Endometriosis dan Fibroid adalah Jenis Penyakit pada Rahim, Ini Penjelasannya
Merdeka.com - Endometriosis dan fibroid adalah dua jenis penyakit pada rahim wanita. Endometriosis adalah kondisi adanya jaringan endometrium (dinding dalam rahim) di tempat yang tidak seharusnya. Sementara fibroid adalah tumor jinak yang paling umum ditemukan pada wanita.
Kedua penyakit ini dapat berhubungan satu sama lain. Fibroid merupakan salah satu penyebab nyeri haid akut, namun rasa sakit tersebut juga bisa disebabkan oleh endometriosis. Penting untuk mengetahui penjelasan mengenai keduanya untuk lebih memahami penyebabnya.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut pengertian endometriosis dan fibroid secara lengkap yang secara khusus wajib diketahui oleh para kaum wanita. Simak penjelasannya.
Endometriosis: Penyebab dan Gejalanya
Endometrium merupakan jaringan yang melapisi dinding rahim. Sebelum menstruasi, endometrium ini akan menebal untuk menjadi tempat menempelnya sel-sel telur yang telah dibuahi. Apabila sel telur tidak dibuahi, maka endometrium akan luruh dan keluar dari tubuh sebagai darah menstruasi.
Endometriosis adalah kondisi di mana endometrium tumbuh di luar dinding rahim. Endometriosis ditandai dengan adanya kelenjar endometrial dan lesi seperti stroma di tempat di luar rongga rahim, ditemukan terbanyak di rongga panggul, lapisan dalam perut, usus, saluran kemih, hingga vagina.
Endometriosis dapat menyebabkan rasa sakit terutama selama periode menstruasi. Masalah kesuburan juga dapat berkembang pada wanita yang menderita penyakit ini. Gejala utama endometriosis adalah nyeri panggul. Penyebab terjadinya endometriosis sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti.
Meski demikian, beberapa teori telah dikemukakan dan dipercaya sebagai mekanisme dasar endometriosis. Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut adalah beberapa faktor penyebab endometriosis;
Sementara itu, gejala umum endometriosis meliputi:
Fibroid: Penyebab dan Gejalanya
Fibroid adalah tumor yang terbuat dari sel otot polos dan jaringan ikat fibrosa yang berkembang di dalam rahim. Diperkirakan 70 hingga 80 persen wanita akan mengalami fibroid dalam hidupnya. Namun, tidak semuanya akan mengalami gejala atau memerlukan pengobatan.
Karakteristik fibroid yang paling penting adalah bahwa fibroid hampir selalu jinak, atau tidak bersifat kanker. Studi menunjukkan bahwa fibroid tumbuh dengan kecepatan yang berbeda,. Fibroid dapat berkisar dari seukuran kacang polong hingga seukuran semangka (jarang terjadi).
Penyebab fibroid rahim masih belum diketahui, meskipun studi menunjukkan adanya peran dari komponen genetik. Tidak ada paparan eksternal tertentu yang dialami seorang wanita yang dapat menyebabkan tubuhnya mengembangkan fibroid.
Kebanyakan wanita dengan fibroid tidak akan mengalami gejala sama sekali. Namun, fibroid yang besar atau banyak dapat menyebabkan gejala berikut ini, dilansir dari laman uclahealth.org:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya