tahapan yang selanjutnya adalah Sindrom Syok Dengue. Sindrom Syok Dengue merupakan bentuk demam berdarah yang parah dan bisa berakibat fatal.

Tanpa perawatan, demam berdarah dapat berakibat kematian. Terlepas dari gejala demam berdarah ringan, penderita sindrom syok dengue dapat mengalami :

  • Sakit perut yang hebat
  • Disorientasi
  • Hipotensi mendadak, atau penurunan cepat tekanan darah
  • Pendarahan berat
  • Muntah teratur
  • Pembuluh darah bocor
4 dari 5 halaman

Langkah Umum untuk Pencegahan Demam Berdarah

Hingga saat ini, tidak ada vaksin yang dapat melindungi tubuh dari demam berdarah. Kita hanya bisa menghindari gigitan nyamuk untuk bisa mencegahnya.

Siapapun yang tinggal atau melakukan perjalanan ke daerah berisiko dapat menggunakan sejumlah cara untuk menghindari gigitan nyamuk demam berdarah.

Berikut langkah umum yang dapat dilakukan:

Pakaian

Sebaiknya kurangi frekuensi kulit yang terpapar dengan menggunakan celana panjang, kemeja lengan panjang, dan kaus kaki. Masukkan kaki celana ke dalam sepatu atau kaus kaki, dan kenakan topi

Lotion Penolak Nyamuk

Gunakan penolak nyamuk dengan konsentrasi dietiltoluamid (DEET) setidaknya 10 persen, atau konsentrasi zat yang lebih tinggi untuk paparan yang lebih lama. Namun, sebaiknya hindari penggunaan DEET pada anak kecil.

Perangkap dan Jaring Nyamuk

Jaring yang dirawat dengan insektisida lebih efektif sebagai upaya pencegahan, jika tidak nyamuk dapat menggigit jaring jika orang tersebut berdiri tepat di sebelahnya. Insektisida akan membunuh nyamuk dan serangga yang lainnya, dan hal tersebut akan mengusir serangga untuk memasuki ruangan.

Air yang Tergenang

Nyamuk Aedes sering berkembang pada air yang bersih dan tergenang. Memeriksa dan membuang air yang tergenang dapat membantu mengurangi risiko paparan demam berdarah.

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue

Menurut rilis resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada 2018 dan awal tahun 2019, pemerintah dalam hal ini telah menghimbau kepada seluruh jajaran pemerintah melalui surat edaran Menteri Kesehatan RI nomor PV.02.01/Menkes/721/2018 tanggal 22 November 2018 perihal Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus DBD.

Dalam surat tersebut Menteri Kesehatan menghimbau pemerintah daerah untuk :

  1. Meningkatkan upaya penggerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk (3M plus), dengan cara mengimplementasikan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
  2. Memeningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian demam berdarah dengue, diantaranya melalui kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) dan mengaktifkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
  3. Mengaktifkan kembali Kelompok Kerja Operasional penanggulangan DBD (Pokjanal DBD) pada berbagai tingkatan RT/RW, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.
  4. Meningkatkan kapasitas sumber daya pencegahan dan pengendalian DBD, meliputi peningkatan kapasitas SDM, biaya serta bahan dan peralatan.
  5. Menerbitkan Surat Edaran Gubernur kepada Bupati/Walikota dalam rangka kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan yang lainnya seperti :

  1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, misalnya water toren, gentong/tempayan penampung air hujan, dll.
  2. Menggunakan kelambu saat tidur,
  3. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  4. Menanam tanaman pengusir nyamuk,
  5. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
  6. Menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan.
[raf]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini