Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dinilai Efektif, Ini Cara Cina dan Korea Selatan Menekan Kasus Baru Virus Corona

Dinilai Efektif, Ini Cara Cina dan Korea Selatan Menekan Kasus Baru Virus Corona Aktivitas Relawan hadapi Virus Corona di China. ©2020 STR / AFP

Merdeka.com - Hampir seluruh negara di dunia tengah menghadapi ancaman Covid-19. Cina menjadi negara pertama yang menemukan adanya infeksi virus ini pada manusia. Sampai sekarang belum ada obat yang ditemukan untuk melawan virus ini.

Namun, beberapa kasus menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi virus ini dapat sembuh bergantung pada kondisi imun tubuh. Selain meningkatkan imunitas tubuh, beberapa negara juga mengambil kebijakan lockdown guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini.

Di Indonesia lockdown memiliki perhitungan yang kompleks, oleh karena itu pemerintah memilih untuk mengambil tindakan social distancing. Di India, kebijakan lockdown justru berimbas kurang baik seperti yang dilakukan negara-negara lain.

Dari negara-negara yang melaporkan kasus infeksi virus Covid-19, Cina dan Korea Selatan dinilai telah efektif menekan jumlah kasus baru. Berikut cara-cara yang dilakukan oleh Cina dan Korea Selatan dilansir dari VOA dan beberapa sumber lain.

Cina Berlakukan Lockdown

momen bahagia para awak medis bebas tugas di wuhan

2020 Merdeka.com

Per 28 Maret 2020, setidaknya tercatat 45 kasus harian baru di Cina. Hal ini terhitung cukup turun jauh dibandingkan pertengahan Februari dengan kisaran 1.800-2.600 kasus harian baru. Dari data ini Cina dinilai mampu menekan jumlah kasus baru virus Covid-19.

Langkah yang diambil oleh pemerintah Cina adalah lockdown total kota Wuhan. Kota Wuhan merupakan pusat awal terjadinya wabah corona. Pada saat kebijakan ini diberlakukan, warga tidak boleh keluar masuk daerah Wuhan. Hal itu juga didukung dengan pembatasan tranportasi umum dan pergerakan warga.

Tidak hanya lockdown dan pembatasan pergerakan warga maupun transportasi umum, polisi kota Wuhan dilaporkan juga mendatangi rumah warga untuk melakukan pengecekan suhu tubuh.

Melansir dari VOA beberapa orang yang menolak akan ditarik secara paksa. Oleh karena itu bagi beberapa pihak menyebut usaha Cina ini terlalu keras dan melanggar hak.

Korea Selatan Lakukan Tes Massal

corona di korea selatan

2020 Merdeka.com/liputan6.com

Per 29 Maret 2020, tercatat setidaknya 105 kasus harian baru di Korea Selatan. Angka ini memiliki selisih yang cukup lumayan dibanding awal Maret yang ada di rata-rata angka 556 kasus harian baru.

Korea Selatan langsung memproduksi massal alat tes setelah kasus pertama terkonfirmasi. Sampai kini, setidaknya 394 ribu tes virus corona telah dijalankan. Tes ini tidak hanya dijalankan di rumah sakit, namun pemerintah juga membuka 600 pusat tes dan 50 tes drive-thru. Hal ini dilakukan agar warga tidak membanjiri rumah sakit.

Melansir dari CNBC, Korea Selatan juga dinilai cukup sigap dan cekatan dalam menghadapi wabah ini. Pejabat pemerintah di Korea Selatan langsung membuat pertemuan dengan perwakilan dari beberapa perusahaan medis seminggu setelah kasus pertama COVID-19 dikonfirmasi di negara itu pada akhir Januari. Pemerintah Korea Selatan juga langsung melacak dan memeriksa mereka yang memiliki kontak dengan pasien.

(mdk/vna)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP