Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Endometriosis dan Fibroid adalah Jenis Penyakit pada Rahim, Ini Penjelasannya

Endometriosis dan Fibroid adalah Jenis Penyakit pada Rahim, Ini Penjelasannya Ilustrasi dokter. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Endometriosis dan fibroid adalah dua jenis penyakit pada rahim wanita. Endometriosis adalah kondisi adanya jaringan endometrium (dinding dalam rahim) di tempat yang tidak seharusnya. Sementara fibroid adalah tumor jinak yang paling umum ditemukan pada wanita.

Kedua penyakit ini dapat berhubungan satu sama lain. Fibroid merupakan salah satu penyebab nyeri haid akut, namun rasa sakit tersebut juga bisa disebabkan oleh endometriosis. Penting untuk mengetahui penjelasan mengenai keduanya untuk lebih memahami penyebabnya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut pengertian endometriosis dan fibroid secara lengkap yang secara khusus wajib diketahui oleh para kaum wanita. Simak penjelasannya.

Endometriosis: Penyebab dan Gejalanya

Endometrium merupakan jaringan yang melapisi dinding rahim. Sebelum menstruasi, endometrium ini akan menebal untuk menjadi tempat menempelnya sel-sel telur yang telah dibuahi. Apabila sel telur tidak dibuahi, maka endometrium akan luruh dan keluar dari tubuh sebagai darah menstruasi.

Endometriosis adalah kondisi di mana endometrium tumbuh di luar dinding rahim. Endometriosis ditandai dengan adanya kelenjar endometrial dan lesi seperti stroma di tempat di luar rongga rahim, ditemukan terbanyak di rongga panggul, lapisan dalam perut, usus, saluran kemih, hingga vagina.

Endometriosis dapat menyebabkan rasa sakit terutama selama periode menstruasi. Masalah kesuburan juga dapat berkembang pada wanita yang menderita penyakit ini. Gejala utama endometriosis adalah nyeri panggul. Penyebab terjadinya endometriosis sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti.

Meski demikian, beberapa teori telah dikemukakan dan dipercaya sebagai mekanisme dasar endometriosis. Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut adalah beberapa faktor penyebab endometriosis;

  • Menstruasi retrograde. Pada menstruasi retrograde, darah menstruasi yang mengandung sel-sel endometrium mengalir kembali melalui tuba falopi dan masuk ke rongga panggul alih-alih keluar dari tubuh. Sel-sel endometrium menempel pada dinding panggul dan permukaan organ panggul, di mana mereka tumbuh dan terus menebal dan berdarah selama setiap siklus menstruasi.
  • Transformasi sel peritoneum. Dalam apa yang dikenal sebagai "teori induksi", para ahli mengusulkan bahwa hormon atau faktor kekebalan mendorong transformasi sel peritoneum atau sel yang melapisi bagian dalam perut menjadi sel mirip endometrium.
  • Transformasi sel embrionik. Hormon seperti estrogen dapat mengubah sel embrionik menjadi implan sel mirip endometrium selama masa pubertas.
  • Implantasi bekas luka bedah. Setelah operasi, seperti histerektomi atau operasi caesar, sel endometrium dapat menempel pada sayatan bedah.
  • Transportasi sel endometrium. Pembuluh darah atau sistem cairan jaringan (limfatik) dapat mengangkut sel-sel endometrium ke bagian lain dari tubuh.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh. Masalah dengan sistem kekebalan dapat membuat tubuh tidak dapat mengenali dan menghancurkan jaringan seperti endometrium yang tumbuh di luar rahim.
  • Sementara itu, gejala umum endometriosis meliputi:

  • Menstruasi yang menyakitkan (dismenore). Nyeri dan kram panggul dapat dimulai sebelum dan berlanjut beberapa hari saat periode menstruasi. Anda mungkin juga mengalami nyeri punggung bawah dan perut.
  • Sakit saat berhubungan badan. Nyeri selama atau setelah berhubungan seks sering terjadi pada endometriosis.
  • Nyeri saat buang air besar atau buang air kecil. 
  • Pendarahan yang berlebihan.
  • Infertilitas. Endometriosis terkadang pertama kali didiagnosis pada mereka yang mencari pengobatan untuk infertilitas.
  • Tanda dan gejala lainnya seperti kelelahan, diare, sembelit, kembung atau mual, terutama selama periode menstruasi.
  • Fibroid: Penyebab dan Gejalanya

    Fibroid adalah tumor yang terbuat dari sel otot polos dan jaringan ikat fibrosa yang berkembang di dalam rahim. Diperkirakan 70 hingga 80 persen wanita akan mengalami fibroid dalam hidupnya. Namun, tidak semuanya akan mengalami gejala atau memerlukan pengobatan.

    Karakteristik fibroid yang paling penting adalah bahwa fibroid hampir selalu jinak, atau tidak bersifat kanker. Studi menunjukkan bahwa fibroid tumbuh dengan kecepatan yang berbeda,. Fibroid dapat berkisar dari seukuran kacang polong hingga seukuran semangka (jarang terjadi).

    Penyebab fibroid rahim masih belum diketahui, meskipun studi menunjukkan adanya peran dari komponen genetik. Tidak ada paparan eksternal tertentu yang dialami seorang wanita yang dapat menyebabkan tubuhnya mengembangkan fibroid.

    Kebanyakan wanita dengan fibroid tidak akan mengalami gejala sama sekali. Namun, fibroid yang besar atau banyak dapat menyebabkan gejala berikut ini, dilansir dari laman uclahealth.org:

  • Periode menstruasi yang berat atau berkepanjangan
  • Perdarahan antar periode menstruasi
  • Nyeri panggul
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri punggung bawah
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Kesulitan hamil
  • (mdk/edl)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP